saya ingin menulis hal ini sebelum saya melupakannya dan menjadikannya sebagai salah satu lipatan pelajaran dalam batin saya, yang nanti mungkin akan di bolak-balik ketika saya mengalami dejavu terhadap kejadian tersebut.
kejadiannya adalah beberapa “pick pocket” atau mungkin “pick handphone” lebih tepatnya, yang sedari dulu sering saya dengar berulah di angkutan umum di ibukota Jakarta, but somehow, might be 2 days ago was my luck (or bad luck). jadi saya bisa melihat para “pick pocket a.k.a pick handphone” itu beraksi secara LIVE, nyata di depan mata saya…bahkan saya menjadi pemeran utama pada adegan itu.
2 hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan menuju kampus, hari itu ujian Web Database, so daripada berlama-lama di angkutan umum, maka saya memberanikan diri membuka handphone Samsung i780 saya dan membuka beberapa slide presentasi Web Database. lumayan untuk mempersiapkan diri menjelang ujian, beberapa jam lagi.
awalnya perjalanan sepi, dan biasa-biasa saja…hingga seseorang masuk dan duduk di depan saya. saya tidak curiga, dan masih melanjutkan untuk membaca presentasi.
masalah dimulai ketika ada seseorang yang duduk di depan saya (kebetulan saya duduk di pojok angkutan umum!), lalu muncul seseorang lagi yang duduk di sebelah orang tersebut. jadi total dari hanya terisi 1 orang, yaitu saya saja. kini bertambah 2 orang lagi.
tidak beberapa lama angkot penuh dengan cepat. WOW! amazingly, saya dijaga kewaspadaannya (ini pasti gara-gara Catur Sanak…thank’s my pals!
), dan ketika saya dihidupkan kewaspadaannya. maka seluruh rangkaian aksi ini dimulai.
pertama-tama, orang yang ada 2 baris di samping saya mulai merasa mual-mual, dia meludah, dan mengenai jendela. untungnya tidak mengenai saya, orang disebelah saya mencoba membantu dengan mencarikan tissue, dan pindah tempat duduk. jadi sekarang posisinya adalah:
pick pocket ; orang mual ; saya
saya pun mencoba membantunya untuk membuka jendela namun dia malah menutup kembali, lalu berkata…
“maaf ya mas…saya mual”, dan orang disebelahnya menimpali, seperti bermaksud untuk menolong. “maaf mas, tissuenya abis…”
coba ingat-ingat dialog diatas, jika anda bertemu dengan dialog itu, maka bersiaplah mungkin anda sudah masuk kedalam scene pencurian hari itu.
setelah itu beberapa orang tersangka lain menggeser-geser tempat duduk sehingga, hanya tersisa 2 tempat kosong. tidak beberapa lama, tempat itu diisi oleh orang yang mencari tissue tadi, jadi sekarang susunan duduk di angkutan umum adalah.
pick pocket ; kosong ; tersangka juga ; anak sma ; pemeran pembantu
kosong ; orang mual ; saya
tidak beberapa lama, saya merasa kalau situasi sudah tidak begitu aman, sehingga handphone saya masukan kedalam kantong celana. si pemeran pembantu yang memberikan saran, ketika saya teliti, saya jadi curiga, memang orang yang pertama naik ini adalah pemeran pembantu, mungkin saja termasuk salah satu tersangka.
akhirnya setelah saya memasukan HP saya, tiba-tiba orang mual itu kejang-kejang dan menubruk saya, dan saya diperintahkan untuk pindah. karena cuma ada 1 bangku kosong, maka dipastikan secara logika, ataupun algoritma manapun, saya pasti akan pergi ketujuan itu.
namun saya sadar, there’s a scene that created on it. jadi saya mengambil tas saya dengan tangan kiri, dan memegang saku celanan saya dengan tangan kanan. setelah duduk saya memposisikan tas itu di atas tangan kanan saya yang memegang tas. sehingga tangan kanan saya tidak terlihat sedang memegangi handphone.
tiba-tiba ketika saya baru duduk, orang-mual-yang-berubah-menjadi-ayan itu menarik-narik celana anda.
hal itu patut di garis bawahi, bahwa sebenarnya untuk mencuri dan mempermudah mengambil barang anda, maka pencuri menarik-narik celana anda, sehingga anda tidak merasa ketika kantong anda di raba. cara lainnya selain menjadi manusia-menjijikan-yang-mual-trus-ayan, adalah pura-pura menjadi tukang pijat.
ketika dia menarik celana saya, maka saya semakin menahan HP saya dengan tangan kanan saya, sedangkan tangan kiri menyeimbangkan tas, agar tidak terjatuh dan tangan saya terlihat oleh orang disebelah saya. tidak beberapa lama dia menggeser tempat duduknya, terlihat seperti ingin membantu orang-mual tersebut, dan menaruh tasnya diatas tas saya…sehingga saya tidak bisa melihat tangan kanannya (posisi yang sama seperti saya).
dan ketika ia mencoba mendekat ke orang yang mual, dia menjulurkan tangannya dan mencoba merogoh handphone yang ada disaku saya, yang mana masih di tarik-tarik oleh orang ayan di depan saya ini.
namun apa mau dikata, karena saya sudah sadar, bukannya hanphone yang di tangkap, namun malah tangan saya yang terpegang. akhirnya saya melihat wajahnya, lalu memasang senyum tolol, seperti berkata…
“LOSSSSEEEEEEERRRRRR!!!”
lalu saya tertawa kecil sambil memandang sinis wajahnya, orang itu terjebak dengan keringat dingin. tidak beberapa lama orang mual itu keluar, dan orang yang berada di sebelah saya berpindah posisi menjadi ke posisi di tempat orang mual tadi berada.
tidak beberapa lama dia turun, dan saya masih saja menatapnya sinis sambil berkata sekali lagi…
“LOSSSSSEEEEEERRRRR!!!!”
mungkin kalau saja, saya punya teman dan memiliki backup yang banyak…hari itu saya sudah bawa mereka ke kantor polisi Kebon Jeruk yang terletak dekat dari lokasi kejadian…sayangnya, kalaupun saya berteriak maling, maka saya paling cuma melawan orang itu sendiri, sedangkan dia bersama beberapa orang temannya!
bukannya saya takut, tetapi lain kali ketika saya melihat orang itu…naik kembali ke angkot yang sama…maka saya akan tertawa dan berteriak…
“tolong HP nya di jaga…”
oops, you got caught! :p …