[review] Steve Appleton – When The Sun Comes Up

artist yang satu ini memiliki jenis suara seperti Jason Mraz, dan musik yang benar-benar Jason Mraz, but Steve Appleton still has his own taste, namun sayangnya tidak banyak orang yang membeli albumnya, mungkin karena orang sudah jenuh dengan musik jenis ini, karena kita di sibukkan di tahun 2009 oleh Jason Mraz, apakah musik dengan jenis ini sudah mencapai peak performance nya dan menunggu waktu untuk di tinggalkan.

salah satu yang membuat saya yakin adalah, tidak banyaknya informasi mengenai Steve Appleton, orang yang lebih muda beberapa bulan dari saya ini, sepertinya tidak terlihat oleh media, saya bahkan tidak melihat majalah-majalah melakukan review terhadap artis yang satu ini. bahkan gigs yang dilakukan pun sepertinya masih bertaraf bar, atau small gigs, mungkin karena dia masih berusaha meretas karirnya, mengingat dia baru terjun di dunia industri setelah dia mengeluarkan single dirty funk, pertengahan tahun 2009.

jangankan informasi, saya hanya menemukan 2 buah lyric dari 17 lagu di albumnya yang berjudul When The Sun Comes Up. bayangkan hanya 2 buah lyric, itupun masih dengan beberapa kesalahan pada kata, mungkin lyric ini disesuaikan dengan single bukan full albumnya.

albumnya When The Sun Comes Up sendiri baru meluncur bulan Agustus 2009 kemarin, namun hingga December saya belum melihat performance dari album tersebut, bahkan saya tidak bisa menemukan singles dari Steve Appleton berada pada posisi berapa di chart UK, US, Ireland, NZ, Aus, dll.

secara keseluruhan Album ini merupakan Album yang ceria that you should listen on your trip, atau ketika menginginkan feels that pump your energy, karena secara tidak langsung energi yang dihasilkan lagu ini mampu membuat anda lebih bersemangat dan meloncat dengan gembira.

beberapa single unggulan seperti Wake Up Honey, When The Sun Comes Up, Seeing Star, Dirty Funk, adalah beberapa produk unggulan karya Steve Appleton that you should listen. lyric yang terkesan sederhana dan bercerita membuat sebuah lagu seakan sebuah dongen dan cerita pendek dalam bentuk alunan nada.

namun 2 hal itu membuat Steve Appleton semakin tampak mirip dengan Jason Mraz.

kesimpulan?! this album worth to buy, if you want to get ride all of the Jason Mraz song on your playlist! :D

[REVIEW] Jack McManus – Either Side Of Midnight

setelah kemarin saya mencoba mengulas sedikit tentang album terbaru Jason Mraz, kali ini saya membawa sebuah penyanyi solo kembali. bukan asalnya dari solo, tapi lebih di karenakan dia menyanyi sendiri.

Album Jack McManus yang di keluarkan oleh label Polydor ini, mengandalakan sebuah Single dengan judul “Bang on The Piano” (atau Rang on The Piano, some site just say like that…), well what ever it call yang jelas lagunya cukup catchy dan asik.

Jack McManus Cover Album

album ini bernuansa pop/rock yang asik, beberapa tune nya catchy dan cheesy, namun beberapa terlihat seperti rock (batu?). over all album pop/rock yang di hidankan di depan saya ini cukup asik dan enak di dengar.

album yang di keluarkan awal bulan May 2008 ini bisa meraih urutan yang tinggi di BBC (22), pada bagian Pop. sebuah hal yang cukup mengaggumkan mengingat ini baru minggu ke-2 album ini di lepas di pasar.

selain lagu Bang on The Piano yang menjadi single hits, Jack McManus juga menawarkan sebuah lagu yang yang berjudul Amy. lagu ini dipenuhi dengan komposisi yang indah dan benar-benar menawan. penuh dengan string section yang indah.

another track that need to listen adalah Milky Way yang menjadi salam pembuka di album yang asik ini. untuk mendengar demo, coba tonton video youtube di bawah ini.

Jack McManus – Bang on The Piano

[rating : 4.0 - 5.0]

[REVIEW] Jason Mraz – We Sing We Dance We Steal Things

Get Music Tracks!


Jason Mraz - We Sing We Dance We Steal Things Coveriseng-iseng coba bikin review. kali ini coba ngereview album terbaru Jason Mraz, We Sing We Dance We Steal Things.

lagu yang cukup di jagokan adalah Make it Mine, dan memang lagu yang bertempo upbeat dan ambience ini akhirnya memberikan daya tarik tersendiri terhadap album ini. tapi lagu ini membuat saya teringat kepada KoC (King of Convenience) yang akhir-akhir ini sering di tanyakan, nostalgic uh?

ada 12 lagu di dalam album ini, dan beberapa yang melekat di ingatan saya ketika saya pertama kali memutarnya adalah Make it Mine, dan Butterfly. 2 lagu itu dengan cepat melekat di dalam ingatan saya.

penggunaan instrument yang beragam, dan style Swing, Ambience, dan R&B yang kental membuat album ini serasa es campur, yang memblend semua rasa. tidakaneh, namun enak walaupun semuanya seakan di masukan ke dalam album ini.

overall, buat yang suka jenis-jenis Malique, dan R&B khas Tompi just go buy this album, ga bakalan nyesel deh.

klo yang pengen coba-coba, try to listen the demo here. just press “Get Track” button, and you will be redirecting into my playlist site (unfortunately WordPress doesn’t allow embed a flash player). lain kali saya akan mencoba review beberapa album yang saya punya, mulai dari artist yang tenar, ataupun sekelompok manusia berlabel indie yang tidak terjangkau di luar sana.

[rating : 4.5 from 5]