mulai belajar untuk merekam…

hari ini setelah disibukkan dengan jadwal mengajar, apalagi tadi sekali lagi “skip” kelas, karena malas untuk masuk ke dalam kelas yang dingin dan pelajaran Artificial Intelligence yang cukup membosankan. akhirnya saya memutuskan untuk duduk di depan kelas membaca novel Candi Murca : Ken Arok, Hantu Padang Karautan, yang akhir-akhir ini menjadi salah satu bacaan yang saya selalu baca dimanapun saya berada. setelah kelas selesai, seperti biasa saya langsung menuju Evo dan mengajar hingga pukul 5.

karena beberapa hal, akhirnya proses mengajar berhenti tepat jam setengah 5, artinya lebih cepat 1/2 jam daripada apa yang dijadwalkan. mungkin karena shift terakhir murid yang datang hanya 1 orang, sehingga pelajaran menjadi lebih cepat berlalu.

ketika saya sampai di rumah, saya segera mengeluarkan laptop dan iseng-iseng untuk mencoba rekaman sekali lagi. dengan bermodal nekat, dan pengetahuan yang kurang dari cukup, maka saya memulai sesi rekaman saya di laptop Axioo TSJ 8162 yang saya cintai ini.

dengan menggunakan software Acoustica MixCraft yang sederhana dan memiliki tampilan yang friendly, maka saya dengan mudah bisa mengoperasikannya, bahkan tanpa perlu bolak-balik membaca help yang tersedia di software tersebut.

setelah beberapa lama berkerja, akhirnya saya bisa menyelesaikan rekaman. walaupun tidak sampai habis, karena capek (rekaman itu walaupun cuma duduk, tapi cape banget…). setelah semua konsep Raw nya selesai, maka saya melakukan Mix Down untuk mencampur lagu-lagu Raw itu menjadi satu.

dan … tadaaaa …. ini lah hasilnya : download.

pada demo itu saya mencoba melakukan cover pada salah satu band kesukaan saya yaitu Depapepe, di sana saya mencoba meng-cover lagu Start yang energic dan penuh gairah dari Depapepe. tune nya indah dan catchy, permainannya simple dan benar-benar indah.

memang masih sangat-sangat jauh dari sempurna, namun setidaknya saya bisa mau belajar dan sedang ingin belajar untuk melakukan recording yang lebih baik. tentu saja dengan alat yang lebih banyak dan hasil yang semoga saja lebih baik…

rekaman itu sulit…

setelah kemarin Behringer UCG-102 Guitar Link tiba di rumah, langsung test drive di laptop. install driver, and “whalla”…terhidanglah sebuah media rekaman untuk seorang gitaris amatiran seperti saya. setidaknya dengan adanya alat ini, hasrat saya untuk memainkan beberapa kunci G-C-D yang saya kuasai bisa terpuaskan. namun seperti yang saya duga…alat ini perlu sebuah bantuan Head Phone supaya saya bisa berinteraksi dengan baik dengan alat ini, dan konyolnya saya tidak punya head phone sama sekali.

saya memutuskan untuk mencarinya di sekitar Binus (besok), namun saya ingin sekali mencari head phone yang lebih bagus dan lebih baik…mungkin jika di sekitar Binus harga headphone bisa 30rb…saya lebih memilih headphone itu di bandingkan hasrat saya memiliki sebuah headphone yang cukup berkelas, namun murah.

Lanjut membaca