jump to navigation

define: woman! Juli 7, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

waduh, saya bakalan susah kalau ada pertanyaan seperti itu. bahkan jika saya bertanya kepada kamus 1 milyar, google, ataupun wikipedia. mereka cuma memberikan pemahaman general tentang wanita. bagaimana bentuknya, apa saja yang dimilikinya, organ-organ di dalam tubuhnya, dan kenapa mereka bisa di sebut wanita.

namun jikalau mulai menginjak ke masalah “sifat”, dan “karakter”…maka wanita ini ibarat Alien…maka orang pun banyak yang berujar…

“man are from mars, and woman are from venus!”

Mars terkenal sebagai planet batuan yang keras, dan penuh dengan CO2, menjadikannya planet yang ganas, dan benar-benar tidak layak untuk di hidupi.

namun venus juga tidak kalah “sadis”…berbentuk gas yang tidak beraturan, dekat dengan matahari, dan memiliki panas atau suhu yang berlebih, terlebih sering terjadi badai panas di dalam planet venus sendiri.

adakah pilihan planet itu memang karena sifat masing-masing gender, atau hanya iseng saja. mungkin saja saya bisa bilang…

man are from merkurius, and women are from jupiter?!

oke…kembali ke topik masalah definisi. susah rasanya mendefinisikan sesuatu yang begitu “subjective” dan “personal”. apalagi wanita dikatakan sebagai lukisan abstract, tidak jelas bentuknya, tidak karuan warnanya, dan beragam artinya.

jika mereka diam, maka saya akan berpikir…

  1. dia ini males ngomong ama saya…
  2. sariawan dan bibir pecah-pecah
  3. sakit gigi
  4. atau memang dia benci sama saya…

jika mereka berkelit dan suka berkelok-kelok, maka saya akan berpikir…

  1. dia tidak mau dengan saya…
  2. dia memang malas…
  3. dia mantan supir bajaj…

jika mereka tidak membalas pesan anda, tidak mengangkat telpon anda, maka saya akan berpikir…

  1. dia tidak ada di tempat
  2. dia sedang berduaan dengan pacarnya
  3. dia sedang berduaan dengan suaminya
  4. dia sedang berduaan dengan selingkuhannya
  5. dia sedang makan
  6. dia sedang ke “belakang”…
  7. dia tidak ingin berbicara
  8. dia tidak ingin mendengar suara anda…
  9. dia tidak ingin anda mendekati dirinya
  10. dia tidak ingin, dll…

yang jelas…yang saya tangkap ketika wanita mengacuhkan kita…hal yang terlintas dalam pikiran saya adalah…

“tidak ingin!”

padahal mungkin saja belum tentu seperti itu…namun ketika saya mencoba mendefinisikan arti lain dari setiap tindakan wanita, maka saya tertutup pada sebuah jalan buntu yang sesat…tidak jelas, dan belum pasti juntrungannya…

ah kalau saja saya pernah berkunjung ke Venus, mungkin saya akan bertanya 1000 pertanyaan…hanya untuk mendefinisikan sebuah kata…

“wanita!”

:) ..

diacuhkan! Juli 3, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

setelah beberapa hari ini saya masih mencoba untuk sabar dan sadar. masih mencoba untuk tertawa, hari ini saya benar-benar sudah kehabisan akal, kehabisan metode, dan kehabisan kata-kata… :)

apalagi hari-hari terakhir ini saya lebih banyak berkutat di project “code::wrox” yang semakin hari, semakin kompleks saja rasanya. dan semakin saya dalami, semakin tenggelam diri saya. bahkan untuk class database dan active records sendiri sudah hampir 700 baris code.

saya terbiasa menulis hingga 1500 line of code, tetapi mengingat saya baru saja belajar PHP, dan baru mengerti fungsi-fungsinya dari kemarin, maka saya cukup heran dengan perkembangan LOC pada class-class yang saya buat. bahkan saya berpikir, nantinya LOC saya akan semakin besar!

dan akibat itu, saya mengacuhkan pikiran-pikiran kecil saya. saya lupa pada detail-detail hidup yang terjadi pada saya yang terlihat begitu kecil, namun begitu berpengaruh. apakah itu hasil pengamatan saya terhadap orang lain, atau sekedar perasaan saya terhadap diri sendiri, asumsi saya terhadap apa yang terjadi, ataupun konklusi saya terhadap suatu subject dalam diri.

saya lupa untuk berpikir tentang “bagaimana memandang hidup dari sisi yang kecil, dan pandangan yang berbeda!”

terakhir kali menulis tentang hal-hal yang sentimentil itu terjadi beberapa hari yang lalu, dan setelah itu saya mengerjakan code::wrox dengan sepenuh jiwa.

namun ketika saya sadar, ada 2 konklusi yang saya dapatkan:

  1. saya berusaha melupakan apa yang terjadi dengan mengerjakan hal lain
  2. saya memang hanya bisa mengerjakan hal-hal seperti ini

dan apapun yang saya pilih, saya tahu, kalau saya sudah sangat sangat susah sekali untuk maju. bayangkan ada berapa S disana?! “sudah sangat sangat susah sekali”,  semakin banyak S nya…maka semakin rumit hadangannya.

jadi saya berusaha untuk mengalihkan energi saya kepada titik-titik lain yang bisa menjadi penyemangat di dalam diri saya. saya berusaha mengacuhkan perasaan saya, dan berusaha mengelabuhinya…berharap semuanya perlahan akan kembali, dan nanti pada suatu titik, ada seseorang yang rela membagi setengah bagian dalam dirinya untuk saya singgahi, untuk mengganti titik solid dalam hati ini…menjadi sebuah lembaran putih yang baru, dan siap untuk di tulisi kembali!

namun hari ini saya rupanya masih tidak sadar…

“kalau saya ini sudah tidak di anggap!”

mungkin saya benar-benar sudah jadi penganggu. sudah benar-benar tukang makan pulsa, dan penghabis pulsa nomor 1. dia bahkan pernah berkata…

“kalo ga penting ya balesnya kapan-kapan aja!”

dan ketika dia tidak membalas sms saya…saya tahu, kalau saya sudah tidak penting lagi. karena seluruh kepentingannya sudah habis, dan kami seperti masa pra-kontrak! ketika kontrak itu habis…maka selesailah kerja sama kami… :)

sayangnya penawaran kontrak baru sudah ditolak, sebelum saya mengucapkannya… :D

apalagi saya menawarkan kontrak permanen?! mungkin belum terucap…saya sudah di campakannya…hehehehehe…

dan sekali lagi, hari ini saya tidak belajar! saya di acuhkan sekali lagi…dan ketika saya sadar. saya seperti kembali pada state dimana saya berada beberapa hari yang lalu. pada keadaan dimana saya merasa,

“betapa pengapnya udara di sekitar saya!”

karena saya baru saja kehilangan udara yang selalu ada di sekitar saya… :)

entah kenapa, saya enggan menyerah…karena udara itu begitu indah, dan udara itu begitu semerbak. namun seperti kata deddy mizwar…

kerjalah daku, kau ku tangkap…

namun dalam kasus saya…

jangan kejar aku, aku tak mau di tangkap…

hehehe… :D

ber-Tuhan! Juli 3, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul, my soul.
add a comment

jika saya, anda, dan orang lain berbicara tentang sesuatu yang sensitif seperti Agama, maka pada akhirnya kita akan selalu berbicara mengenai persepsi pribadi, dan tentu saja, persepsi pribadi adalah hak pribadi. sehingga ketika hak itu disinggung, maka akan mudah sekali muncul friksi-friksi kecil, cukup tambahkan sebotol minyak tanah maka munculah api yang sangat besar. oh, saya lupa…minyak tanah sudah langka sekarang, dan sayang sekali tabung elpiji bukan bahan yang bagus untuk menyulut api.

namun dalam setiap kesempatan saya berpikir, saya selalu dihantui pertanyaan…

“apa itu Atheis?!”

lalu saya pun mencari sebuah solusi, dan kesimpulan dari fakta yang saya tahu…

orang Atheis adalah orang yang tidak percaya akan Agama. lalu muncul pertanyaan kedua…

“apakah orang Atheis memiliki Tuhan?!”

saya pun berpikir, dalam kontepelasi yang jauh lebih sederhana…

“apa itu Agama…dan apa itu Tuhan?!”

opps, maaf, sebenarnya 2 hal di atas sama sekali bukan topik yang sederhana, dan sama sekali seharusnya tidak disinggung saat ini. namun, want won’t want alias mau tidak mau, saya harus membahas topik-topik itu.

mari kita lanjut kepada definisi Tuhan menurut pikiran saya yang sederhana ini.

Tuhan adalah sebuah kekuatan yang diluar batas nalar manusia. sesuatu yang mengatur semuanya agar berjalan beriringan dan berdetak berdasarkan irama…

coba bayangkan jantung anda memompa cepat, namun paru-paru anda bergerak lambat menerima oksigen. maka secara umum anda akan segera pingsan…karena kadar supply oksigen akan kurang ke dalam otak.

begitu juga Tuhan. dia adalah yang mengatur agar semuanya berjalan sesuai jalurnya. oleh karena itu Tuhan yang menyeimbangkan hidup kita, Tuhan yang mengatur gerak nafas kita, Tuhan yang mengatur detak jantung kita.

lalu saya pun kembali bertanya…”apa itu Agama?!”

dan kembali pikiran saya yang sederhana ini menjawabnya.

Agama, adalah wujud personalisasi Tuhan kepada manusia.

saya sering berbicara, tentang bagaimana manusia ingin memudahkan sesuatu dengan menciptakan personalisasinya masing-masing.

misalnya saja, mereka merekam tanda cinta, dengan bentuk jantung. sehingga ketika saya menuliskan jantung, maka orang akan berpikir tentang “cinta”, bukan hal yang lain, tentu saja kecuali anda seorang dokter ahli jantung. kalau itu, mungkin anda akan berpikir tentang cardiac, atau penyumbatan arteri.

jadi secara tidak langsung, Agama adalah sifat personalisasi dari Tuhan. disana di tuangkan, bagaimana Tuhan berkehendak, bagaimana Tuhan bersabda, bagaimana Tuhan bertitah, dan bagaimana Tuhan berbicara.

lalu jika Atheis seorang yang tidak ber-Agama. apakah dia tidak ber-Tuhan?!

saya lalu mencari definisi lain dari Tuhan.

Tuhan adalah hal yang tidak bisa di tuliskan secara teori, namun lebih kepada penghayatan hidup kita, agar nantinya kita bisa menjadi manusia yang lebih baik. Tuhan bukan sekumpulan barisan kata-kata, dia adalah pengatur tindak-tanduk kita sebagai manusia. kita menuliskannya hanya karena kita takut lupa. namun jika Tuhan ada di dalam dada…sesungguhnya, seluruh teori tidak akan berguna…karena semuanya terekam dan dilaksanakan oleh Jiwa…

jadi…dari kalimat metafor diatas, saya mendapatkan kesimpulan…

“jika kau tidak ber-Agama maka belum tentu kau tidak ber-Tuhan…namun jika kau tidak ber-Tuhan, sudah pasti kau tidak ber-Agama…”

dan kesimpulan yang saya dapatkan…

“iya Atheis tidak ber-Agama, namun saya yakin mereka ber-Tuhan…”

itu menurut saya, dan terserah bagaimana anda. toh interpretasi terhadap Tuhan adalah hak pribadi masing-masing…termasuk hak pribadi saya, anda, dan mereka… ;)

teori tentang hasil itu mudah, tapi prakteknya susah bukan main! Juni 30, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

sungguh, hari ini saya tidur lelap sekali. sayangnya saya tidur pada waktu sore hari, jadi bisa di pastikan saya akan stay up, malam ini sekali lagi…

oke, at least saya bisa mencoba untuk menlanjutkan library database yang nanti akan saya gunakan pada code::wrox. pada rancangan awal, saya ingin menggunakan PDO sebagai base terhadap database, ingin menentukan koneksi nya bisa di tentukan secara bebas dan menyenangkan.

namun akhirnya saya berpikir untuk sementara menggunakan MySQL saja, toh database ini begitu melekat dengan PHP. lagipula saya belum memiliki dokumentasi yang lengkap dari PDO, tentang issues, dll. sehingga cukup sulit untuk berpikir tentang, apa masalahnya, dll.

class database ini nanti saja kita bicarakan… ;)

ketika saya bangun, sebenarnya karena saya lapar, dan jelas sekali saya belum mandi…karena saya ingat, kalau saya terakhir mandi adalah pagi tadi. dan tentu saja ini sudah lewat 12 jam, yang tentu saja membuat badan saya berkeringat dan lengket, lagipula tidur di kamar sewaktu sore hari adalah sauna tersendiri, akibat pengurangan jatah kipas di rumah ini…akibat begitu intens digunakan hingga rusak, dan menyebabkan, kipas saya harus di gilir untuk menghangatkan ruang tamu.

ketika sampai di ruang tamu, seperti biasa, saya menghidupkan komputer saya, dan mencoba mencari tahu…apa yang sedang terjadi di luar sana…sekedar leyeh-leyeh sambil menunggu makan.

lalu saya melihat, kalau dia online. tadi sebelum tidur saya sempat menyapanya…

“kaku!!!”

entah saya yang kaku, karena sudah kehilangan udara, atau memang dia berusaha menghindar?! atau jangan-jangan kami berdua terjebak pada situasi yang sama. situasi dimana sebenarnya kami sadar, kalau semua hal ini hanyalah sebuah koma, bukan titik…dan tentu saja tidak mungkin mengakhiri sebuah kalimat dengan koma.

sepertinya isu film ci(n)ta sedang melanda saya?! what ever lah…

lalu saya coba untuk menyapanya…lama sekali, bahkan saya sendiri tidak yakin apakah saya bisa menuliskan pesan dan menyapanya. atau lebih tepatnya mencoba menggairahkan kembali udara di sekitar saya.

jujur ketika saya mengirimkan pesan, saya berpikir “mau di balas, ataupun tidak…terserah! at least I’m try to be kind!”

namun ketika menit berlalu menit, detik di ganti detik, tidak ada jawaban yang keluar…entah karena dia sedang sibuk, tidak ingin di ganggu, atau memang sedang keluar…

ketika itu saya sadar…segela sesuatu menjadi berat, ketika kita merasakan betapa susahnya berpraktek dibandingkan berteori! dan sebenarnya saya pun masih dipengaruhi hasil, masih selalu bertanya…

“bagaimana jika?!”

karena hanya hal itu yang membuat kita sadar…kalau sebenarnya kita ini ada di dalam batas…dan ketika menyentuh batas itu, maka ada beberapa hal yang bisa di lakukan…

“terus menggedor pintunya, atau berbalik dan pergi…”

dan saya belum bisa memastikan…apakah saya akan terus berdiri menunggu pintu itu dibuka…atau saya harus berbalik dan pergi…mencari pintu lain yang masih bisa diketuk?!

“sigh…” Juni 29, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul, my soul.
add a comment

saya membuka Yahoo! Detector hari ini, melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan…saya mengetikan beberapa kata yang menguntai menjadi sebuah hal yang bermakna, seperti mengandaikan seseorang dengan metafor, mencoba membayangkan kalau dirinya adalah soerang tokoh kartun.

saya, anda, dan semuanya pasti memiliki hal yang sama…karena kita suka sekali berimajinasi…

dan ketika saya usai mengetik kalimat itu, saya menekan entar sambil melihat sebuah “loading bar” yang seakan menjadi sebuah seek time, di dalam otak saya untuk mencari…

“kenangan apa yang sebenarnya tersimpan di balik lipatan memory ini?!’

dan ketika saya berusaha mengontrol semua udara yang bergerak, saya di hadapkan pada sebuah keputusan…

“kalau saya bukan pengendali udara yang berkeliaran di sekitar saya…setidaknya untuk saat ini!”

ketika saya melihat sesuatu tercetak, dalam rona pixel, dan balutan warna 16-bit…maka semuanya menjadi jelas. lipatan memory saya berakselerasi cepat, berusaha untuk menutup semua lembaran yang terbuka. namun emosi memang adalah sebuah komputer yang jauh lebih cepat di bandingkan dengan olah pikiran. dan sekali lagi!

emosi saya menang!

saya lalu berucap…menahan nafas, lalu menghembuskannya perlahan…seperti menghisap lagi perasaan yang dulu terbang di udara, untuk sekedar masuk ke paru-paru…toh perasaan itu pernah menjadi bagian dan warna dalam hidup saya. pernah menjadi salah satu balutan warna pelangi dalam indahnya dunia yang saya diami…dan pernah menjadi kuas yang melukis…

“betapa indahnya cinta…”

dan ketiga.. “sigh!” itu terhempas…saya sadar. sebenarnya saya belum berakhir, dan saya tidak pernah berakhir. saya lalu berpikir tentang “konsep esok” yang saya pikirkan beberapa hari sebelumnya, namun saya urung untuk menuliskannya…karena mungkin begitu banyak hal yang menggoyang titik nadir saya, dalam menjalani hidup…setidaknya seperti memberikan sebuah gempa kecil, dan guncangan sederhana…namun mampu memecah molekul udara yang tersimpan dalam rapatnya CO2…carbonat itu pecah…dan meluap-lupa…muntah, berceceran di lantai…

ahhh…sigh! tinggal 2 ujian lagi…dan saya bisa menginstall ulang semua yang ada di dalam diri saya… secara sederhana…dengan bantuan Bunda… :”> …

wismilak… :)

emotionally uncharged… Juni 28, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul, my soul.
add a comment

akhir-akhir saya merasa begitu letih. entah karena memang saya sedang sakit, atau ada hal-hal lain yang menganggu pikiran saya. yang saya sendiri bingung untuk mendeskripsikannya seperti apa…

seperti note yang saya tulis di laptop saya, namun belum sempat saya post. saya sedang dalam kuasa “hal” yang tidak bisa dijelaskan secara teori, dan tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan yang begitu logis. sepertinya otak kiri saya enggan memetakan apa yang sebenarnya terjadi pada saya akhir-akhir ini…

semester ini, saya sungguh emotional, begitu banyak hal yang terjadi yang menggoyang emosi saya. dimulai dari titik didih yang meledak dan membuat saya menjadi “lebih ketus” kepada orang-orang disekitar saya. saya merasa kalau saya sudah tidak “ramah” lagi, walaupun orang-orang pun tidak pernah secara langsung bilang kalau saya ini ramah.

bahkan beberapa orang mengatakan kepada saya…

“how naive is your face!”

karena Tuhan menset wajah saya untuk menjadi seseorang yang begitu angkuh dan terlihat kuat. namun sayangnya setiap keping diri saya begitu rapuh. seperti wafer tanggo. bedanya saya tidak memiliki ratusan lapisan, dan tentu saja cream vanila, atau strawberry di setiap keping perasaan saya.

selain itu, emosi saya di aduk dengan perasaan indah, seperti perasaan “fell in feel”…kepada seseorang, atau menghabiskan semalam penuh dengan seseorang, memandang bagaimana wajahnya mengantuk, tersenyum agar dia begitu tegar, ataupun memberikan sebuah kejutan ketika dia jatuh sakit…

emosi-emosi itu mengisi hari-hari saya pada semester ini, dan memberikan warna yang berbeda. saya tidak mengatakan semester ini begitu baik, dan semester sebelumnya begitu abu-abu. karena setiap kehidupan dan waktu punya warna yang berbeda…begitu juga semester ini…

semester, dimana emosi saya begitu di pompa…

namun sekarang, ketika akhir semester menjelang. saya baru merasakan, kalau semester dengan emosi yang membludak akan membuat saya menjadi tidak stabil, dan begitu mudah untuk lelah…begitu juga sekarang…entah besok…

I’m emotionally uncharged!

ketika rasa-rasa emosi itu begitu sepi. ketika tidak ada orang yang bisa membuat saya menjadi labil. ketika saya merasa kalau dia begitu jauh dan mencoba untuk menjauh…maka saya seperti handphone kehilangan charger…

begitu lelah, dan begitu malas untuk bergerak…seperti bergerak dalam moder Power Saving. dan begitulah saya akhir-akhir ini. at least, saya ingin mengakhiri semester ini tetap dengan sebuah GLORY di tangan…and this emotionally uncharged…tidak bisa mengatur apa yang saya inginkan…

apa yang saya dapatkan, tergantung dari apa yang saya lakukan…bukan dari apa yang saya rasakan… :)

mungkin ini pengaruh honesty?!

argh, kalimat itu terngiang lagi…

“it doesn’t mean I like being dishonest. it’s as easy as telling ‘I Love You’, but in fact it kinda hard when you think. What should I do if you don’t Love me too?!”

am I too honestor too dishonest?! anyway….just keep up with any situation, do the maximum…

wismilak… :)

berlari, menjauh! Juni 26, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

ada sebuah film yang berjudul, “kejarlah daku…kau kutangkap”.

dan sepertinya saya sedang di coba dengan syndrom ini. karena akhir-akhir ini saya dikenai sindrom ini. saya disuruh berlari keliling lapangan, untuk mengejar sesuatu yang saya pikirkan. saya mengejar “udara” yang ada di sekitar saya…

entah kenapa si udara sekarang berlari menjauh, mungkin seperti ingin berkata…

“what would you do, if I run away?”

atau mungkin ingin berkata…

“please, stop chasing me…”

jadi saya hanya dipilihkan pada 2 pilihan…

  1. berlari terus, dan jatuh kelelahan…ujung-ujungnya adalah pingsan…
  2. diam dan mundur perlahan…

namun yang jelas, apapun yang saya pilih…saya berada di luar jangkauan untuk bisa meraih “udara” yang ada di sekitar saya. semua pilihan di atas tidak memberikan saya jalan pintas kepada “udara” saya. malah, saya rasa…saya semakin jauh. entah karena saya pingsan, atau karena saya terdiam…

tadi saya berpikir, saya ingin bertanya kepada teman wanita saya…yang tentu saja notabene memiliki sifat yang mirip seperti si “udara”…selalu melayang dan bebas…serta…

“siapapun bisa menghirupnya…”

tentu saja dalam konotasi positif…dimana sebenarnya dia tidak memiliki ikatan terhadap suatu makhluk…dia seperti eternal sunshine yang bisa menjadi “senyum” di tengah-tengah dunia…bedanya dia berbentuk gas, dan melayang…atau disebut “udara”…

oke kembali ke pertanyaan saya kepada teman wanita saya…

“apakah wanita jika di dekati, pada suatu titik dia akan menjauh?!”

jika dia menjawab “tidak”, maka habis sudah pertanyaan saya, dan saya yakin tidak ada opsi ke-3 untuk saya…dan saya rasa memang tidak ada opsi ke-3 untuk saya…bahkan mungkin saya tidak diberikan memilih 1 dari 2 opsi tersebut. namun jika jawabannya adalah “ya”…maka pertanyaan berikutnya akan berlanjut…

“apa artinya jika mereka menjauh?”

jika dia menjawab “jenuh”, maka saya akan mengulangi langkah yang sama pada nomor 1…namun jika dia menjawabnya berbeda, misalnya, “mengetest!”. maka pertanyaannya akan berlanjut lagi…

“ngetest apa?? seberapa besar saya menginginkan dirinya?”

jika dia berkata “tidak”, maka kemungkinan besar dia merasa terganggu oleh kita. dan oleh itu saya sudah siapkan kalimat yang setidaknya bisa membuat saya mundur dengan tenang…

“apa aku ganggu kamu? kalau iya…aku benar-benar minta maaf.
kali ini, besok, lusa…aku ga akan ganggu kamu lagi…
tapi…kalau kamu butuh bantuan…kamu tahu kalau aku akan selalu membantu kamu…
dan kalau kamu butuh bantuan…kamu tahu kamu bisa telepon siapa…”

agak lebay sebenarnya, namun 2 kalimat di bawah sebenarnya hanya untuk menghangatkan suasana, dan supaya lebih hangat lagi…saya rencananya akan menambahkan kalimat ini…

“tapi kamu tetep kan…jadi temen aku?! as a friend…”

oke…berarti 3 kalimat di bawah adalah pemanis. dan sayangnya tidak semua orang suka manis. namun saya yakin, karena wanita lebih suka coklat, maka kemungkinan besar kalimat saya di terima akan cukup besar…karena ini terlalu manis!

itu jika dia menjawab kalau “saya ini mengganggu hidupnya”. namun jika dia menjawab “iya”, maka saya merasa tersinggung. kenapa hanya wanita yang bisa mengetest pria? kenapa wanita tidak…

oke…yang di atas cuma intermezzo, toh yang mengejar dan dikejar sebenarnya adalah object tidak kasat mata. karena saya mengejar perasaan, bukan mengejar maling rokok.

namun saya berpikir…jika dia berlari menjauh maka??? apa yang akan saya lakukan…

dan ketika saya merasa kalau dia sudah berlari menjauh, maka yang saya lakukan adalah…

“diam…”

tolol?! oke…anggap saja begitu. namun, saya berpikir…kalaupun saya berlari, saya yakin saya tidak akan sampai pada tujuan, karena saya penuh keraguan. bahkan untuk melangkah pun saya masih menimang-nimang, apakah saya perlu melangkah…atau sekedar berwacana dalam pikiran saja. menghayal dalam pikiran saja. atau bermimpi dalam pikiran saja.

ada banyak yang saya ingin ungkapkan. ada banyak yang saya ingin rencanakan. ada banyak hal yang ingin saya lakukan. namun semuanya menguap…seperti “udara”…bedanya dia tidak menyatu dengan udara yang saya “inginkan”. dia terbang ke angkasa, dan tidak kembali lagi.

lalu saya menyeduh segelas Cokelat panas, untuk menghangatkan tubuh di pagi buta ini, lalu saya teringat pada lyric yang pernah saya buat…jaman dulu…

“lucky me that world is round-and-round
although we know, we ran in a different way!
we will know someday…we will see again…
we will know someday…we will meet again…
meet again!”

ya…dunia ini begitu bulat sebenarnya…dan kemanapun kita berlari…kita bisa bertemu kembali pada suatu titik yang berbeda…mungkin tidak sekarang, tidak besok, tidak lusa…

namun, saya masih ingin sekali mencoba untuk berlari, untuk kali ini…hingga nanti saya menyerah dan mengangkat bendera putih ke udara. dan kalaupun nanti saya hanya bisa terdiam duduk lemas, terkulai. maka saya yakin…

“someday…we will meet again. in another time, at another place…”

karena dunia itu bundar…. :)

why I kept smiling? Juni 25, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, body, and soul, my soul.
add a comment

hari ini saya pergi ke Alfamart seperti biasa, saya mendengar lagu yang biasa saya dengar, dan membeli apa yang biasa saya beli. 1 buah Greensand dengan rasa original, dan 1 buah Chitato rasa ayam bakar, lengkap dengan tambahan You C-1000 untuk mengobati sariawan yang menyerang lidah saya.

namun bukan itu yang ingin saya bicarakan…ketika saya mendengar lagu-lagu itu…saya selalu tersenyum…

ketika saya melihat rak dan mengambil You C-1000 saya tersenyum…

ketika saya melihat 1 buah buavita…saya tersenyum….

lalu saya bertanya…why I kept smiling?! lalu saya pun sadar, ada beberapa memoar yang unik di dalam diri saya, terhadap 3 barang itu…You C, Buavita, dan lagu-lagu itu…

saya sadar, kalau saya pernah mencurahkan perasaan saya terhadap barang-barang itu, membagi perasaan dengan orang lain melalui perantara barang-barang sederhana itu. melalui bagaimana saya bertindak dan memberikan barang tersebut sebagai salah satu bagian dari perasaan saya…sekedar untuk menguatkan, walaupun dia tidak perlu sama sekali untuk di kuatkan…karena toh dia memang sudah kuat!

saya pun sering berpikir seperti itu…untuk apa saya menguatkan dirinya, sementara dia sendiri sudah begitu kuat. jadi istilah umunya adalah, dia tidak butuh saya…

namun kenapa saya tersenyum untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan…lalu saya berpikir, menelisik kedalam…dan ketika lyric dari The Adams bersenandung…

“hanya kau yang bisa…
memastikan semua…
segala yang kurasa…
hanya kau yang bisa merubah semua….”

akhirnya saya sadar…kenapa saya tersenyum…karena hanya dia yang bisa merubah semua perasaan saya…

dan butuh ataupun tidak butuh, yang terutama saya sadar…

“kalau cinta ini masih ada di hati saya!”

:)

something invisible! Juni 24, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

bukan bicara masalah saya dan status YM! saya yang senantiasa memiliki kalimat seperti itu, bukan pula bicara status orang yang suka invisible, bukan…sama sekali bukan…walaupun jaman sekarang invisible jauh lebih terikat dengan sebuah Yahoo Messenger di bandingkan kamus bahasa Inggris. apa mereka pikir kalau Invisible itu kata yang di ciptakan Yahoo?!

ini masalah kalimat yang saya tulis kemarin, dan kebetulan teman saya yang menemukan “spot” nya, bahwa sebenarnya kalimat itu sungguh kontradiktif. dan saling berlawanan….kalimat itu kurang lebih berbunyi…

it doesn’t mean I like being dishonest. but some how it’s hard to be honest. It’s just like as easy as telling ‘I Love You’, but in fact it’s kinda hard when you think, what should I do, if you don’t Love me too?!”

ketika teman saya menuliskannya di status Facebook saya, saya jadi ingin sekali menulisnya, tentu tidak straight away, karena saya sendiri membatasi posting saya at least 1-2 perhari, dan saya sendiri tidak mau terlihat seperti orang gila yang kurang kerjaan, karena menulis terus…walaupun untuk diri sendiri.

lalu spot apa yang teman saya temukan? spot yang dia temukan itu berasal dari komentarnya terhadap kalimat saya…

“such a honest word!”

padahal jelas-jelas saya menuliskan pada awal kalimat…

“it doesn’t mean I like being dishonest…”

in a certain reason, ketika saya menuliskan kalimat itu sebenarnya saya sedang bingung terhadap perasaan saya, apakah saya yang mengawang, ataukah memang hal-hal kecil seperti ini tidak bisa di lanjutkan, padahal I thought, it gonna be fun kalau misalnya bisa kami, atau mungkin saya…karena intepretasinya hanya dari pikiran saya…ke jejak selanjutnya…ke langkah berikutnya…

konsep dasarnya dalah kalimat terakhir sebenarnya…

“it’s as easy as telling ‘I Love You’, but in fact it’s kinda hard when you think, what shoud I do, if you don’t love me too?”

saya mencoba mengaitkan perasaan saya, kenapa saya bisa seperti itu…dan munculah kalimat…”honest” dan “dihonest”, yang dimana tentu saja memiliki korelasi dengan perasaan saya, cinta saya, dan udara yang ada di sekitar saya…

apakah saya terlalu banyak membohongi perasaan saya?!

saya sering menulis, berkata…

“Love isn’t matter of result…it’s the matter the way you find it!”

namun sungguh-sungguh-sungguh-sungguh susah sekali di lakukan, terkadang kalimat itu kelu sampai kerongkongan, terkadang hanya terucap di lidah, terkadang hanya di getarkan pita suara…bahkan terkadang tidak sampai pada diafragma…

jika kalimat adalah nafas, maka saya yakin…saya ini sudah asma akut…dan kambuhan…

tetapi dari kalimat itu saya sadar…

“there’s a certain HONEST in our DISHONEST!”

karena seperti apapun perasaan kita, kita sebenarnya sadar tentang apa sebenarnya yang menjadi perasaan kita…apa sebenarnya yang kita rasakan, dan apa yang sesungguhnya ada di dalam diri kita…secara tidak langsung, kita selalu sadar tentang apa yang kita lakukan.

khilaf, dll. itu sebenarnya adalah titik dimana seseorang mencoba dishonest terhadap perasaannya… :)

dan tentu saja, ketika saya sadar kalau saya sedang membohongi diri saya…maka saya sebenarnya jujur terhadap diri saya, saya sedang being honest terhadap apa yang ada di hadapan saya…

namun ketika saya berpikir tentang “being honest” terhadap diri saya, saya lalu berpikir…

“apakah memang benar, dia bisa saya miliki atau hanya sekedar mimpi?”

ahhh…lagi-lagi pertanyaan yang mempertanyakan perasaan…ternyata selain,

“there’s a certain honest in our dishonest, ada certain dishonest in our honest…”

jadi…sebenarnya apapun yang terjadi, kita terjebak pada situasi yang satu ini…selama…

“selama saya masih belum mau bergerak dari tempat ini…selama saya hanya masih bisa seperti ini…selama saya hanya bisa mengintepretasikan cinta, harapan, dan udara dari satu sisi…”

selama itu maka saya akan menjadi sesuatu yang “invisible”…tidak terlihat…dan tidak berbekas di mata orang lain…

dishonest! Juni 23, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul.
1 comment so far

ketika saya ingin mandi sore, entah kena sambit apa, tapi saya berpikir tentang sebuah hal…

“dishonest!”

saya lalu mencoba memikirkan, sudah berapa kali saya membohongi diri saya, mengibuli diri saya, menutupi perasaan saya, mengaburkan rasa saya, ataupun menghentikan rasa sayang saya!

rasanya begitu banyak dan tidak bisa di hitung. perasaan-perasaan dishonest itu sepertinya begitu banyak, bahkan saya sendiri sampai bingung, kenapa bisa sebanyak ini, dan apa yang menjadi penyebab utama dari dishonest tersebut. otak saya yang di pimpin oleh otak kiri mencoba mencari solusi, tentu saja tetap tanpa kompromi dengan otak kanan.

namun tidak ada solusi yang bisa saya temukan, yang saya temukan hanya beberapa algoritma 2 lokk OLL, dan 2 look PLL yang saya gunakan memecahkan Rubiks Cube di kamar mandi tadi.

ahhhh, saya pun bingung…hingga tiba-tiba sebuah kalimat terlintas….lalu dengan cepat saya menuliskan sebagai status saya di Facebook…

it doesn’t mean I like being dishonest. but some how it’s hard to be honest. It’s just like as easy as telling ‘I Love You’, but in fact it’s kinda hard when you think, what should I do, if you don’t Love me too?!”

sama seperti yang saya ungkapkan kemarin sebenarnya…

Love isn’t that easy to tell…karena kita sendiri takut pada hasil akhir…dan tidak berfokus kepada tujuan. hal ini membuat saya menjadi dishonest terhadap perasaan saya sendiri, saya sendiri berusaha mengcompress perasaan saya, dan rasa yang saya dapatkan…bahkan terkadang saya berpikir…

“apakah saya terlalu mengawang-ngawang? terlalu jauh berpikir ke atas…padahal hati dan kaki saya berpijak di bumi…atau mungkin hati dan kakinya berpijak di bumi, dan tidak ikut terbang bersama saya?!’

menebak perasaan adalah hal yang paling rumit, karena bahkan kita sendiri tidak yakin terhadap perasaan kita…oleh karena itu terkadang kita tidak jujur terhadap perasaan kita…

sepertinya dishonest adalah pandora box di dalam diri saya…jika saya mencoba untuk honest, saya tidak yakin, apakah saya bisa menerima semua yang terjadi! namun jika saya dishonest, maka saya terjebak pada lingkaran yang sama untuk kesekian kalinya…

ough…susah! :D