hari ini saya menonton 2 buah film yang benar-benar mengasyikan, dan hebatnya lagi, saya menghabiskan waktu untuk menonton film-film itu dari sore hingga dini hari. sebuah hal yang tentu saja bisa saya lakukan jikalau saya benar-benar mendapatkan waktu luang yang benar-benar kosong.
film yang pertama saya tonton adalah The Love Guru (trailer). sebuah film yang unik dan menarik, apalagi genrenya adalah komedi, yang tentu saja bisa memberikan sebuah penyegaran kepada saya yang benar-benar sedang jenuh di rumah. jenuh karena tidak ada hal yang bisa di lakukan, dan jenuh karena saya tidak bisa berkata apa-apa ketika saya mengangkat telpon dari dia. ketika telepon itu berdering dan saya mengangkatnya, maka saya kehilangan sebuah pertanyaan kecil, yang menghilang dan pergi begitu saja dari kepala saya entah kemana, mungkin bersembunyi di balik keberanian, padahal dia sendiri tahu yang berada di balik sebuah keberanian adalah sebuah ketakutan.
oke, kembali ke The Love Guru yang saya tonton. di dalam film ini di ceritakan seorang Guru yang selalu memberikan wejangan kepada orang-orang, sebenarnya wejangan yang di sampaikan memiliki nilai atau petuah yang baik, namun dengan penyampaiannya yang kocak, dan menghibur, maka saya seakan tidak sedang di gurui ketika mendengarkan wejangan yang di sampaikan olehnya.
kisah film ini berputar antara seorang Guru yang bernama Pitka yang di tugaskan membantu sebuah team Hockey yang kehilangan sang maestro, karena dia ingin bercerai dengan istrinya. tugas sang guru adalah menyatukan mereka berdua kembali, menjadi sepasang kekasih, sehingga team hockey yang sudah terjebak di dalam kesulitan ini bisa bangkit dan menjadi jaya kembali.
Mike Myers yang bermain sebagai guru Pitka, benar-benar menggelitik, dia benar-benar bisa memerankan bagaimana cara memberikan wejangan dan petuah dengan baik. adegan-adegan humor yang di sajikan juga berlangsung baik, misalnya ketika awal film di mulai, ketika sang guru bermain gitar khas india, namun ternyata berubah menjadi lagu modern, atau lihat ketika dia menyanyikan lagi More Than Word, dengan gitarnya, atau mungkin ketika dia memainkan gitar india dengan double neck pada akhir film.
namun seperti yang saya katakan tadi, wejangan yang diberikan oleh sang guru bukan hanya isapan jempol, atau sebuah keisengan. misalnya saja salah satu wejangan yang saya ingat dan melekat di dalam kepala saya adalah: “from nowhere into now here”.
wejangan ini seakan memberi tahu, bahwa setiap orang tidak mengertahui kemana arah dan tujuan hidup mereka (nowhere), mereka tidak mengerti jalan apa yang harus di tempuh, stay at the back, dan memandang hidup sebagai sebuah dunia tanpa peta, membutakan dan mudah tersesat. namun ketika kita memberikan sebuah “spasi” pada kata tersebut, sehingga dari “nowhere”, berubah menjadi “now here”, maka sebuah keajaiban terjadi. beranjak dari keadaan dimana kita tidak mengetahui segala hal, dimana kita tidak mengerti tujuan hidup kita (nowhere), kita di ajak untuk menentukan jalan hidup kita sekarang (now here). sebuah petuah dan wejangan yang sederhana, namun dalam.
wejangan lain yang disampaikan, misalnya pada buku-buku yang di tulis oleh gutu Pitka, misalnya seperti: “If this hurt you? don’t do it!”. wejangan ini memberitahukan, terkadang orang mengerti bahwa sesuatu itu sebenarnya adalah sebuah “penyakit”, atau membuat dia menjadi “sakit”, namun entah kenapa banyak orang masih melakukannya, bahkan terkadang dengan suka cita, rela. contoh gampangnya adalah : “merokok!”.
masih banyak hal-hal lucu yang di alami Guru Pitka, dan wejangan-wejangan yang di ucapkannya. kita cukup menggali inti dari wejangan itu, dan bisa tersenyum sambil belajar, bahwa sebenarnya hidup di dunia ini begitu indah, dan setiap kalimat yang keluar dari guru Pitka, memberikan kita pencerahan, dan penyegaran.
film satu lagi yang saya tonton hari ini adalah Wanted (trailer). sebuah kisah action yang seru, bahkan menurut saya lebih seru di bandingkan Vantage Point. hanya saja dari sisi cerita dan kreativitas saya lebih suka dengan Vantage Point, karena menyuguhkan action dalam bentuk baru, dengan berbagai macam sudut pandang yang berbeda, seakan setiap sudut pandang memberikan kesan dan kepingan tersendiri yang siap di susun menjadi sebuah puzzle. namun tentu saja Wanted ini tidak kalah seru dengan Vantage Point sendiri.
bahkan ketika film baru saja dimulai kita sudah di suguhi aksi-aksi action yang menawan, penggunaan angle camera yang keren, apalagi reverse playback effect yang sungguh-sungguh menganggumkan, effect dan animasi bullet yang sekali lagi mengesankan, membuat saya sempat terhanyut di dalam film ini. walaupun begitu tetap saja ada fase jemu, terutama bagian akhir, karena penuntasan untuk bagian akhir yang terlalu cepat. jika di ibaratkan, terlalu banyak fore play, sehingga ejakulasi dini.
klimaks yang di hasilkan tidak pas, karena saya sendiri merasa kalau klimaksnya kurang greget, tetapi sungguh, action yang diberikan oleh film ini, lebih dari cukup bagi anda untuk merasakan betapa serunya film ini.
beberapa effect yang menarik dari film ini adalah “acrobatic car”, dan “swing shoot”/”swing bullet”, sebuah effect dimana peluru bergerak dengan curva untuk menuju target. saya sendiri baru tahu ketika saya menonton film ini. sebuah effect yang benar-benar keren dan asik untuk di tonton.
untuk setiap film yang saya tonton hari ini saya berikan rating 4 untuk masing-masing film.
conclusion? pada bulan july ini jika anda ingin menonton sesuatu yang segar, anda patut menunggu The Love Guru tayang di bioskop Indonesia. atau jika anda memerlukan suatu pemacu adrenalin, maka anda bisa menonton Wanted. all recommended, and all are good!
happy watching!