jump to navigation

diare ini… November 4, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
trackback

enak rasanya menulis title yang terpotong seperti di atas, sayangnya perut saya tidak bisa terpotong untuk berhenti ke wc akhir-akhir ini. semua ini terjadi semenjak 21 Oktober 2009. hingga hari ini, saya rasa Diare saya masih kumat seperti PLN yang kumat, kadang hidup…kadang mati…

mungkin saya harus cari korelasi linier antara perut saya dan pemadaman listrik…

jelas sekali, saya sendiri tidak tahu kenapa bisa terserang diare, tapi satu hal yang meyakinkan saya adalah “Air Minum isi ulang!”. dan tentu saja semuanya hanya bisa terjadi ketika saya minum di puncak kemarin.

sebenarnya saya sendiri tidak begitu peduli dengan keanehan air isi ulang. malah saya yang mencetuskan ide air minum isi ulang supaya lebih hemat, dan hal-hal kecil lainnya yang membedakan sebuah duit 6000 dengan sakitnya diare…

yang ngeh adalah seorang wanita bercelana panjang berwarna merah. kita sebut saja Sukma, karena memang itu namanya…

jadi dia yang pertama melihat ada sekelompok gelembung sabun yang membentuk simposiun sponge-bob. sayangnya warnanya terlihat putih dan bukan kuning. kalau kuning, mungkin saya akan benar-benar mengira kalau sponge bob itu benar adanya. semenjak saat itu saya sadar, kalau cepat atau lambat…saya pasti bakalan kena diare…karena beberapa orang sudah tiwas terlebih dahulu…sudah terkena dampaknya, dan jelas hal ini menambah daftar statistik baru saya..

“obat yang paling laris adalah Diapet, bukan obat masuk angin!”

bayangkan, sekali minum anda harus 2…dan bayangkan jika anda ke WC 1 hari sebanyak 5 kali, berarti ada 10 butir tablet yang harus anda telan, belum jika yang kena penyakit ini ternyata ada 4 orang, berarti total ada 40 butir obat yang harus di sediakan…wadefak…saya baru sadar, bisnis obat diare ternyata menguntungkan…

somehow statistik itu bertambah nyata, karena pada akhirnya saya merasakan sendiri bagaimana rasanya minum obat sampai 8 butir dalam 1 hari cuma untuk diare (total 9 sih, sama imodiun 1 biji buat bikin persentasi BAB nya mengecil), dan sekali lagi saya membenarkan pikiran saya…bisnis obat diare memang menguntungkan! :D

kemarin sebenarnya sudah agak sembuh diare konyol ini, tapi entah kenapa hari ini sepertinya kumat lagi, dengan warna yang sama…dan rasa yang sama…oh mai gad…

mungkin saya harus beli obatnya lagi, karena rupanya si bakteri masih senang berkeliaran diperut saya. wismilak pals, semoga diare ini cepat berlalu…

** dipojok mengambil gitar sambil menyanyikan lagu…”diare pasti berlalu…”

Komentar»

1. gungdidit - November 7, 2009

bro.. iseng2 ane googling cari kmh binus..
koq nyasar k blog ente yah.. iahiaha…
hmm.. btw nice blog sob..
o iy.. daptar KMH binuss dimana sehh??