Last day at jogja, lot of things happen, apalagi pagi-pagi buta saya naik ke bukit *something* (forgot the name) di daerah kaliurang untuk melihat pemandangan merapi dari kejauhan. Bahkan konon kita juga bisa langsung melihat rumah Mbah Marijan yang sudah luluh lantak diporak porandakan oleh lahar.
Tapi bukan itu tujuan saya menulis post ini, anggap saja tulisan barusan adalah intro, nah sekarang anda baru akan masuk ke verse awal dari lagu dengan judul yang saya tulis di atas.
If that’s true, maka saya ragu. Kalau kata seorang ekspertise prancis di kantor saya, maka dia akan bilang:
In perfect world YES! In a real world?
Intinya adalah jika cinta memang benar hanya perlu berasal dari hati, yang mana bahkan pikiran kita tidak dapat berkompromi dengan hati, maka akan ada pertanyaan.
How selfish is that love?
Love can’t be selfish in a real world. And that’s a fact. Contoh sederhana, misalnya saja anda beragama A dan anda cinta mati dengan agama anda, maka anda mungkin akan dengan mudah membenci agama lain karena anda hanya bisa mencintai agama anda sendiri. Oleh karena itu tenggang rasa adalah bagian dari cinta kasih, oleh karena itu bisa dipahami kalau jaman sekarang manusia bisa kurang peduli satu sama lain, karena kurangnya cinta kasih untuk menghargai perbedaan.
In fact, love need to compromise with many other things. Misalnya saja mind. Karena pada asasnya love and logic adalah satu kesatuan.
Love without logic and you’ll be lost. Misalnya saja kita benar-benar mencintai orang namun orang itu hanya menyuruh hati kita menunggu. Secara logic maka hal itu tidak akan diterima. Why would you fighting something that doesn’t you back? Kenapa harus buang-buang waktu untuk menunggu. Love without logic will get you lost.
Sedangkan logic without love won’t make you happy at all. Misalnya saja, anda dijodohkan dengan orang yang tidak anda sukai. Maka pada dasarnya disana hanya logic yang berkerja. Entah karena anda hanya ingin masa depan anda terjamin? Hanya ingin menyenangkan orang tua? Dll. At the end you won’t be happy with your relationship at all.
And right now I just get confused, what is she actually thinking deep in her Heart. But one thing that I really want to ask is…has your heart been stolen? Hingga begitu betahnya kamu menunggu seseorang
Ditulis dari atas kereta senja jogja menuju jakarta, and keep thinking about you, and whole things happen lately.
happy sunday, welcome monday!