world is an interesting place isn’t it? ada banyak hal menarik yang tersimpan di dalamnya, ada banyak hal dan misteri yang selalu muncul di dalamnya, dan ada banyak petualangan yang selalu menanti di hadapan kita. jadi pada dasarnya dunia adalah hal yang menarik, begitu juga komponen yang ada di dalamnya.
namun jujur saya sendiri jika ditanyakan, apa yang membuat kita menarik, apa yang membuat kita tertarik, maka saya hanya bisa pasrah, dan serahkan jawaban dengan sebuah kalimat…
“ummmm…”
karena dalam konteks pikiran saya, maka yang memiliki hubungan tarik-menarik yang jelas tentu saja adalah magnet, itupun jika kita menemukan south pole dengan north pole nya. jika tidak maka bahkan manget yang secara tangible tarik-menarik pun akan enggan bersentuhan. oleh karena itu saya berusaha untuk memetakan urusan “tarik-menarik-di-tarik” berikut ini dengan sang magnet.
saya berpikir kenapa saya tertarik dengan seseorang umumnya adalah karena merasa adanya “kesamaan”. dan hal ini adalah hal yang paling sering diungkapkan oleh orang banyak untuk urusan ini. entah hobby-nya sama, entah gaya rambutnya sama, cara jalannya yang sama, atau nama binatang piaraannya yang sama. semua kesamaan itu seakan menjadi daya tarik yang bisa membuat seseorang tertarik dengan kita.
padahal jka disamakan dengan “prinsip magnet” di atas, maka secara tidak langsung magnet tidak bisa tertarik pada “pole yang sama”. anda tidak bisa menggabungkan 2 buah north pole, agar dapat tertempel dengan sempurna dan baik. oleh karena itu menurut prinsip magnet, maka bukan kesamaan yang menjadi tolak ukur masalah seberapa besar kita tertarik kepada orang lain.
mungkin bisa saja, kesamaan adalah trigger awal ketika kita merasakan kalau kita tertarik dengan dia. misalnya dalam urusan musik, kita bisa saja asik mengobrol dengan orang yang satu aliran dengan kita. misalnya kalau saya suka Dangdut Koplo, maka saya akan stress ketika saya mendengar musik-musik Jazz, begitu juga pendengar Metal yang mendengar band Emo. kesamaan adalah trigger awal, namun trigger ini tidak memberikan efek continuum yang berlanjut untuk langkah selanjutnya. seperti yang Axe bilang
“selanjutnya terserah anda!”
oleh karena itu first chemistry adalah hal tidak mengikat namun sedikit banyak bisa memberikan sedikit introduction dan mendekatkan kita kepada orang lain, membuat orang menjadi tertarik dengan diri kita sendiri.
jika diistilahkan dengan prinsip magnet, maka terkadang kita sendiri tidak mengerti apakah kita dalam keadaan north pole, ataupun south pole, sehingga kemampuan kita untuk melakukan checking terkadang dilakukan pada first impression ini. apakah dia orang yang kualitas north pole nya begitu tinggi, ataukah dia seorang south pole yang memiliki karakter yang kuat?!
oleh karena itu yang melanjutkan selanjutnya adalah sisi lain dari diri anda. banyak orang yang tidak yakin dengan sisi lain dari dirinya, sisi asli dari dirinya sendiri, oleh karena itu banyak orang yang tidak suka dicampuri urusan pribadinya, cenderung introvert dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. menjadi pribadi introvert memang bukan hal yang buruk, karena saya sendiri pun adalah introvert. namun yang terpenting adalah anda mengerti kapan anda harus mengedepankan sisi introvert anda, dan kapan anda harus menjaga sisi intovert anda.
dengan berusaha membuat orang tertarik, dan menilai apakah orang itu menarik atau tidak, maka orang itu harus jadi dirinya sendiri. dia harus “percaya” terhadap dirinya sendiri. so, rather than hide them self, maka ada baiknya mereka mengeluarkan dan memberikan pengetahuan kepada orang lain.
“bahwa saya itu seperti ini! this is the real me!”
dan ketika orang itu menghargai diri anda, maka believe me anda akan menarik di matanya. karena pada dasarnya ketika anda membuat orang tertarik pada diri anda yang sebenarnya maka anda sebenarnya sudah memegang langkah awal dari sebauh great race yang berinisial tarik-menarik ini.
bahkan terkadang sebenarnya tidak perlu “hal yang besar” untuk membuat menarik. you don’t need flashy things seperti orang gaul jaman dulu gunakan, misalnya BB. atau misalnya mobil pribadi. anda tidak perlu flashy things like that untuk menarik seseorang. yang anda perlukan hanyalah menemukan kecocokan, dan menyelaraskan perbedaan, lalu menyatukan semuanya to complete our self.
lalu jika muncul pertanyaan, kenapa perbedaan yang membuat kita menarik? karena pada dasarnya perbedaan yang membuat setiap orang menjadi unik, perbedaan yang membedakan satu orang dengan lain, perbedaan yang memberikan rasa dan ciri khas unik, sebuah signature yang mencerminkan kalau, this is me!
jadi pada dasarnya ketika kita bisa melihat perbedaan seseorang adalah hal yang menarik, maka itu adalah ketertarikan yang sebenarnya. dan untuk urusan flashy things, bahkan “accent” ataupun “kalimat” yang anda gunakan bisa menjadi hal yang unik. misalnya saja, saya termasuk orang yang suka menggunakan kalimat “ngerti ga?” atau “maksudnya!”, and for some reason beberapa orang sadar dengan kebiasaan saya itu dan menjadikan hal itu sebagai sisi unik saya. jadi ketika saya berbicara mereka terkadang give a joke such as…
“oke-oke kami ngerti…ga usah di tanya ‘ngerti ga?’ terus donk!”
see, they attract to my “ngerti ga?” accent, dan hal itu sangat-sangat sederhana. kenapa? karena mereka menyukai dan sadar apa yang “unik” dari diri saya!
namun jika ditanya dan dipasrahkan untuk mengurutkan sesuatu dari yang paling menarik sampai yang tidak menarik maka saya akan menyerah, karena bagi saya attraction adalah magnet, dan magnet batang, magnet tapal kuda, dll. adalah magnet dan tetap magnet, mereka tidak bisa dibedakan selain dari kekuatan dan bentuk magnet nya. sayangnya untuk mengukur kekuatan magnet kita bisa menggunakan banyak hal Maxwell Equation misalnya, atau menggunakan salah satu rumus dari Law of Force. namun setahu saya belum ada yang bisa menghitung “force field” dari sebuah attraction kepada seseorang. oleh karena itu dalam bidang urut-meng-urut-kan rank dari attraction maka saya harus menyerah dan angkat tangan.
penjelasannya sama halnya seperti teman saya yang bertanya:
“sebenarnya hati kamu ini bisa untuk berapa orang?”
maka saya secara diplomatis akan menjawab, “semua orang yang saya kenal ada di dalam hati saya, mereka semua tersimpan disana, yang membedakan hanyalah…dibagian hati mana mereka saya simpan!”. dan ketika saya ditanya apa yang membedakan antara yang paling attractive bagi saya dan mana yang bukan maka saya cukup menjawab.
“the one who’s answer my expectation of love!”
as simple as that!
…