ketika kita sadar kalau kita mencintai seseorang, tatap matanya dan genggam tangannya karena ketika kita mengetahui bahwa nanti ketika di pagi hari dia tidak ada disamping kita, maka kita sadar…that you really love her!
couple of story that left by me ketika SMA. masanya anak muda, masa yang berapi-api! begitu kata bang rhoma, atau mungkin “ali topan anak jalanan”, kata ikang fauzi.
tidak usah mengkaitkan 2 kalimat di atas dengan post saya, karena pada dasarnya saya cuma ingin mengatakan kalau semua ini saya dapatkan ketika saya SMA, ketika saya baru mengenal dan mencoba bertindak serius dengan yang namanya cinta dan wanita…
saya kenal dengan seorang Wanita, my own Laudya Cintya Bella…nah you should knew it. saya baru sadar ada wanita yang menggugah iman saya ketika saya kelas 2 SMA, ketika kelas 1 SMA saya dekat dengan Sintia (ada banyak nama berinisial Sintia, Cintya, dan Sintia lagi..dalam hidup gw, what a market-name [nama pasaran], dan ini Sintia yang itu…bingung?!)
seseorang that I completely forgot ketika saya kelas 2. namun my own Laudya Cintya Bella merubah segalanya, sampai sekarang saya masih bisa mengingat wajahnya, suaranya, dan tinggi badannya…lol…
everything goes as it to be. saya kenal dia semenjak SMP, namun ketika SMP saya cuma menaruh perhatian kepada teman 1 gang nya. Novi…ahahahaha, damn Novi, anak kecil cerewet dan kurus kering (which is sering di compare dan di mirip-miripin dengan gw), kemana dia sekarang? sorry to make you as a bet, sampe sekarang gw nyesel…and Damn Eka that makes me do that…
masih teringat waktu gw ama Novi, Ratna, Eka, ama Hendra lari pagi tiap minggu…pulang-pulangnya beli keripik singkong berbumbu borax dan formalin, lengkap dengan MSG…
and gw jadi teringat dengan Ratna…si imut putih, juragan keripik, teman sekelas gw selama SD, orang yang tidak bisa menggoyah posisi Gw, Dwi, ama Renata di posisi top 3 kelas selama SD…
and gw jadi inget ama Herlyn (bukan Herlyn yang gw kenal waktu SMA, dan gw baru sadar, nama yang beredar selalu repetitive) sewaktu SD…si bocah cewe berkaca mata, satu-satunya yang pernah bilang di depan muka gw…
“Gede keren…”, lol…
gw jadi inget ama rambut jalin-2-nya si Herlyn, bahkan gw inget gw yang bujuk dia waktu dia ga mau sekolah…tapi yang paling terkenang jelas si Retno, jadi inget ama Hafid + Ratna waktu jalan naik sepeda gayung ber-4 ke area persawahan, waktu jalan bareng ama Retno pulang dari Les, dst…
di tampar ama cewe?? ahahaha…the one that inspire me entire SMP?!
kalau inget semua itu, gw jadi pingin ketawa…Live is FUN!
gosh…jadi ngelantur.
and gw rasa begitu juga perasaan gw ke semua wanita yang ada dalam hidup gw ketika gw SMP, dan entah harus bersyukur, harus mengucap terima kasih, atau harus berkata…
“I should more serious!”
kepada semua wanita yang pernah meninggalkan bekas-bekas kecil dalam hidup saya.
saya cuma bisa mengingat how I approach her, dan membiarkan seluruh ikatan ini terangkai sebagai hubungan tanpa status, atau hanya sekedar teman baik, bahkan beberapa berakhir sebagai seorang sahabat.
I kinda love it…
karena pelajaran pertama gw, dateng dari my own Laudya Cintya Bella, ketika gw ingin approach dia, berusaha untuk serius dan menjadikan dia sebagai the only one that I see, maka yang saya temui adalah ketika saya dalam titik serius, saya berpaling ke wanita lain…wanita yang memiliki daya tarik yang berbeda, dan membuat saya merasakan kalau, damn she’s better than my own Laudya Cintya Bella.
saya masih berusaha mendekati my own Laudya Cintya Bella, bahkan dia satu-satunya orang yang saya berikan hadiah Valentine berupa NOVEL! yap NOVEL! yang gw bikin sendiri, gw karang sendiri, gw ketik sendiri, gw print sendiri, tapi jilidnya di bantu orang lain…
I still remember the cover, warna cover coklat dengan gambar daun, yang dirancang sedemikian rupa seperti sebuah perpotongan gelombang sinus, menggelombang begitu atraktif dan konstan, seni dalam bentuk perpaduan posisi daun yang sederhana dan tata tulisan, dengan judul…
Cerita Cinta
what a shit! ahahahaha…dan lebih tololnya lagi gw bikin sequelnya dengan judul
Bukan Cerita Cinta
double shit!! ahahahaha…
dan unfortunately, gw jadi tenggelam dalam tulisan-tulisan lama gw, puisi-puisi lama gw…puisi tanpa judul, tanpa makna, karena tanpa sadar gw jadi kangen dengan suasana itu, suasana ketika gw berusaha untuk take serious sebuah hubungan, ketika gw sadar bahwa
I WANT MY OWN LAUDYA CINTYA BELLA!
namun ketika seluruh hubungan itu memadat, dengan mudahnya gw berpindah ke kapal yang lain, untuk mengulangi sebuah hubungan dengan wanita yang lain…dan gilanya, gw sadar ketika my own Laudya Cintya Bella bilang…
“Martha lagi deket ama Febri ya? tadi gek lihat di perpus berdua…”, and I still remain silence.
“kalo gitu, mending Martha deketin Febri aja..daripada sama gek nanti ujung-ujungnya pasti ga enak!”, gw udah mulai gelisah…bukan nahan kebelet jelas…
“karena hubungan itu dimulai dari rasa percaya dan yakin, kalo Martha ga yakin ama gek, mending ga usah dilanjutin, ga usah di seriusin…end it here, as a friends!”, lalu dia tersenyum, dan gw pingsan!
ahahaha…gw di ajarkan sebuah hal…
when you love someone, katakan kalau kau “cinta” kepadanya ketika kau jatuh cinta kepadanya, genggam tangannya ketika kau jatuh cinta kepadanya, tatap matanya ketika kau jatuh cinta kepadanya, be brave!
karena ketika dia pergi, dan kau sadar betapa kau mencintainya…maka dia tidak akan berbalik dan kembali lagi…
my own Laudya Cintya Bella adalah orang yang paling “menarik” di hati gw…she’s number one! tapi itu bukan berarti tidak ada “number two“, “number three“, atau “number n” di dalam hati gw.
yang jelas dia memberikan aturan yang jelas!
“CUKUP ADA 1 NOMOR DALAM HATI KAMU UNTUK KAMU CINTAI! NO MORE NO LESS!”
and that’s the lesson that she taught me…diberitahu oleh seseorang yang masih saya damba, namun tidak bisa saya genggam…not now…
mungkin nanti…someday…somewhere!
…