I can see the outcome, Quo Erad Demonstradum!

a lot of question has been run in my mind lately, ada beberapa hal yang minta jawaban segera, ada beberapa yang bisa dipending sampai pikiran dan otak yang diperas ini bisa refresh sejenak.

salah satu hal yang saya pertanyakan pertama adalah:

“why God arrange us to be fated? to meet each other? to be in love each other?”

saya bertanya kepada seseorang yang setahun belakangan ini memenuhi hari-hari saya, membuka mata saya untuk mulai ikut menjelajah kota Jakarta, bukan hanya sekedar berkutat antara : Rumah – Kantor – Rumah saja.

there’s a plenty places to go in Jakarta, seperti kata teman saya katakan. dan ketika saya bersama dia there’s a lot of memories taken, and lot of places are now consider to be the teritories of our memory. namun sayangnya, seperti garis tangan dan garis takdir yang diciptakan Tuhan agar kami berdua bersinggungan, pada titik tertentu singgungan itu akan terhenti dan akan segera memudar dengan sendirinya.

sad, and feel bad…karena pada dasarnya titik garis itu pudar akibat satu dan lain hal yang akan saya tanyakan nanti pada pertanyaan selanjutnya. namun untuk pertanyaan pertama. pertanyaan saya kepada Tuhan kenapa saya ditakdirkan bertemu dengan dia, mencintai dia, Tuhan punya jawaban seperti berikut:

“I won’t regret that I’m meeting You, falling in LOVE with You. because ONCE UPON A TIME You’re EXACTLY WHAT I NEED!”

dan jika bukan karena dia, maka saya mungkin masih menjalani ritualitas yang sama setiap hari, masih sama tidak mengerti cara membaca Peta, masih sama tidak mau berusaha untuk sesuatu, masih sama tidak mau mencoba hal-hal yang baru, masih selalu pada kondisi nyaman saya.

for all that things that you’ve give and teach me…Thank You So Much! Hopefully in another life, in another story, the ENDING could be better :)

nah…pertanyaan kedua muncul setelah pertanyaan pertama selesai. pikiran dan hati nurani saya memang kurang ajar.

pertanyaan kedua adalah, “Why you broke with someone you love?”

saya diam sejenak lalu berpikir…

“I left someone that LOVE ME for someone that DOESN’T LOVE ME!”

or rather if say DOESN’T LOVE ME, it just that because I’m starting to LOVE her lately. ada beberapa hal yang bisa membuat saya merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang teman saya dimasa lalu, ketika dia berkata kepada saya.

Wanita bisa lebih mudah untuk belajar mencintai PRIA. oleh karena itu I can learn how to LOVE SOMEONE after the marriage, not before!

namun ternyata perasaan itu juga bisa muncul ke Pria. jadi saya berusaha untuk menyenangkan orang tua saya, dengan berusaha mencari “pacar” yang paling tidak memenuhi kriteria kedua orang tua saya, memenuhi hal-hal yang diinginkan oleh orang tua saya, utamanya dalam satu hal yang disebut:

“BELIEF!”

it’s hard to debate if BELIEF is what you’re fighting for. saya memutuskan dia bukan karena dia tidak cantik, bukan karena dia tidak baik, bukan karena TUHAN dengan sengaja menyatukan kita agar nantinya kita putus, namun hal itu semata-mata karena urusan BELIEF yang berbeda, cara menyebut TUHAN yang berbeda, cara memandang TUHAN yang berbeda.

seperti pertanyaan retoris, “GOD, what is your Religion?”

and as a matter of that fact, saya berusaha mencari seseorang yang “more-less” bisa membantu saya untuk menjawab pertanyaan saya dalam urusan BELIEF di dalam relationship. jawabannya adalah mencari orang yang memiliki 1 BELIEF dengan saya sendiri.

dikarenakan saya “mencari seseorang” itu, dia merasa terluka…and nothing feels more bad than hurting people that love you! that night, I’m hurting her for someone that even don’t love me!

at least for the solution, I should try to learn how to bring LOVE to HER. but when I tried to grab the heart, I just knew that the heart has been stolen by someone.

one word that came from my mind at that time is…”It’s to LATE!

but just like there must be dark before dawn, saya melihat bahwa hubungan yang belum “resmi” bin “official” itu masih bisa dipertanyakan apakah sahih dan akan berujung seperti yang diinginkan. karena terlihat belakangan, “how desperateshe’s waiting for the reply. and at that time I just wishing that, what ever she chooseplease don’t let you hurt yourself.

and seperti biasa there’s always a rumor in every relationship, and once I heard a rumor from her, it just make me wishing more…”please don’t let you hurt yourself

I’m asking my self, kenapa seorang wanita tangguh like she can fighting something that doesn’t fight her back dalam jangka waktu tertentu. jika itu saya, maka mungkin sikapnya akan sama seperti saya seperti mengetahui bahwa hati sang putri sudah diculik sang naga, mungkin saya hanya akan made up my mind, and let something KNOW become KNEW.

I rather flush something like that love, before it just make me hurt more…

and today I knew that I LOSING SOMEONE, not because I’m Loving Her, it just because I’m holding back, and start to love her late.

I already knew the outcome, the last things is only the Demonstration and everything will be done…my love story this year!

Quo Erad Demonstradum!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s