jump to navigation

so, what happen on the holiday?? September 26, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

ok, akhir-akhir ini banyak yang gw coba lakukan waktu liburan…salah satunya memanfaatkan waktu dengan baik untuk menjaga inkonsistensi terhadap waktu tidur, dimana periodic nya sudah sampe tahap akut. saya sudah bisa bertahan hingga jam 5 pagi tanpa merasa ngantuk, ataupun berniat tidur…saya yakin akan banyak Anjing yang iri, karena saya bisa bergadang lebih lama daripada mereka…

oke, plan itu FAIL dengan sempurna, karena jelas sekali waktu tidur saya masih inkonsisten…

kedua, saya coba melanjutkan skripsi yang harus saya kerjakan…and it works, kebetulan sekali saya berhasil menyelesaikan semua tablenya, hanya saja masih terlalu malas untuk melanjutkan pembuatan ERD nya…jadi mungkin hal itu saya kerjakan berbarengan dengan koreksi BAB I dan BAB II oleh kelompok kami sendiri…we’re try to advance further daripada yang disuruh sama dosen pembimbing, jadi ketika nanti pengumpulan kami bisa fokus ke revisi, dan revisi…bukan dalam hal making a thing lagi… :D

oke, plan itu SUCCESS dengan baik…karena memang tugas saya hanya baru sekedar mencapai OLTP…nanti kita lanjutkan urusan OLAP setelah semua diagram selesai! :D

money?? sampai sekarang nothing “big” happen on my account, baik pelonjakan sempurna untuk pembayaran SKS, dll…hanya sekedar tambahan yang cukup untuk membayar SKS + Internet bulan depan…untuk makan??? I think I need to be fasting…and reduce my spend to snack…

jika di hitung2 mungkin saya masih bisa ada cadangan untuk sekedar membeli FX, tapi tidak akan saya lakukan bulan ini, ataupun bulan depan…might be, perlu waktu dan perjuangan yang cukup lama untuk bisa membeli semua yang saya inginkan…

inti yang saya dapatkan…”I can’t keep money…bayangkan duit gw 1jt lebih habis ketika di Bali 2 bulan…for what?? snack actually…and just snack…”

dan ketika saya menginginkan sesuatu maka saya akan kehilangan daya tentang uang… :)

love?? entah kenapa I always think to have an affair, dan itu jelas sekali akan saya lakukan…mungkin memang ada separation antara LOVE and LIKE…dan kebetulan sekali yang jauh disana itu hanya sekedar SUKA, dan jelas sekali dia yang suka kepada saya…kalau saya?? don’t know…might be I just want to make sure that I can get a girl to my mom…jadi dia ga usah khawatir sampe harus nyerahin booklet jodoh lagi ama gw… :D

at last…the last day of the holiday…dan saatnya kembali menempuh kuliah, saatnya kembali menuju rutinitas…walaupun rutinitas yang sebenarnya belum di mulai…

saya belum mengajar…saya belum berkerja…so I’m out of being wealthy…hihihihi..

wismilak, that I got some shift to teach… :D …terutama bertemu dengan gadis-yang-di-angankan…mungkin selasa ini sambil ke kampus, I’ll visit her…who knows dia mau di ajak nonton Surrogate… :D

wismilak… :)

[rubik] new PB Avg sub 40… September 24, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

akhirnya setelah coba-coba dan susah payah…padahal cuma nambah OLL 2 biji, ama PLL 4 biji-an…rupanya bisa mempercepat AVG jadi di bawah 40… hehehehehe…

so…here you go!

avg_sub_40sebenernya itu Avg untuk 3/5 bisa sampe 37.xx cuma ga di capture…lagian Avg. untuk 10/12 nya waktu 40.03…huhuhuhu….padahal dapet 33.xx sampe 2 kali. jadi sekarang 30-an sudah bukan masalah yang besar. hanya sekedar “konsistensi”… hehehehehe…

wismilak…belajar PLL lagi… :o

“pov” : orang indonesia ga cocok jadi pembalap! September 24, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

saya ini bukan peneliti, tapi saya ini suka mengamati. termasuk ketika saya berada di jalan raya. bukan berarti saya diem ditengah jalan raya, trus mengamati seluruh kendaraan yang lalu lalang…bukannya selamat, malah saya bisa berujung di rumah sakit. apalagi saya diem dipinggir jalan cuma buat ngeliatin kendaraan…emangnya saya bencong lagi mejeng?!

tapi saya suka ngeliatin orang ketika saya berkendara, entah itu naik angkot, which is lebih aman…apalagi kalo ada cewe cantik, kita mau ngeliatin sampe leher kita bengkok juga ga kenapa-napa. ataupun naik motor, which is lebih berbahaya…dan kurang puas, karena cuma bisa ngelirik…you know, the traffic in Jakarta were so crowded…

yang saya perhatikan, traffic di jakarta itu tidak membuat orang jadi pelan-pelan bawa motor, malah banyak banget yang semaunya, seenak udelnya, sesuka hatinya…seakan jalan ini dulu di bikin sama moyangnya.

namun walaupun berbakat dalam hal ngebut, orang Indonesia sama sekali tidak cocok jadi pembalap…itu kesimpulan saya…kenapa?

  1. kalau orang Indonesia jadi pembalap, nanti waktu di grid, dia bisa pindah posisi…bisa nyelip ke motor orang…kan susah…
  2. warming up bisa di anggep cepet2an buat dapet tempat paling depan…malah bisa jadi dia bakalan mulai start dari depan lampu merah…
  3. kalo pembalapnya orang Indonesia, jangan salah kalo sebelum lampu ijo, klakson bakalan bunyi terus, “dinn dinnnn dinnn…”
  4. ga perhatiin marka jalan…bisa-bisa dia pikir jalan ke PIT STOP itu jalan tikus…
  5. dll

there’s so much things that makes the traffic insane. apalagi udara kota jakarta yang pengap dan panas, menambah betapa berbahaya-nya menjadi pembalap di tengah medan kota Jakarta…walaupun kita tahu kalau kita hanya bisa membalap di dalam kota, bukan di tengah sirkuit…

may I grab it? if you don’t mind… September 22, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

Ada yang pernah bilang kepada saya, kalau cinta itu terkadang tidak bisa ditebak. Tidak seperti bemain kuis dimana kita bisa memilih pilihan yang benar, menjawab benar atau salah, bahkan mungkin meminta bantuan kepada orang lain, termasuk menelepon ibu anda.

Saya tentu saja tidak mungkin menelepon ibu saya, lalu berkata…

“Mama…Gede jatuh cinta, apa Gede harus kawin sekarang?”

Hell no! mungkin ibu saya akan pingsan seketika dan jelas sekali, itu pertanda buruk untuk saya, sehingga saya jelas tidak akan berkata kepada siapapun jika saya jatuh cinta. Entah kenapa cinta yang saya rasakan hanya untuk diri saya sendiri.

Di dalam saya menjalani hidup, cinta di bagi menjadi 2 jenis. Namun sebenarnya saya lebih suka menjelaskan sebagai 2 kata berbeda…

“Like” and “Love”

Apa perbedaan antara Like dan Love?!

Kalau saya dipaksa untuk menjelaskan maka saya akan menjelaskannya seperti ini.

“Like adalah dimana kita menyukai sesuatu karena suatu alasan. misalnya orang itu ganteng, wanita itu cantik, baju itu bagus, mobil itu mahal, dll”

Tetapi, “Love adalah dimana kita menyukai sesuatu tanpa perlu suatu alasan.”

Yang menjadi masalah, “siapkah anda mencintai seseorang tanpa sebuah alasan?”

Saya tidak, dan begitu juga diri saya. Walaupun hati saya berkata saya siap, walaupun saya sendiri tahu kalau saya ini ingin untuk merengkuh suatu titik yang sudah semenjak dulu saya gariskan, dari sebuah garis lurus, garis lekuk, hingga garis putus-putus….namun bukan cinta yang saya raih, saya malah mencoba bermain-main dengan perasaan “suka” saya, dan mengabaikan  cinta saya.

Kenapa saya berlari menjauh dari cinta saya? Jika saya dipaksa untuk menjawab, maka alasannya hanyalah…
“responsilibily” dan “afraid”…

Kita tahu kalau cinta bukan sekedar, “I Like You…whatever, if you like me or not”, karena cinta adalah rasa mengerti antara 2 individu, perasaan yang terbagi ini yang saya takutkan tidak dapat saya bagi, atau saya takut…dia tidak mau membagi perasaannya itu.

Ada 1 orang yang selalu menghantui hati saya…dan saya malah berlari kepada sesuatu yang saya anggap sebagai sebuah “jalan tanpa jalan kembali”…karena walaupun berkedok “suka”, namun tentu akan susah urusannya kalau kita secara sepihak memutuskan hubungan yang sudah berjalan…dan yang saya takutkan bukan perasaan itu berubah menjadi cinta, namun perasaan cinta saya kepada orang lain itu semakin besar, karena semakin sering saya bersama orang lain, semakin sering saya membandingkannya…

Ada 1 orang yang membuat saya tidak bisa tidur, dan selalu tersenyum ketika namanya terukir…di udara, di langit, disetiap suara-suara yang masuk ketelinga, dari setiap kalimat yang terbaca…ada 1 nama yang selalu membuat saya gugup dan gemetar…

This is my last chance…sepertinya semester ini adalah keputusan apakah memang cinta ini bisa diraih, sekedar lewat, atau hanya angan belaka…

Ibu saya pernah bilang, “if you want to know something about a girl, don’t guess it…ask her!”

Yang jadi masalah…apakah saya berani bertanya…”did you want to share your heart with me?”

We’ll see…and I hope I had a courage to do that…

wismilak… :)

[rubik] non lucky personal best! 32 detik! September 15, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

akhirnya non lucky PB berhasil gw pecahin… :D

all step, cross, f2l, oll, pll…ga ada yang skip…dan sukses besar, berhasil dalam waktu 32 detik! :D … walaupun gw tau, bakalan susah buat bikin 32 detik lagi…tapi susah kan bukan berarti ga mungkin! hohohohoho…

saatnya bikin PB Non Lucky di bawah 30…yihaaa! :D

Pb 32 Non Lucky

[rubik] personal best! 26 detik! September 15, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

actually, these 2 days gw sibuk ngapalin algoritma buat Free OLL ama beberapa PLL (baru 2 sih tambahannya), supaya bisa dapet AVG sub 40…sampe sekarang AVG gw masih di atas 40 di rubik!

walaupun masih “meraba-raba”…tenang aja yang gw raba algoritma kok, bukan paha…akhirnya hari ini dengan sedikit luck…yaitu PLL Skip… :D …bisa dapet PB yang baru (kemaren PB dan sampe sekarang PB no lucky masih di 36, tanda-tandanya kalo PLL gw masih 10 detikan?! :( ), PB lucky kali ini adalah : 26 detik…

tepatnya…

Personal Best Baru!bisa di lihat average 3 dari 5 masih 41 (sedikit lagi!!!), tapi 10/12 masih di 44…masih jauh…huhuhuhu…

oke…latihan lagi sampe bisa AVG sub 40! :D …abis gitu AVG sub 30…trus AVG sub 20! :D

semangat! ;)

“pov” : serba wahhh! serba pribadi! September 11, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

saya termasuk orang beruntung, karena bisa masuk kuliah pake mobil, di antar pake supir pula. kurang apa coba?! sayangnya…mobil itu bukan mobil pribadi, supirnya juga bukan supir pribadi. mobilnya milik bersama, selama anda bayar 2500 anda sudah bisa sampai tujuan dengan selamat…paling kalau lagi apes, anda akan di ajak berlama-lama menunggu “majikan” yang lain…dan berdesak-desakan dengan “majikan” yang lain…

kalau sudah mengartikan kalimat saya yang njelimet dan susah dicerna ini…hal itu tidak lain dan tidak bukan “angkot”…

terkadang saya berpikir betapa hebatnya “angkot”…bayangkan “angkutan kota!”…berarti dia adalah sebuah saranan transportasi yang bisa mengangkut kota! jangan-jangan dengan mudahnya dia memindahkan tanggerang ke Jakarta Pusat…dan begitu juga sebaliknya…

namun tentu saja angkot kalah mentereng dengan “angkutan antar desa”…karena dia dengan mudah mengangkut desa satu untuk pindah ke desa lainnya! wew…

tapi tetap yang paling keren adalah “angkutan antar propinsi…”, jangan-jangan nanti posisi Jakarta dan Bali dipindah…kalau benar itu terjadi, maka patut kita persalahkan para angkutan antar propinsi ini…

namun walaupun angkot, angkutan desa, angkutan antar propinsi begitu hebat…tetap saja kalah dengan angkutan pribadi. seperti yang terjadi barusan ketika saya pulang menaiki angkot menuju rumah tentu saja…bukan kebun binatang…

“mbak udah punya pacar”…seorang bapak-bapak bertanya kepada seoran wanita.
si mbak yang duduk di depan cuma bilang…”udah pak di bandung!”
lalu dilanjutkan oleh pak supir, “yah, ga ada ojek pribadi donk neng…”
si wanita itu lalu tertawa…trus bilang…”yahhhh kalo cuma ojek sih panas! mobil donk pak!”

waduhhh…tiba-tiba jadi jelas kenapa susah cari wanita di Jakarta…akhirnya seluruh hubungan yang dicoba hanya sekedar menjadi “commitment issue” yang tidak kunjung dapat respons, baik dari sisi A maupun dari sisi B. seakan jalan buntu…dan akhirnya harus berbalik dan mencari hubungan yang baru.

“commitment issue” akibat kepemilikan barang-barang serba “pribadi” ini mungkin cuma di alami oleh para orang yang senasib dengan saya…sama-sama pengguna “angkutan umum!”

karena walaupun sama-sama naik mobil, namun tidak ada embel-embel pribadi di dalam angkot tersebut, alhasil…susah sekali untuk mendapatkan “bulls eye” ketika melakukan hubungan…

itu hati saya yang pesimis bicara…

lalu tidak mau kalah, muncul lagi suara lain….

“tenang aja…somehow, God works on his way…”

ya saya percaya Tuhan berjalan tanpa terlihat…mengatur semua tanpa kentara…dan menjamin bahwa setiap hal pasti adalah yang terbaik untuk kita. jikalau saja saya punya mobil pribadi, rumah pribadi, dll…maka apakah commitment yang tercipta adalah murni “perasaan suka terhadap saya!”, bukan “perasaan suka terhadap mobil saya?!”

bedanya tipis hanya pada “mobil” tapi beda artinya jauh sekali. sama seperti salah artinya kalimat “moral”, dan “immoral”…apalagi anda sampai salah ucap jadi “immortal!” itu sudah jauh sekali dari arti sebenarnya…

dan ketika semua meminta agar mereka dikelilingi hal-hal yang berbau pribadi, setidaknya ketika saya melihat orang membawa mobil pribadi, ketika saya mendengar tuntutan seorang wanita terhadap mobil pribadi saya tahu saya punya sesuatu yang bisa saya banggakan…pribadi milik saya sendiri…yaitu…

“perasaan cinta saya…kepada dia…”

itu murni pribadi untuk dia seorang! :)

aminnnn…“, sambil berbisik pelan…and cross my finger! hehehehe…

katanyaaa… September 10, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

aih, susah rupanya jaga emosi. apalagi kalau saya ini kalangan dodol…ga jelas bedain mana depan belakang. untung aja masih inget ama nama sendiri…

katanya, saya ini cuek…bisa jaga emosi. begitu saya selalu bilang kalo ada masalah. namun benar adanya, kalau marah itu kaya air…dia itu mengalir tanpa terlihat. sari dada tau2 udah di otak…terus menguap, kaya air lagi di rebus…

lalu ketika saya selesai bermasalah dengan tingkat batas sabar, saya bertanya kembali kepada diri…

“katanya sabar bang?”

saya pun bengong…jalan dan pergi. rencananya buat berlibur…sekedar menghilangkan gundah, gulana, ama resah…lalu lepala saya yang bolong ngomong lagi…

“udah sabar…”

lalu saya jawab…”iya! gw sabar…tapi masa 300rb ilang dalam 1 hari…”

ehhh..bukannya diem dia bilang lagi…

“cuma 300rb ini…”

trus saya berpikir…emang susah ngomong ama kepala yang bolong…

katanya dia pinter padahal bolong…
katanya dia ga ambil padahal bohong…
katanya dia baik tapi sombong…
katanya kaya, kok 300 di hitung…

ehhh??? gw miskin kok…

trus melanjutkan lagi berpikir…gmana caranya bisa beli kubus itu LAGI!

“pov” : action! September 7, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

entah kenapa saya teringat dalil newton, teorema newton, dan sedikit ilmu statistik tentang angka, game theory, dll. mungkin ada yang error dengan otak saya…atau batere saya lagi lowbat…

namun yang membuat saya menarik ada “Newton Law”, ada 3 sebenernya…dan jelas ini tidak disebutkan di dalam Pramuka…apalagi setiap hari senin waktu upacara bendera. dan jelas juga kalau ini tidak akan dibahas sekarang…karena tujuan gw nulis ini bukan untuk belajar fisika…

nah, hukum yang paling menarik buat gw adalah hukumnya yang ke-3…

jangan tanya kenapa yang ke-3? kenapa ga yang ke-4 atau yang ke-5…karena hukum Newton emang cuma ada 3…

bunyinya kurang lebih seperti ini, “to every action there is equal and opposite reaction”

jadi misalnya anda mendorong tembok, maka secara tidak langsung tembok itu akan mendorong anda juga. nah, apa hubungannya sama post ini?! kalau dihubungkan sama genteng, atau camilan…jelas sekali kita ga bakalan bisa dapet apa-apa…paling dapet kenyang…tentu saja untuk camilan, kalau untuk genteng mungkin bisa dipertimbangkan untuk dijual kembali.

namun kalau kita mix-and-match dengan kehidupan maka sebenarnya hukum Newton yang ke-3 ini benar-benar indah dan sesuai dengan apa yang terjadi pada hidup kita.

in every way we live…pasti ada beberapa hal yang bersifat selaras, linier, ataupun berlawanan alias opposite.

contoh mudahnya, dalam bersikap…ketika kita menjadi diri sendiri, ada kalanya orang lain tidak suka dengan tindakan kita, namun ada juga yang suka dengan tindakan kita. hal ini menjadikan, setiap tindakan kita akan menghasilkan energi secara positif ataupun negatif.

lalu bukankah “tidak baik” ketika kita di cap “jelek”, atau di-jelek-jelekan oleh orang lain…

jujur…bagi gw, it hard. bahkan gw sendiri masih bingung ngadepin orang yang punya sifat negatif ke gw. apakah gw harus senyum kaya kuda, atau sekedar nyengir kaya orang gila…atau cemberut, kaya orang nahan kentut?! serba salah…dan kayanya ga ada pilihan yang enak…kaya “harus makan pizza”, atau “harus makan bebek peking”.

namun yang saya tahu adalah…saya tidak bisa menghilangkan energi negatif tersebut. so what should we do?!

Gede Prama pernah berkata dalam bukunya. kehidupan itu seperti lampu, tindakan itu seperti generator, dan listrik adalah akibatnya…di setiap listrik ada energi positif, dan energi negatif…karena hanya energi positif dan negatif lah yang bisa menghidupakan lampu tersebut.

in a short way, kita harus tahu kalau kita tidak bisa menjadi orang yang sempurna! menghasilkan semuanya dengan baik, dan positif…

nah kembali ke masalah…kemana energi negatif itu akan kita bawa? tentu saja bukan di bawa ke lampu…

tapi “diatur!”

caranya??! itu adalah pertanyaan standard dengan jawaban standard…

“kenali kemampuan diri, kerahkan yang terbaik…dan terus belajar…”

  1. secara otomatis ketika kita tahu kemampuan kita, kita bisa yakin kalau kita ini bisa…
  2. kalau kita sudah mengerahkan yang terbaik, berarti kita tahu kalau kita sudah berusaha secara maksimal…
  3. dan dengan belajar saja kita bisa memperbaiki masalah yang ada…

dengan hal itu, kita tidak menghilangkan sikap negatif orang, namun gw rasa cukup untuk meminimalisir, sampai ukuran mikroba…setidaknya kurang lebih begitu…

jadi ketika anda melakukan “action”, bersiaplah meneria “reaction” apapun itu…

selamat ber-aksi!

To every action there is always and equal and opposite reaction

“pov” : ideal September 6, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

ini mungkin masalah gw, anda dan mereka. karena entah kenapa kita senang sekali mengkaitkan diri kita ini dengan sebuah sifat imajiner bernama “ideal”…

jadi apa ideal ini?!

ideal jelas bukan rujak, apalagi salah satu jenis sandal…udah gw cek ini juga bukan merek batu batere. jadi apa sebenernya ideal?!

menurut Princetown yang terletak disebelah Tasikmalaya, ideal berarti

  • conforming to an ultimate standard of perfection or excellence; embodying an ideal
  • the idea of something that is perfect; something that one hopes to attain
  • constituting or existing only in the form of an idea or mental image or conception; “a poem or essay may be typical of its period in idea or ideal content”
  • model of excellence or perfection of a kind; one having no equal
  • of or relating to the philosophical doctrine of the reality of ideas

nah lo…anda tidak suka bahasa inggris?! sama saya juga! tapi kenapa kita masih saja menonton dan mendengar lagu-lagu inggris?! oke, lupakan itu…mari kita subtitle tulisan di atas…

dengan analisa saya dan pemahaman tentang bahasa inggris yang buruk, maka beberapa point di atas berarti 1 hal…

SEMPURNA!”

mungkin sudah saatnya Andra and The Backbone ganti judul dan lyric lagu mereka jadi Ideal…

“kau begitu Ideal…
dimataku kau begitu Indah…”

dan tentu saja kita tahu…there’s nothing such a “perfect” things in this world. jadi kenapa kita mencari dan menggunakan ideal sebagai patokan? padahal jelas-jelas kita sendiri tidak bisa mengejar ideal yang kita inginkan…kalau kata Five Minutes, Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh! CMIIW…maklum ga begitu kenal ama lagu Indonesia…

nah setelah saya sadar ideal begitu sempurna, dan tidak bisa di kejar…maka saya mencoba mencari tahu “apa standarisasi” dari ideal?! misalnya saja pada wanita, tentu saja ideal adalah:

  1. Langsing…
  2. Langsing…
  3. Langsing…
  4. Langsing…

we can’t deny it, tapi itu yang kita lihat…coba tengok tivi, buka koran, atau denger radio…semuanya mencerminkan wanita yang kurus, langsing, putih, dan cantik adalah wanita yang ideal. dan menurut saya sebenernya baik itu Tivi, Koran, atau Radio mereka itu BENAR 100%! itu lah wanita ideal…

lalu kembali muncul pertanyaan!

menurut siapa?!

lalu saya menjawabnya…”setidaknya ideal menurut saya!”

dari hal itu saya sudah dapat 3 point dari ideal, yaitu:

  1. Sempurna
  2. Tidak Berciri-Ciri
  3. Subjektif

kurang 1 point lagi…maka saya pasti dapat piring cantik. kalau bisa sampai 5, jelas saya bisa dapat mangkok lucu lengkap dengan mug nya.

nah dari ke-3 hal yang bisa saya ambil sebagai konklusi sementara ini terhadap ideal…saya masih juga bertanya!

“kenapa harus ideal yang menjadi patokan?!”

lalu tiba-tiba suara adik saya muncul…

“jelas lah…masa iya elu dijadiin patokan!”

baru saja saya ingin menjawab dengan lemparan batu bata…rupanya ada pertanyaan sambungan yang ingin di lontarkan oleh adik saya…yang muncul di pikiran saya…

“kalau begitu apa yang harus kita gunakan untuk berpatok?!”

disini, saya bingung…karena saya sendiri jarang berpatokan terhadap hal lain, selain ideal yang saya inginkan. saya ingin punya pacar kaya Sherina Munaf…suaranya kaya Laudya Cintya Bela, dan bodynya kaya Luna Maya…

nah itu ideal saya…dan jelas sekali ini yang bikin saya ga punya istri sampai sekarang. selain karena ga boleh, tentu saja karena emang ga ada makhluk fusion dari Sherina, Cintya Bela, ama Luna Maya. kalau ada tolong bawa kesaya…bukan buat di kawinin, gw cum pingin belajar fusion buat gabung ama brad pitt + keanu reeves!

masih terngiang pertanyaan dengan apa kita berpatok…lalu tiba-tiba saya mendapatkan ilham, wangsit, dan jawaban. seperti dibukakan pintu nya…

tentu saja yang harus di jadikan patokan adalah…

diri sendiri!

ketika kita membayangkan “ideal” maka kita sebenarnya membayangkan bagaimana kita bisa menjadi “seperti” orang lain, apakah itu langsing, apakah dia ganteng, apakah dia pintar, dll. padahal pada kenyataannya kita jarang sekali mencoba berkaca kepada diri sendiri…apa yang ada di dalam diri kita…apa yang kita miliki…apa yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik?!

coba anda hitung…berapa kali anda pernah berpikir, dan bersyukur tentang apa yang Tuhan berikan untuk anda. berapa kali dalam 1 hari? berapa hari dari 1 minggu? berapa minggu dalam 1 bulan? berapa bulan dalam 1 tahun? dan berapa tahun dalam hidup anda?!

seperti yang di katakan oleh buku…

“manusia berkembang oleh karena dia mau mempelajari dirinya sendiri…”

atau yang lebih cocok…

“manusia berdiri atas pikirannya sendiri, apa yang diungkapkan oleh orang lain, hanyalah variable tambahan di dalam hidupnya!”

orang pintar jaman dulu, sudah ngerti kalau misalnya ideal itu adalah bagaimana kita menghargai diri kita, dan bagaimana kita mau dan melakukan hal untuk memperbaiki diri kita…

jadi sebenernya ga perlu WRP untuk ideal, ga perlu Pediasure untuk ideal…love your self, it enough!

selamat mencintai diri anda sendiri! :D