kopi itu bukan lawannya inkonsistensi!

hari ini saya di sibukkan oleh BAB III, BAB paling keramat dalam makalah KP yang harus saya sodorkan minimal hari sabtu, atau kalau masih mungkin saya ingin sodorkan besok…walaupun agak sore, namun saya ingin sekali cepat menyelesaikan semuany…atau setidaknya, agar saya bisa tenang dan menjalani sisa waktu sebelum ujian dengan “santai!”. seperti kata bang Rhoma Irama.

namun apa mau di kata…sepertinya penyakit “inkonsistensi” masih berlangsung sampai saat ini, bahkan saya sendiri susah sekali berfokus kepada yang saya ingin kerjakan, dan apa yang harusnya saya kerjakan…

“there’s to much distraction!”

begitu pikiran saya berkata…dan begitulah dia mewujudkannya. seakan begitu banyak dinding penghalang untuk mengerjakan suatu hal. dan entah kenapa, mungkin karena saya terpengaruh “Panda”, akhir-akhir ini saya suka sekali ketiduran lebih awal…

dulu biasanya saya biasa tidur jam 2-3, atau jam 4…malah sering jam 5. mirip dengan ayam…bedanya saya tidak berkokok…

namun kali ini, setiap kali ada masalah, saya ingin sekali membaringkan kepala saya yang lelah, sejenak untuk menyentuh tempat empuk bernama “kasur”, apalagi jika dipikirkan secara logika…

“tidur adalah kesempatan dimana otak kita beristirahat!”

dan lebih parahnya lagi, titik inkonsistensi ini muncul pada saat yang tidak tepat. muncul pada saat saya ingin menyelesaikan makalah KP saya, bahkan muncul dengan cepat dan tiba-tiba…apalagi saya di tinggalkan si Panda yang memang selalu lebih dahulu meluncur ke kasur. hanya beberapa baris sms terakhir yang dia kirimkan untuk saya…

“met tidur ya…”

OMG! dia nyuruh gw tidur, pada titik inkonsistensi dalam stadium gawat, dan dalam keadaan genting…

akhirnya saya memutuskan untuk menghilangkan titik inkonsistensi ini dengan cara minum kopi. berharap caffeinnya cepat sampai ke otak, dan memberikan stimulus kepada saya untuk melanjutkan apa yang harusnya saya kerjakan…secara konsisten dan bertahap…karena jujur, masih banyak sekali yang belum saya kerjakan!

namun bukannya membantu, saya malah jadi berbaring di sofa…untuk ada teriakan kecil di telinga, seperti berkata…

“bangun ADI!! kamu harus ngerjain itu MAKALAH!! atau kamu ga bakalan SKRIPSI!”

dan pada point berikutnya saya berusaha bangun, dan mengambil sebungkus Chitato di dalam tas…ada beberapa batang coklat Cadbury yang menunggu untuk di lahap…saya harap titik konsentrasi saya bisa kembali dengan beberapa makanan ini…

dan ketika post ini di tulis…saya sedang memandang kosong tentang apa yang disebut Class Diagram…berusaha memetakan otak saya untuk mencerna class diagram tersebut…dan mencoba berpikir…

kapan semua ini bakalan berakhir…

lalu batin saya berkata…otak saya mendukung…hati saya menggerakan…

“ketika kamu tersenyum dan berkata, I DID IT!”, setelah kamu menyelesaikan BAB III..and you can go sleep…

wismilak… ;)

addicted to the cube

akhir-akhir ini saya memandang koleksi buku saya, dan om saya yang sudah menipis. ada beberapa yang sudah saya bolak-balik baca…bahkan jika saya baca dari cover belakang, saya masih bisa mengerti topik apa yang sedang dibicarakan oleh buku itu…

oleh karena itu saya mencari sebuah solusi, alternatif, atau jalan pintas yang rasanya enak untuk di lakukan…dan akhirnya saya memilik “rubik’s cube”

sebenarnya saya sudah tau Rubik’s dari beberapa waktu yang lalu, cuma saya urungkan niat saya untuk segera membeli Rubik’s cube karena saya tidak begitu suka dengan hal-hal seperti itu…saya lebih memilih memainkan Brain Games yang ada di PDA saya, daripada memutar-mutar balok yang tidak jelas.

namun pada suatu hari, ketika seorang teman sedang mengerjakan, saya membantunya mengerjakan Rubik’s cube hingga habis (saya sendiri baru belajar sampai 2 layer sebenarnya)…dan disana saya melihat, betapa Rubik’s cube menyimpan sebuah “titik” kesenangan yang sebenarnya di dasari dari rasa ingin tahu manusia yang begitu dalam…

misalnya dalam Algoritma-Algoritmnya, saya selalu berpikir…wow! ternyata bisa di beginikan, bisa di begitukan, dll. kokomplitan dan keunikan algoritmanya itu membuat saya tertarik untuk membuat cube sebagai benda nyata, bukan sekedar hasil rendering di komputer yang menyebabkan komputer saya panas, hang, dan mati 2x dalam sehari karena suhunya mencapai 85 derajat. beginilah nasib laptop office productivity untuk bermain game…

dan tadi, saya sudah memesan cube pertama saya…dan ketika cube itu tiba, saya akan mencoba untuk belajar layer 3…sehingga saya bisa menyelesaikan cube secara total… :)

hal-hal yang saya pikir sederhana, ternyata menyimpan “hal-hal” unik yang mampu menarik saya, dan membuat saya berkata…

“ahhh, maen beginian sambil boker enak banget!”

wismilak…can’t wait for the cube… :D ..

there’s a mice around my leg!

sudah beberapa hari ini ada “sesuatu” mengisi bagian dari rumah kami, rumah dinas kecil dengan dinding bercat merah muda ini kedatangan satu penghuni baru.

“se-ekor tikus!”

sebenarnya sudah dari dulu dia lancang masuk rumah tanpa ijin, ga pake permisi, apalagi salam. setidaknya kalau memang mau masuk rumah, harus pake tata krama kan?? harus salam dulu…abis gitu bersihin kaki di keset…baru masuk ke rumah…

tapi si tikus yang memang tanpa tata krama ini, masuk tanpa tedeng-aling-aling dan berkeliaran di rumah ini. pada awalnya sih masih malu-malu, cuma sesekali dia bisa terlihat oleh mata, bahkan belum sempat dilihat dia sudah bersembunyi dibalik lemari, atau dibelakang timbunan kabel, malah terkadang di belakang ampli gitar yang senantiasa nongkrong di ruang tamu.

namun, akhir-akhir ini rupanya si tikus ini mulai kurang ajar. dimulai dari menganggu mandi pada penghuni yang lain, ataupun menganggu saya yang sedang duduk bersantai di depan komputer…karena sedari tadi, dia sibuk mondar-mandir di antara kaki-kaki saya…yep…

there’s a mice around my leg!

dan sebenarnya kurang begitu ngerti juga, apa benefit dari si tikus ini…somehow, yang saya tahu curut itu makan nyamuk, jadi dipastikan berkurangnya nyamuk di rumah ini bukan karena Baygon, atau Domestos Nomos, lagipula pasukan cicak yang merupakan predator kelas satu, puncak piramida dari rantai makanan nyamuk sudah berkurang…bahkan jarang sekali saya mendengar suara cicak akhir-akhir ini…

apakah tanda kalau sebenarnya kejujuran sudah begitu keruh?!

dan jikalau benar si tikus kecil ini menghalau nyamuk-nyamuk yang berkeliaran di rumah ini…dunno exactly, tapi at least setiap hal yang terjadi pasti memiliki makna tersendiri… ;)

dan jika di tarik filosofinya,

“dalam setiap langkah yang kita lakukan, selalu ada ‘tikus’ yang berjalan di antara kaki kita, selalu ada batu dan kerikil yang menghalangi langkah kita, selalu ada balok kayu yang mencoba menghentikan kita…namun bukan tikus, bukan batu, bukan kerikil, bukan balok kayu yang mampu menghentikan kita untuk berjalan, namun karena kita memang berkeinginan untuk berhenti!”

intinya…”no worries about mice around your leg, but worries if the mice on you stomach…:D

oops, you got caught!

saya ingin menulis hal ini sebelum saya melupakannya dan menjadikannya sebagai salah satu lipatan pelajaran dalam batin saya, yang nanti mungkin akan di bolak-balik ketika saya mengalami dejavu terhadap kejadian tersebut.

kejadiannya adalah beberapa “pick pocket” atau mungkin “pick handphone” lebih tepatnya, yang sedari dulu sering saya dengar berulah di angkutan umum di ibukota Jakarta, but somehow, might be 2 days ago was my luck (or bad luck). jadi saya bisa melihat para “pick pocket a.k.a pick handphone” itu beraksi secara LIVE, nyata di depan mata saya…bahkan saya menjadi pemeran utama pada adegan itu.

2 hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan menuju kampus, hari itu ujian Web Database, so daripada berlama-lama di angkutan umum, maka saya memberanikan diri membuka handphone Samsung i780 saya dan membuka beberapa slide presentasi Web Database. lumayan untuk mempersiapkan diri menjelang ujian, beberapa jam lagi.

awalnya perjalanan sepi, dan biasa-biasa saja…hingga seseorang masuk dan duduk di depan saya. saya tidak curiga, dan masih melanjutkan untuk membaca presentasi.

masalah dimulai ketika ada seseorang yang duduk di depan saya (kebetulan saya duduk di pojok angkutan umum!), lalu muncul seseorang lagi yang duduk di sebelah orang tersebut. jadi total dari hanya terisi 1 orang, yaitu saya saja. kini bertambah 2 orang lagi.

tidak beberapa lama angkot penuh dengan cepat. WOW! amazingly, saya dijaga kewaspadaannya (ini pasti gara-gara Catur Sanakthank’s my pals! ;) ), dan ketika saya dihidupkan kewaspadaannya. maka seluruh rangkaian aksi ini dimulai.

pertama-tama, orang yang ada 2 baris di samping saya mulai merasa mual-mual, dia meludah, dan mengenai jendela. untungnya tidak mengenai saya, orang disebelah saya mencoba membantu dengan mencarikan tissue, dan pindah tempat duduk. jadi sekarang posisinya adalah:

pick pocket ; orang mual ; saya

saya pun mencoba membantunya untuk membuka jendela namun dia malah menutup kembali, lalu berkata…

“maaf ya mas…saya mual”, dan orang disebelahnya menimpali, seperti bermaksud untuk menolong. “maaf mas, tissuenya abis…”

coba ingat-ingat dialog diatas, jika anda bertemu dengan dialog itu, maka bersiaplah mungkin anda sudah masuk kedalam scene pencurian hari itu.

setelah itu beberapa orang tersangka lain menggeser-geser tempat duduk sehingga, hanya tersisa 2 tempat kosong. tidak beberapa lama, tempat itu diisi oleh orang yang mencari tissue tadi, jadi sekarang susunan duduk di angkutan umum adalah.

pick pocket ; kosong ; tersangka juga ; anak sma ; pemeran pembantu

kosong ; orang mual ; saya

tidak beberapa lama, saya merasa kalau situasi sudah tidak begitu aman, sehingga handphone saya masukan kedalam kantong celana. si pemeran pembantu yang memberikan saran, ketika saya teliti, saya jadi curiga, memang orang yang pertama naik ini adalah pemeran pembantu, mungkin saja termasuk salah satu tersangka.

akhirnya setelah saya memasukan HP saya, tiba-tiba orang mual itu kejang-kejang dan menubruk saya, dan saya diperintahkan untuk pindah. karena cuma ada 1 bangku kosong, maka dipastikan secara logika, ataupun algoritma manapun, saya pasti akan pergi ketujuan itu.

namun saya sadar, there’s a scene that created on it. jadi saya mengambil tas saya dengan tangan kiri, dan memegang saku celanan saya dengan tangan kanan. setelah duduk saya memposisikan tas itu di atas tangan kanan saya yang memegang tas. sehingga tangan kanan saya tidak terlihat sedang memegangi handphone.

tiba-tiba ketika saya baru duduk, orang-mual-yang-berubah-menjadi-ayan itu menarik-narik celana anda.

hal itu patut di garis bawahi, bahwa sebenarnya untuk mencuri dan mempermudah mengambil barang anda, maka pencuri menarik-narik celana anda, sehingga anda tidak merasa ketika kantong anda di raba. cara lainnya selain menjadi manusia-menjijikan-yang-mual-trus-ayan, adalah pura-pura menjadi tukang pijat.

ketika dia menarik celana saya, maka saya semakin menahan HP saya dengan tangan kanan saya, sedangkan tangan kiri menyeimbangkan tas, agar tidak terjatuh dan tangan saya terlihat oleh orang disebelah saya. tidak beberapa lama dia menggeser tempat duduknya, terlihat seperti ingin membantu orang-mual tersebut, dan menaruh tasnya diatas tas saya…sehingga saya tidak bisa melihat tangan kanannya (posisi yang sama seperti saya).

dan ketika ia mencoba mendekat ke orang yang mual, dia menjulurkan tangannya dan mencoba merogoh handphone yang ada disaku saya, yang mana masih di tarik-tarik oleh orang ayan di depan saya ini.

namun apa mau dikata, karena saya sudah sadar, bukannya hanphone yang di tangkap, namun malah tangan saya yang terpegang. akhirnya saya melihat wajahnya, lalu memasang senyum tolol, seperti berkata…

“LOSSSSEEEEEEERRRRRR!!!”

lalu saya tertawa kecil sambil memandang sinis wajahnya, orang itu terjebak dengan keringat dingin. tidak beberapa lama orang mual itu keluar, dan orang yang berada di sebelah saya berpindah posisi menjadi ke posisi di tempat orang mual tadi berada.

tidak beberapa lama dia turun, dan saya masih saja menatapnya sinis sambil berkata sekali lagi…

“LOSSSSSEEEEEERRRRR!!!!”

mungkin kalau saja, saya punya teman dan memiliki backup yang banyak…hari itu saya sudah bawa mereka ke kantor polisi Kebon Jeruk yang terletak dekat dari lokasi kejadian…sayangnya, kalaupun saya berteriak maling, maka saya paling cuma melawan orang itu sendiri, sedangkan dia bersama beberapa orang temannya!

bukannya saya takut, tetapi lain kali ketika saya melihat orang itu…naik kembali ke angkot yang sama…maka saya akan tertawa dan berteriak…

“tolong HP nya di jaga…”

oops, you got caught! :p …

Saturday morning tragedy!

gw ga tau kemaren makan apaan, semalem tidur mimpi apaan, tapi yang jelas di hari sabtu ini, ketika gw terbangun gw melihat sebuah headset terletak di bawah laptop gw…tergencet di antara LCD gw…dan menyebabkan…

LCD GW HANCUR!!!

oh my God, langsung panik…dan buru-buru cari informasi harga LCD baru nya dan…OMG, harganya sampe 2.5 juta…

seketika dunia berhenti, dan gw langsung berpikir!

DARIMANA GW BISA DAPET DUIT SEBANYAK ITU!

nyokap gw ga bakalan ada…gw pun ga punya tabungan sebanyak itu…jadi?! mau ga mau, kayanya gw bakalan ngediemin laptop ini dolo…sementara gw pake layar external aja, buat ngopi data yang penting…dan kalo udah ada duit, baru gw benerin ini laptop…

kenapa bisa terjadi seperti ini?!

pertama-tama kemaren malem gw download Numb3rs Season 5 episode 19, dan beberapa Season 4…akibatnya gw harus nunggu 3 jam buat donlo 1 GB lebih…daripada gw bengong, meluncurlah gw ke kamar buat tidur…

laptop gw biarin “kebuka” dikit, biar ga stand-by…

dan gw tidur…

besok nya, ketika gw bangun gw ngeliat kok laptop gw kebukanya ga beres…ada headset di dalemnya, trus siapa yang nutup…dan pas gw liatin ada retakan di LCD gw langsung panik, dan coba idupin…dan bener rupanya…

LCD LAPTOP GW PECAH!

gw panik, mikirin semuanya…

  • kerjaan gw…
  • tugas gw…
  • file-file gw…

dan semua hal yang ga bisa di lakukan kalo ga ada laptop…

oh my God!!! sekarang gw cuma bisa pasrah dan nelpon nyokap…kayanya sih bakalan gw tahan terus sampe UAS, baru gw benerin…

jadi rest in peace untuk sejenak laptop…I’ll revive you sooner or later! :)

in the middle of anything…

jika ada ornag yang berkata, kalau dia berada ditempat yang kosong dan sepi, atau “in the middle of nothing”, maka saya harus berkata kalau minggu ini, bulan ini, dan tahun ini saya berada di tengah-tengah kerumunan “semua” hal…

it’s like, everything were flooding my eyes, so I barelly can see the face of my friend…

walaupun sebenarnya jadwal mengajar saya berkurang banyak, karena ini salah satu titik terendah, but I love it…and I mean it…karena memang semester ini saya butuh perhatian extra kepada pelajaran saya, menyiapkan diri saya untuk bisa memperbaiki IP saya hingga nanti tembus menuju level yang lebih baik…3.4 misalnya! :)

namun hal itu tentu di kompensasikan terhadap “isi” kantong saya, karena lagi-lagi saya tidak punya “titik” terang untuk menggapai apa yang saya inginkan…karena masih banyak “hal” yang harus saya beli, dan harus saya raih…tetapi, mungkin ini pengaruh dari Ayah, maka I can handle it well, karena memang Ayah saya adalah seorang figur “apa-adanya”, jadi dia tidak pernah memaksakan “harus ini”, “harus itu”…

just be your self…and you’ll be proud of your self, because how worth is your life, depends on how you see your life…

that’s my father tag line, namun tentu saja ditulis bukan dalam bahasa inggris, karena ayah saya tidak suka berbahasa inggris…

namun terlepas dari belitan “mengajar” yang padat, maka saya disibukkan oleh hal-hal lainnya…

  1. Project Perusahaan
    saya mengerjakan cukup banyak proyek saat ini…salah satunya adalah dari Bimoli yang lanjut kembali pengembangan situsnya, and I’m pretty excitinct, karena artinya gw bakalan lebih dalemin prado lagi.
  2. Project Mahasiswa (Lain?)
    selain itu, gw juga di sibukkan oleh project pesanan mahasiswi yang harusnya selesai sebelum UTS, tapi gw bahkan blom bikin “standard-template” dalam bentuk digital…kalo cuma coretan kertas sih udah oke! and guess what…I think I need to finish it soon enough…at least minggu depan, atau 2 minggu lagi udah kelar project Bimoli dan project dari Mahasiswi salah jurusan dan salah tujuan ini… :)
  3. Project Kelompok (Sendiri)
    then, ada lagi project sendiri yang harusnya di kerjakan kelompok…dan gw rasa gw bakalan berkelompok ngerjainnya…pake otak kiri, dan otak kanan, tangan kiri, dan tangan kanan…berkelompok kan??? walaupun masih dalam satu badan…at least, I can feel how a group should work, even it only control by 1 brain, using a million of nerve, at one body!
  4. Tugas Kelompok
    dan sekali lagi, ada kalimat kelompok dengan penjelasan yang mirip dengan di atas…karena toh “embel-embel” kelompok sudah tidak mempan pada manusia yang selalu mengaku “salah jurusan!” :)I don’t blame them, “right now“…karena toh, gara-gara itu gw bisa belajar, and who knows I got great Accademic Point because of that! ;)
  5. Tugas Mandiri
    tugas ini benar-benar di kerjakan sendiri…but I think, I always alone doin’ this job??? anyone can help??? well I guess no one:)
  6. Sakit
    dalam beberapa bulan ini, gw udah diserang flu beberapa kali…mungkin karena ke-alphaan gw minum obat, sehingga bisa di serang flu secara terus menerus…atau mungkin karena gw salah baca, bahwa sebenarnya obat flu itu diminum 3x sehari, bukan 1x sehari… :)
  7. Project Kerja Praktek
    oke…yang ini masih terlihat jauh, karena toh…gw sendiri belom tau bakalan Kerja Praktek dimana?! any suggest?? secara gw udah di tolak mentah-mentah dengan mandiri, yang menyebabkan gw menjalani “shock therapy”, dan meruntuhkan ilmu “negosiasi” yang udah terbukti, dan paten selama bertahun-tahun.
    I got a joke for this thing…well, if it’s not funny, I think your cromossom load slowly than me:D
    teman gw sering nanya…kenapa gw jadi guru??? karena gw pinter ngeles! ;)

so right now, I’m in the middle of anything…work, paper, work, paper, sick, work, paper, work, paper, sick…

am I in the middle of anything, of I just dream of it…

well, if it’s not a dream…then, I just need to do all the things right away, straigh away! :)
so, no more fun left…

Oke…I left one more…to watch Fast and Furious…tommorow might be good?! :)

polynomial effect…

jika tubuh saya adalah persamaan linier, maka saya bisa jamin kalau saya sudah dan berhasil melakukan ANOVA (Analysis of Variance) terhadap variable-variable yang ada di dalam tubuh saya…tanpa perlu adanya penelitian terhadap DNA, dan hal-hal yang membuat saya pusing lainnya…

pertama-tama saya ingin menjelaskan ANOVA terlebih dahulu. tenang saja, karena ANOVA ini bukan sebangsa hewan, ataupun bukan majalah khas ibu-ibu dengan warna-warni yang cerah. ANOVA adalah sebuah object statistik yang digunakan untuk melakukan pemetaan terhadap variable dependent, dan independent, atau sering disebut dengan “explanatory variable”.

jadi jika saya menganggap bahwa rantai reaksi di dalam tubuh saya adalah sebuah fungsi linear / polynomial-n, maka saya sudah berhasil menentukan variable-variable baik indenpendent maupun dependent yang mempengaruhi kebugaran tubuh saya…

dan jika ditilik lebih lanjut, maka beberapa variable tersebut adalah:

  1. olah raga
    akhir-akhir ini saya jarang sekali olahraga, padahal teman-teman saya rutin mengadakan acara futsal setiap hari senin, namun di hari minggu saya melupakannya, dan di hari saya saya menyesalinya, di hari sabtu saya menjanjikannya kembali…begitu seterusnya dalam kurun waktu 1 bulan ini…jadi total saya sudah melanggar janji saya sebanyak 12 kali!
  2. pusing
    kurangnya olah raga menyebabkan peredaran darah saya terhambat, blood presure menurun dan menyebabkan saya mengalami penyakit “tekanan darah rendah” yang membuat saya pusing…
  3. gangguan pernafasan
    efek lainnya dari tekanan darah rendah adalah “gangguan pernafasan”, mungkin jika di ibaratkan mesin, maka paru-paru saya sudah penuh dengan debu, dan harus di service, bahkan mungkin harus di bore up untuk menaikan kapasitasnya…dan semoga saja tidak turun mesin!
  4. maag
    dan jika setelah gangguan pernafasan memberikan sounding alarm kepada saya, maka saya segera merasakan gejala maag akut yang sudah melewati fase “sakit”, menuju fase “mual”
  5. and the result is…”pilek
    yeah…the result is “PILEK!”, entah kenapa penyakit ini selalu dateng ketika fungsi polynomial penyakit ini datang dan menghantui diri saya….

dari hal itu, ada beberapa variable dependent di atas, ada juga variable independent dimana dia tidak bergantung pada variable lain, di antaranya :

  1. Tugas
  2. Project (Pribadi)
  3. Project (Orang Lain)
  4. Project (Perusahaan)

dan ketika semua variable itu digabungkan dan dijadikan sebuah fungsi maka didapatkan sebuah kesimpulan yaitu:

“SAYA SAKIT! SAYA HARUS ISTIRAHAT!”

dan hal itu saya tulis, sambil berjongkok di depan komputer, belum mandi, dan tidak berniat untuk tidur sama sekali…mungkin lain kali saya harus menguji fungsi linear yang ada pada “otak” saya…

karena otak saya ini tidak mau menerima badan sakit…dia cuma bisa menerima kalau mental masih sehat…

kalau dosen engga jelas?

apa jadinya jika di dalam kelas di hadapkan pada kenyataan bahwa manusia yang berbicara di depan, tidak begitu menggoda…rasanya seperti ingin meloncat keluar dari kursi dan kabur untuk makan, kebetulan perut ini sudah cukup keroncongan akibat ke-alphaan saya untuk sarapan koi dan roti pagi ini…mungkin karena saya berangkat terlalu pagi…
tapi dengan saya berangkat pagi, bukan berarti saya menikmati pelajaran hari ini…tapi justru karena ada tanggung jawab untuk mengantar adik saya menuju sekolah…ah, ngantuk…tapi begitulah tanggung jawab…
pelajaran moral yang bisa di petik? tanggung jawab itu artinya mengantuk…dan datang pagi bukan berarti menikmati pelajaran…
dan ketika saya di kelas saya dihadapkan pada seorang dosen yang mengajar dengan cara yang unik…terkadang menyerempet sejarah, terkadang politik, terkadang hal-hal yang tidak jelas…dan hal yang paling saya ingat adalah…

oke, anak-anak hari ini kita belajar teknik “kompilasi”, salah satu contoh kompilasi adalah…”KOMPILASI LAGU PETERPAN”…

WTF?…oke setidaknya saya akan coba duduk diam…setidaknya hingga nanti jam 11 datang…pelajaran lain yang bisa di petik…

siapa bilang 200menit itu cepat?

fiuhhh…
di tulis dengan pelan dan santai…ketika dosen berbicara mengenai kerusuhan 1998 di depan kelas…

kalau ada orang gila?!

sumpah, bukan maksud hati saya untuk secara langsung dan provokatif mengejek orang gila…apalagi kalau ternyata anda tersinggung ketika saya berkata gila, itu jelas murni bukan kesalahan saya…anda saja yang terlalu sensitif.

terus dimana saya bertemu orang gila? dimana-mana…

ketika berangkat saya menaiki angkot yang supirnya orang gila…setiap kali bertemu motor maka dia akan berteriak…

goblok, lu bego yak?

dan beberapa sumpah serapah yang sebenarnya tidak pantas. bahkan dia dengan santai memanggil para penumpannya dengan “cung“, dan bagi saya terdengar seperti “kacung” alias babu…entah kuping saya yang sensitif, atau otak saya yang memang memiliki unsur “ke-babu-an“, akibat semua sikap dan perintah yang di tujukan…bahkan otak gw yang sehat walafiat pun akhirnya terkena imbas “ke-babu-an

namun memang Tuhan itu tidak lepas dari penulis takdir, di tikungan batu sari, tempat terpadat di daerah binus, sebuah neraka buatan manusia, dan penggambaran dunia yang tepat sekali…penuh himpitan, desakan, di tengah emosi dan udara panas…kurang lebih seperti itu suasana batusari.

ketika berada di dalamnya maka anda akan merasa seperti berada di gurun nevada, pada populasi kota beijing atau tokyo, yang di kelilingi oleh manusia bar-bar…

si supir itu kehilangan kendali dan mengambil jalur orang lain…dan bukan cuma 1 yang berteriak

“tolol”,
“sok berani lu…”,
“goblok”, “ga punya otak…”,
“aih, adi martha ganteng banget…”

oke…yang terakhir bohong, tetapi gw berharap ada yang bilang kaya gitu…tapi bukan mas-mas…serius!

daripada gw mati terpanggan dan dihimpit manusia barbar, maka ada baiknya gw langsung turun dan menuju Evo untuk mengajar…here we go!

sampai di beta tepat jam 10:35an (tepat tapi pake -an?), disana sudah ada Adhit, salah satu murid gw yang udah nunggu kaya orang bingung, karena merasa terasing ketika menghadapi kalau temen-temennya yang lain belom pada dateng…gw jarang merasakan situasi seperti itu…kenapa?! karena gw sendiri sering dateng telat… :D

lalu gw mempersiapkan kelas, dan sembari menunggu ada 2 orang murid lagi yang dateng…okeee…so we can start the lesson soon…tapi blom beberapa lama si Asa dateng dari balik pintu…

aihh, fotogenik abis ni orang, biasa aja sebenernya…tapi boncel2 lucu ni orang…

gw bilang kaya gitu kok…sumpah!! tapi dalem hati aja…kecuali hati gw punya loudspeaker, bisa jadi dia bakalan denger apa yang gw bilang…

oke…ga pake lama, materi dimulai, dan saya mengajar sampai waktu yang di tentukan, hingga harus sedikit berjalan cepat untuk melakukan absen di Evo Alpha, dan menuju Binus untuk menuntut ilmu…dan sampai Binuslah baru terasa kalau kepala terasa berat, seakan seluruh otak kiri gw pindah kekanan, dan pas gw mirip ke kanan…semua otak kanan dan kiri gw keluar dari kuping…efek lainnya adalah hidung meler, dan rasa ngantuk yang mendera…sial…

gw baru tidur 3.5 jam (tidur jam 3 pagi), bangun jam 7 pagi…sambil ngulet-ngulet ga jelas beberapa menit, akhirnya bisa bangun dengan lancar…abis gitu gw minum kopi…dannnn…disini salah gw!! karena lupa sarapan…kopi itu bereaksi dengan perut dan menciptakan rasa maag yang dahsyaaattt…dan lagi kepala pusing karena kurang tidur, dan penyakit pilek yang sudah 1 minggu tidak hilang…kayanya emang harus di rawat ama seseorang nih gw, biar ni penyakit bisa sembuh…ahahahahaha…

sampe di rumah, gw pingin tidur tapi di ganggu ama 2 orang gila…adik misan gw, anak dari tante-gw-yang-nikah-ama-om-gw-yang-kebetulan-adik-nyokap-gw-yang-paling-bontot-di-keluar-besar-dari-nyokap-gw…sialan…

trus tadi malem…pas gw lagi ngetik post ini…pembantu gw lagi teriak-teriak ga jelas…entah dia kerasukan, atau ngusir burung…soalnya malem-malem gini, dia malah marahin orang…dengan bahasa yang tidak gw mengerti…maka dengan ajian “usir paksa”, gw masang iPod sekeras-kerasnya…dan mengusir dia sehingga dia bisa melanjutkan “menggila” di dalam kamar saja…udah cukup gw denger omelannya di luar…

tapi setelah si mbak pergi ke kamarnya, saya baru sadar…ngetik di Samsung i780 ternyata susah…udah tau keyboardnya kecil…masih aja di pake ngetik blog…emang, dasar gila…

dis-courage-ment

if you had fallin in love, lalu tiba-tiba “berhenti” di tengah jalan…entah karena kita hanya ingin bermain, sekedar mencari pengalaman, dll…maka akan muncul sikap “putus-asa”, namun bukan berarti kita melepas diri dari “asa” yang ada di dalam diri kita…hanya sebentuk fase dalam hidup yang membedakan warna dari hidup kita. bukankah hidup ini penuh warna?! jadi apa gunanya menyebunyikan keputus asaan?!

lalu apakah saya sedang putus cinta?!

tidak…tidak…tidak sama sekali…saya ucapkan tiga kali, karena memang saya sedang tidak berada dalam mode itu. namun saya putus asa terhadap semua hal yang sudah saya lakukan.

sebagai contoh gampang, misalnya saya mendekati seorang wanita, maka dengan mudah saya bisa dekat, lalu akan sangat susah untuk menjadikan dirinya sebagai seseorang yang di katakan pacar…

kapan orang di katakan pacar??!!

nah loo…tidak ada definisi formal dalam hal itu, namun konteks yang terus berubah menciptakan gaya pacaran masa kini, yang di sebut “mengalir dengan air“. padahal faham kuno mengatakan:

“pacaran itu kalau seseorang menyatakan ‘I Love You‘ kepada seseorang itu, dan orang itu mengatakan ‘Me too‘”…itu namanya jatuh cinta dan pacaran…lalu apakah gaya pacaran “go with the flow” yang trend ini bisa di katakan ‘pacaran‘??

jika iya…maka akan terjadi countless terhadap hubungan-hubungan yang terjadi di masyarakat yang di anggap sebagai cinta…karena definisi “dekat“, dan “mengikuti alur” begitu mudah di salah tafsirkan…bisa saja orang dekat, namun sebagai teman…namun definisi “go with the flow” sendiri mengartikannya sebagai pacar…bukan sebagai seorang sahat…should it be like that???

dan saya kecewa terhadap diri saya yang mempunyai sikap seperti itu. hal-hal kecil yang di sebut “I Love You” jarang sekali saya ucapkan kepada orang yang saya dekati…dan bisa di anggap “pacar” jika menganut hukum gaya baru! dan hal itu akhirnya memberikan saya kepada sebuah titik…

‘ketidak percayaan, dan ketidak yakinan…’

karena sebenarnya orang yang tidak yakin terhadap perasaannya sendiri yang melakukan tindakan “go with the flow“, karena ia belum siap terhadap apa yang ada di hadapannya, apa yang harus di lakukannya, dan apa yang akan di baginya…baik suka maupun duka…meraka, saya, dan orang-orang berfaham baru sebenarnya tidak yakin akan kekuatan hubungan yang terjalin antar 2 umat manusia itu…

jadi saya putus asa disini…putus asa, kapan saya bisa lepas dari jeratan hukum gaya baru ini…mungkin saat ini?! saat nya maju dan memecah gemerincing rantai gaya baru yang terbelenggu dalam diri saya…mungkin saja…asal dia mau bersama saya memecahkan rantai ini secara perlahan…

maukah anda nona?!