setelah sekian lama saya menahan diri karena komputer saya yang kebetulan hasil limbah dari Om saya kehilangan CD Driver nya, dan merupakan sebuah kemalasan dari saya untuk mencarinya, menyebabkan ke maha tolol-an yang membuat saya baru bisa merasakan Ubuntu kemarin, padahal teman-teman saya sudah sibuk membicarakannya ketika mereka sedang semester 2 atau 3, bahkan ada yang sudah memulai sejak semester 1 mungkin. kali ini saya terlambat…
namun daripada saya tidak mencoba sama sekali, akhirnya kemarin saya mencoba menginstall ubuntu…dan rupanya untuk menginstall nya benar-benar flexible. saya menggunakan menu install yang terdapat di dalam Live CD. menunya cukup interaktif dan mudah di ikuti, paling-paling hanya dalam hal pembagian harddisk. sewaktu menginstall kemarin saya di berikan 4 Opsi.
yang pertama menentukan sendiri seberapa besar space ukuran yang kita gunakan untuk Linux, yang kedua kita memilih di HD mana kita install, opsi yang ketiga Linux akan secara otomatis mencari HD dengan space terbesar untuk diinstall disana, atau opsi yang ke-empat yaitu membuat partisi secara manual.
Linux ada 3 mode untuk membuat sebuah partisi, yaitu Simple, Seprate Home, Separate Boot.
simple hanya menggunakan 2 buah partisi yaitu, “/”, dan “swap”. sedangkan Separate Home menggunakan 3 buah partisi, yaitu, “/home”, “/”, dan “swap”. sedangkan Separate Boot menggunakan 4 partisi, yaitu, “/home”, “/”, “boot”, dan “swap”. bedanya hanya pada jenis dan kegunaan selanjutnya.
simple adalah cara yang termudah, seprate home di maksudkan untuk memisahkan antara file system dengan file linux, dan seprated boot di gunakan jika ingin menggunakan OS Linux lebih dari 1. untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai Disk and Space di dalam partitioning ini bisa di longok ke situs ini.
setelah semua selesai, saya cukup menunggu instalasi selesai, dan memboot Linux untuk pertama kalinya dari HD!
setelahh kernell di load, dan masuk ke Desktop GNOME, saya mencoba bermain-main dengan ifconfig. karena saya ingin mengubah MAC Address dari Ethernet card saya, maka saya mencoba hal ini untuk pertama kali.
untuk merubah MAC Address saya harus menggunakan syntax:
ifconfig eth0 down hw ether 00:00:00:00:00
ifconfig eth0 up
eth0 merupakan lokasi dari Ethernet card saya.
setelah itu saya mencoba browsing menggunakan Linux, mencoba Pidgin, dll. namun saya belum mencoba Mail Client yang terdapat di dalam Linux karena saya sendiri malas untuk melakukan setting POP dan SMTP, E-Mail client saya cukup di Microsoft Outlook saja.
nah setelah bosan bermain dengan linux (walaupun masih penasaran dan banyak yang ingin di cari), akhirnya saya memutuskan untuk Boot Up Windows, karena kebetulan om saya ingin melakukan transfer lagu ke iPod shuffle nya.
setelah selesai urusan dengan om saya, akhirnya saya mencoba merubah label pada partisi karena saya merasa kalau urutannya kurang bagus, namun hasil akhirnya rupanya tidak terduga. saya tidak bisa memboot GRUB!
error yang di keluarkan adalah Err Message 17, dengan segera saya mencari jawaban error tersebut di Internet. masalahnya rupanya file setting grub (stage1, menu.lst, dll) salah dalam menunjuk harddisk tempat saya menginstall linux ini, akhirnya System tidak bisa di BOOT!
sempat panik, tetapi saya coba saja untuk tenang. pertama saya masukan Live CD dan mencoba berbagai solusi yang ada. mulai dari mencari lokasi dari stage 1. lalu merubah menu.lst untuk menunjuk ke tempat yang sebenarnya.
pada percobaan pertama, entah kenapa muncul tanda “sukses”, dan menunjukan kalau Linux sekarang sudah benar menunjukan harddisk yang berisi filesystem linux, tandanya munculnya tulisan Exist ketika saya mengetik setup (hd0), pada terminal.
namun rupanya masih tidak mau loading, bahkan ketika saya mencoba untuk yang kedua kalinya melakukan cara yang sama, hal itu sudah tidak berlaku lagi, sepertinya saya memang harus belajar banyak tentang linux dan command console nya, apt-get, sudo, dll. menyenangkan sekali, mengingatkan saya kepada jaman DOS dahulu.
setelah saya fix semuanya dengan cara menginstall ulang linux (instalasi nya di ulang 2 kali, karena CD sudah terlalu panas sehingga sulit di baca oleh komputer), saya memutuskan untuk mencoba menginstall beberapa aplikasi.
aplikasi yang pertama saya coba install adalah Wine! sudah main di Linux kok pingin jalanin aplikasi Windows? tapi ya apa boleh buat, ada beberapa aplikasi Windows yang memang cukup saya butuhkan, akhirnya saya mencoba menginstall Wine sesuai dengan cara yang di berikan di situs mereka : www.winehq.com.
namun malangnya terjadi bentrok di bagian Add/Remove Programs. dan saya harus menyelesaikan masalah tersebut di dalam Synaptic Manager. ternyata masalahnya adalah beberapa library yang tidak ada atau tidak tertera yang di perlukan oleh Wine untuk berjalan. akhirnya setelah mencoba beberapa saat, saya menyerah dan memutuskan menginstall yang lain.
hal kedua yang saya install adalah HDDTemo + Applet nya sehingga saya bisa memonitor CPU saya dengan baik dan benar. untuk instalasi ini benar-benar mudah, bahkan saya tidak perlu membaca langkah berulang-ulang, karena pada bagian ini saya cukup berhasil.
karena saya bermasalah dengan Wine, akhirnya saya ingin mencoba Cross Over (waduh udah pake Free OS kok pake Bajakan lagi?), untuk melakukan emulasi pada program Windows. file Cross Over adalah sebuah SH file (Shell File), dimana untuk membukanya anda cukup mengetikan lokasi Shell tersebut berada pada terminal. pastikan File shell tersebut memiliki attribute 755. jika belum, maka anda harus melakukan CHMOD pada file tersebut.
setelah berjalan sebentar, namun rupanya saya masih belum beruntung katanya ada package yang tidak ada di kompiter saya yaitu GLIBC-2.7, akhirnya saya putuskan untuk mencari GLIBC-2.7, dan menemukannya dalam bentuk .tar.gz
haduh, saya mulai bingung, cara install tar.gz ini bagaimana yak?? akhirnya setelah browsing ke sana-kemari saya menemukan jawabannya. untuk melakukan instalasi pada tar.gz, anda harus extract dulu file tar.gz tersebut, misalnya ke directory ../x/source/, nah setelah itu anda harus membuat sebuah folder baru, misalnya namanya ../x/build/. setelah itu CD (Change Directory) ke directory yang baru di buat tersebut. setelah itu anda cukup menulis ../x/source/configure, lalu MAKE INSTALL.
namun malangnya, ketika saya akan mengintsall, saya sekali lagi tidak beruntuk. kali ini bermasalah dengan librari G++ dari Ubuntu.
mungkin nanti akan saya coba untuk melakukan instalasi Wine atau menjalankan Cross Over. kemarin baru saja menjelajahi permukaan Linux, besok dan seterusnya adalah pelajaran baru, dan pemahaman baru tentang komputer dari sisi yang berbeda.
welcome abroad UBUNTU!