oops, you got caught! April 30, 2009
Posted by adi martha in Henpon, a pint of milk, my body, my gadget, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
saya ingin menulis hal ini sebelum saya melupakannya dan menjadikannya sebagai salah satu lipatan pelajaran dalam batin saya, yang nanti mungkin akan di bolak-balik ketika saya mengalami dejavu terhadap kejadian tersebut.
kejadiannya adalah beberapa “pick pocket” atau mungkin “pick handphone” lebih tepatnya, yang sedari dulu sering saya dengar berulah di angkutan umum di ibukota Jakarta, but somehow, might be 2 days ago was my luck (or bad luck). jadi saya bisa melihat para “pick pocket a.k.a pick handphone” itu beraksi secara LIVE, nyata di depan mata saya…bahkan saya menjadi pemeran utama pada adegan itu.
2 hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan menuju kampus, hari itu ujian Web Database, so daripada berlama-lama di angkutan umum, maka saya memberanikan diri membuka handphone Samsung i780 saya dan membuka beberapa slide presentasi Web Database. lumayan untuk mempersiapkan diri menjelang ujian, beberapa jam lagi.
awalnya perjalanan sepi, dan biasa-biasa saja…hingga seseorang masuk dan duduk di depan saya. saya tidak curiga, dan masih melanjutkan untuk membaca presentasi.
masalah dimulai ketika ada seseorang yang duduk di depan saya (kebetulan saya duduk di pojok angkutan umum!), lalu muncul seseorang lagi yang duduk di sebelah orang tersebut. jadi total dari hanya terisi 1 orang, yaitu saya saja. kini bertambah 2 orang lagi.
tidak beberapa lama angkot penuh dengan cepat. WOW! amazingly, saya dijaga kewaspadaannya (ini pasti gara-gara Catur Sanak…thank’s my pals!
), dan ketika saya dihidupkan kewaspadaannya. maka seluruh rangkaian aksi ini dimulai.
pertama-tama, orang yang ada 2 baris di samping saya mulai merasa mual-mual, dia meludah, dan mengenai jendela. untungnya tidak mengenai saya, orang disebelah saya mencoba membantu dengan mencarikan tissue, dan pindah tempat duduk. jadi sekarang posisinya adalah:
pick pocket ; orang mual ; saya
saya pun mencoba membantunya untuk membuka jendela namun dia malah menutup kembali, lalu berkata…
“maaf ya mas…saya mual”, dan orang disebelahnya menimpali, seperti bermaksud untuk menolong. “maaf mas, tissuenya abis…”
coba ingat-ingat dialog diatas, jika anda bertemu dengan dialog itu, maka bersiaplah mungkin anda sudah masuk kedalam scene pencurian hari itu.
setelah itu beberapa orang tersangka lain menggeser-geser tempat duduk sehingga, hanya tersisa 2 tempat kosong. tidak beberapa lama, tempat itu diisi oleh orang yang mencari tissue tadi, jadi sekarang susunan duduk di angkutan umum adalah.
pick pocket ; kosong ; tersangka juga ; anak sma ; pemeran pembantu
kosong ; orang mual ; saya
tidak beberapa lama, saya merasa kalau situasi sudah tidak begitu aman, sehingga handphone saya masukan kedalam kantong celana. si pemeran pembantu yang memberikan saran, ketika saya teliti, saya jadi curiga, memang orang yang pertama naik ini adalah pemeran pembantu, mungkin saja termasuk salah satu tersangka.
akhirnya setelah saya memasukan HP saya, tiba-tiba orang mual itu kejang-kejang dan menubruk saya, dan saya diperintahkan untuk pindah. karena cuma ada 1 bangku kosong, maka dipastikan secara logika, ataupun algoritma manapun, saya pasti akan pergi ketujuan itu.
namun saya sadar, there’s a scene that created on it. jadi saya mengambil tas saya dengan tangan kiri, dan memegang saku celanan saya dengan tangan kanan. setelah duduk saya memposisikan tas itu di atas tangan kanan saya yang memegang tas. sehingga tangan kanan saya tidak terlihat sedang memegangi handphone.
tiba-tiba ketika saya baru duduk, orang-mual-yang-berubah-menjadi-ayan itu menarik-narik celana anda.
hal itu patut di garis bawahi, bahwa sebenarnya untuk mencuri dan mempermudah mengambil barang anda, maka pencuri menarik-narik celana anda, sehingga anda tidak merasa ketika kantong anda di raba. cara lainnya selain menjadi manusia-menjijikan-yang-mual-trus-ayan, adalah pura-pura menjadi tukang pijat.
ketika dia menarik celana saya, maka saya semakin menahan HP saya dengan tangan kanan saya, sedangkan tangan kiri menyeimbangkan tas, agar tidak terjatuh dan tangan saya terlihat oleh orang disebelah saya. tidak beberapa lama dia menggeser tempat duduknya, terlihat seperti ingin membantu orang-mual tersebut, dan menaruh tasnya diatas tas saya…sehingga saya tidak bisa melihat tangan kanannya (posisi yang sama seperti saya).
dan ketika ia mencoba mendekat ke orang yang mual, dia menjulurkan tangannya dan mencoba merogoh handphone yang ada disaku saya, yang mana masih di tarik-tarik oleh orang ayan di depan saya ini.
namun apa mau dikata, karena saya sudah sadar, bukannya hanphone yang di tangkap, namun malah tangan saya yang terpegang. akhirnya saya melihat wajahnya, lalu memasang senyum tolol, seperti berkata…
“LOSSSSEEEEEEERRRRRR!!!”
lalu saya tertawa kecil sambil memandang sinis wajahnya, orang itu terjebak dengan keringat dingin. tidak beberapa lama orang mual itu keluar, dan orang yang berada di sebelah saya berpindah posisi menjadi ke posisi di tempat orang mual tadi berada.
tidak beberapa lama dia turun, dan saya masih saja menatapnya sinis sambil berkata sekali lagi…
“LOSSSSSEEEEEERRRRR!!!!”
mungkin kalau saja, saya punya teman dan memiliki backup yang banyak…hari itu saya sudah bawa mereka ke kantor polisi Kebon Jeruk yang terletak dekat dari lokasi kejadian…sayangnya, kalaupun saya berteriak maling, maka saya paling cuma melawan orang itu sendiri, sedangkan dia bersama beberapa orang temannya!
bukannya saya takut, tetapi lain kali ketika saya melihat orang itu…naik kembali ke angkot yang sama…maka saya akan tertawa dan berteriak…
“tolong HP nya di jaga…”
oops, you got caught! :p …
not just a matter of size! April 28, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
belakangan ini saya memiliki banyak ide yang benar-benar indah, entah itu sekedar menyusun “AI” untuk melakukan optimum selection, dalam permainan game. ataupun memikirkan tentang bagaimana cara membuat protocol yang memungkinkan terciptanya network tanpa perlu memusingkan segala macam aturan dan setting, dalam bayangan saya protocol ini digunakan pada pembelajaran dan saya menamainya LCN (Local Class Network), mungkin suatu saat saya akan merealisasikan semua ide saya kedalam sebuah titik nyata…walaupun berpendar seperti pantulan specullar namun setidaknya saya tahu, saya pernah berusaha membuat titik di tempat itu!
namun ketika saya pulang ke rumah setelah memperbaiki laptop saya, saya berpikir tentang…
“apa sebenarnya kecil, dan apa sebenarnya besar!”
sama halnya seperti definisi “setengah” pada cake cutting algorithm, maka sebenarnya kita tidak bisa menjadikan “small” or “big” sebagai patokan terhadap sesuatu.
contoh mudahnya adalah, menentukan ukuran sepatu. saya yang memiliki kaki berukuran 42, akan mengatakan “kecil” kepada sepatu dengan ukuran 40, namun adik saya yang masih SMP akan berkata kebesaran. jadi intinya adalah scale 40 di saya, dan 40 di adik saya memiliki point of view yang berbeda jika di tilik dari nilai scalar.
lalu bagaimana muncul kata kecil, dan besar?! kata ini muncul berdasarkan pengamatan pribadi, sehingga kita tidak bisa menggunakannya sebagai pembanding terhadap sesuatu. namun bukan berarti hal yang tidak memiliki standarisasi terhadap scalarnya tidak bisa digunakan sebagai media pembanding dan penentu keputusan.
contoh mudahnya adalah “cake cutting algorithm” yang pernah saya bahas.
ada 2 orang (A,B)…A membagi kue menjadi setengah (menurut A), dan B memilih kue dengan ukuran yang terbesar (menurut B)
secara tidak langsung B tidak akan mempercayai ketika A membagi kue menjadi 1/2…karena B tidak yakin terhadap ukuran 1/2 yang A miliki (memiliki penilaian scalar yang berbeda, sama halnya ketika saya membandingkan nomor sepatu saya dan adik saya)
namun karena B di berikan kesempatan memilih kue dengan optimum solution yang diinginkan, maka B merasa puas, karena dia merasa mendapatkan optimum solution atau mungkin best-offer-solution pada saat itu.
sedangkan A tidak akan mempermasalahkan apakah apakah B mengambil sisi yang manapun, karena menurut A semua sisi kue memiliki nilai 1/2, jadi sisi yang mana saja memiliki nilai yang sama.
jadi 40, 41, 42 is not just a matter of size…it’s a matter of view…and your foot of course!
intinya adalah, apapun yang kita dapatkan, even it looks small, namun mungkin ada orang lain yang menganggap apa yang sudah kita dapatkan itu anugrah yang besar. sama halnya ketika kita menganggap makan nasi dengan lauk sate adalah hal biasa, namun bagi para teman-teman kita yang kurang beruntung akan menganggap itu sebagai sebuah anugerah besar…
jadi, jangan pernah mengeluh tentang apa atau seberapa yang anda dapatkan, karena yang terpenting adalah seberapa banyak yang bisa kita lakukan…
…
let win some Game! April 24, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
pada serial tv Numb3rs banyak sekali scene yang membahas Game Theory, yang pada dasarnya sebenernya tidak hanya diciptakan untuk bermain game, atauapu melakukan decision terhadap suatu kejadian (action) pada sebuah game.
theory ini menganut paham “optimal solution”, sama halnya seperti Minimax Tree, bedanya pada Minimax kita masih mencoba mencari solusi yang optimal untuk kita, namun mengecilkan probability untuk loss.
oke sebelum lanjut ke game theory bagaimana kalau ktia mencoba membahas sedikit minimax. contoh simple dari minimax adalah Catur. pada game ini, pada dasarnya kita menggerakan pion untuk 2 hal.
- mencegat lawan
- memancing lawan
dan dari 2 hal itu, minimax memiliki peranan untuk “memancing” lawan. minimax tidak mencari solusi dengan loss probability nol, yang kemungkinan malah membawa anda terdesak (nanti akan saya coba jelaskan dengan Game Theory, kenapa dengan loss probability 0 (nol), kita menjadi mudah terdesak), maka dari itu Minimax akan menggunakan metode “less loss, but maximum profit!”. jadi dengan algoritmanya kita akan diajak menggerakkan pion untuk memancing mangsa yang lebih besar.
anggap saja anda mengurung mentri dengan 1 buah kuda, dan 1 buah peluncur. si mentri bisa saya memakan kuda, namun harus menghadapi peluncur, ataupun si mentri bisa makan peluncur namun harus menghadapi kuda.
minimax tidak menghilangkan loss probability, namun meminimalisirnya, dan menaikan kemungkinan kita untuk gain profit (at least kita kan melakukannya hingga value yang loss dan kita dapatkan memiliki hasil yang even).
nah, Game Theory memiliki hal yang sama…dia tidak menghilangkan probabilty loss, namun lebih kepada optimal solution kepada 2 player yang bermain di dalam game tersebut.
salah satu Game Theory bisa digunakan pada permainan “petak umpet”.
oke, anggap kita bermain “battleship”, yang pada dasarnya adalah petak umpet. saya harap anda tahun game battle ship…kita akan menyembunyikan kapal dan musuh akan menembakan peluru sesuai dengan koordinat yang diinginkannya. jika kapal hanya diam, maka dengan mudah musuh akan menebak posisi kapal yang kita sembunyikan.
namun sekarang bayangkan jika kapal bisa bergerak (agar kemungkinan lebih sulit), dengan namun hanya di batasi pada 1 kotak ke kiri, ke kanan, ke depan, atau ke bawah. dengan menembakan meriam secara terstruktur, kita bisa menentukan posisi kapal ada dimana.
pencarian titik dengan probability loss yang kecil akan membuat pergerakan menjadi terbaca dan terlihat dengan mudah, karena pada dasarnya zero loss probability bersifat sequential dan terurut, dan itu menyebabkan koordinat dan gerakan kapal menjadi mudah terbaca. dan semakin banyak variable yang kita tahu, maka gerakan lawan akan semakin mudah dibaca, dan memudahkan kita untuk mengetahui
yang mana Optimal Solution dan yang mana merupakan Worse Case!
salah satu yang sering digunakan untuk menjelaskan Game Theory adalah “Prisoner Dilemma”.
mudahnya seperti ini:
ada 2 orang penjahat, anggap saja namanya A dan B. mereka sedang di cek kesaksiannya, untuk pembuktian mana yang lebih bersalah.
untuk gampangnya saya menggunakan gambar berikut (sumber : )
klausulnya seperti terlihat digambar. worse case untuk Game Theory ini adalah jika si A tetap diam, dan si B tetap diam, maka mereka akan terkena hukuman selama 1 tahun saja. pada dasarnya Polisi akan memaksa mereka berdua untuk berbicara, dan memancing mereka dengan cara yang halus ataupun kasar sekalipun. namun dengan Game Theory, kita tidak perlu susah untuk menggunakan kekerasan untuk membuat mereka berdua terkena Optimal Solution yaitu sama-sama terkena 5 tahun. kenapa 5-5 di anggap sebagai “best solution”?!
oke…kita anggap A dan B, tahu apa yang terjadi jika mereka diam, dan jika mereka mengaku. untuk mencapai hasil maksimal (menurut mereka), maka mereka harus tetap diam, dan tidak mengaku. namun pada dasarnya manusia selalu tidak yakin terhadap apa yang orang lain lakukan, karena mereka akan berpikir kalau orang lain akan melakukan yang terbaik untuk dirinya.
contohnya, ingat tujuan-nya adalah A diam, dan B diam. namun jika A tetap diam, maka dia akan berpikir…bagaimana jika B ternyata mengaku, maka dia akan terkenal hukuman selama 20 tahun, dan B akan bebas. begitu juga B, dia akan berpikir, bagaimana jika si A mengaku dan dia tetap diam, maka si A akan bebas dan dia akan dihukum selama 20 tahun!
jadi solusi optimal mereka berubah, bukan pada kotak 1-1, namun pada kotak 5-5…kenapa?!
coba lihat pada A, jika A mengaku, maka:
kemungkinan hukuman A adalah 5-0
jika A tetap diam maka:
kemungkinan hukuman A adalah 20-1
sekarang lihat pada B, jika B mengaku, maka:
kemungkinan hukuman B adalah 5-0
jika B tetap diam maka:
kemungkinan hukuman B adalah 20-1
jadi mau dilihat bagaimanapun sisi kiri selalu menawarkan hasil yang optimal, sehingga mau tidak mau…walaupun mereka disuguhkan pada kenyataan, jika mereka tetap diam, maka mereka hanya menjalani hukuman sebanyak 1-1.
jadi daripada menggunakan kekerasan, polisi cukup memberitahu variable yang harusnya mereka ketahui, berapa hukuman jika mereka diam, dan berapa hukuman jika mereka berbicara, dan berikan juga dampaknya pada tahanan yang lain.
saya belum pernah menggunakan Game Theory dalam bentuk praktek langsung, oleh karena itu saya cukup tertarik ketika mengetahui bahwa cabang ilmu ini, tidak hanya memiliki hubungan pada matematika, namun lebih kepada “social”…
intinya adalah, risk is manageable!
if you love someone?! April 21, 2009
Posted by adi martha in missing somewhere!.add a comment
saya banyak membaca beberapa hal, dan banyak pula tidak setuju dengan hal-hal yang saya baca. entah karena saya ingin mencari solusi lain, alternatif lain, atau sekedar tidak ikut-ikutan dengan orang lain…tidak hanya pada bacaan, pada hal lain pun saya suka sekali mencari jalan yang berbeda…an adventure I think!
beberapa yang sering saya tidak setuju adalah…”cinta”…
it’s kinda hard to tell what is the “ideal” criteria to love someone?! dan menurut saya sendiri, cinta itu unik dan harus di ungkapkan dan dijelaskan secara unik. tidak hanya memandang satu sisi, namun dari berbagai sisi, dan dari titik-titik yang berbeda…oleh karena itu saya benar-benar terinstpirasi dengan lagu More Than Words nya Extreme.
saya terkesima dengan pilihan lyric dan nadanya, terutama pada bagian…
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn’t make things new
Just by saying I love you
saya terkesima, bagaimana Extreme mengungkapkan cinta dalam posisi yang unik…tidak hanya berakar pada kalimat “I Love You” yang menjadi patokan diseluruh dunia, namun mereka mendobraknya dan memikirkan hal baru…serta memberikan kesimpulan…
“Cinta itu lebih dari kata-kata!”
love is an action! dan saya setuju tentang hal ini, saya ingin suatu saat ini, ketika saya ingin mengucapkan “I Love You”, dia menempelkan telunjuknya pada bibir saya dan berkata…
“I already now what you would say…”
romantic isn’t it?!
namun jika dilihat dari segi “action”, maka saya bisa membagi 2 hal…yaitu “action” sepihak, dan “action” about love. dan kebanyakan hal-hal cinta yang saya baca adalah “action” dalam hal sepihak.
contoh sederhananya:
“orang yang mencintaimu, adalah orang yang selalu mengirimkan pesan ’selamat pagi’, ’selamat siang’, ’selamat tidur’…walaupun kau tidak pernah membalasnya!”
if I were that boy, than I’ll blame my self! dalam hal perhatian, dia benar…kenapa?! karena dalam hal ini perhatian kepada pasangan jauh lebih baik di bandingkan sebuah kalimat “I Love You!“, namun perhatian tanpa balasan?! come on…
bagi saya ini lebih terlihat seperti katak merindukan bulan, sayang bulan ga bisa ngomong.
one side note tercipta ketika saya membayangkan, kenapa orang suka dengan note-note seperti itu. karena mereka membayangkan mereka dalam posisi di tunggu, dan mereka jarang sekali berpikir dalam posisi menunggu. padahal…secara tidak langsung, seperti yang saya ucapkan tadi…cinta itu harus di pandang dari berbagai sisi…dan orang yang mencintai anda, ketika anda mengirimkan pesan ’selamat siang’, dan anda sedang tidak ingin “mengobrol”, maka ia akan mengirimkan pesan…
“maaf, saya, tapi aku lagi pingin nenangin diri…ngobrolnya nanti malam aja, oke darling!”
a piece of small talk like this can grew up a relationship, and make it last long. sekarang coba kita berkaca pada diri sendiri, seberapa sering anda mengungkapkan apa yang anda inginkan kepada pasangan anda…seberapa sering anda berkata…
“that look cool, but really…I don’t like it!”
kepada pasangan anda, terhadap hal yang anda tidak suka dari pasangan anda. dan seberapa sering anda menerima kalimat yang sama dari pasangan anda?!
kadang bara-bara kecil itu dimulai dari kurangnya “small-talk” di dalam hubungan anda. sekedar curhat, bertanya tentang masalah, berkeluh kesah, memikirkan bersama solusi dari suatu masalah…hal-hal seperti itu jarang sekali dilakukan, dan ujung-ujungnya apa yang terjadi?!
ketika pasangan anda berbuat salah, anda akan berkata…
“syukuriiinnn, kan udah di bilangin ga usah begitu…masih aja bandel!”
padahal, pada dasarnya anda tidak pernah mengucapkan hal itu secara langsung pada pasangan anda. anda mungkin hanya mengucapkan…
“yaa, itu sih terserah kamu sayang!”
dan anda menganggap diri anda berkata…
“jangan saya…aku tidak suka!”
dan seujujurnya, there’s a big difference between that two sentece!
one side note lagi, cinta adalah honest!
dan pada dasarnya kita mengungkapkan rasa cinta kita kepada “orang” lain yang kita cintai, dan kita patut sadar bahwa manusia tidak sempurna, dan tugas cinta bukan membuat orang itu menjadi sempurna! namun memberikan kita sebuah kekuatan untuk menyadari bahwa
“manusia itu tidak sempurna, oleh karena itu mereka belajar!”
dan yang menjaga mereka ketika mereka “belajar” adalah cinta…coba lihat ada berapa banyak orang yang dalam hubungannya mau memperbaiki kesalahan pacarnya, dan berusaha bersama-sama memperbaikinya. berapa orang yang berkata seperti ini..
“kamu tahu kan kalau kamu salah, tapi aku tahu kalau kita bersama…kita pasti bisa memperbaikinya, we are a team right?!”
dan “belajar menghargai kelebihan dan kekurangan orang yang kita cintai” adalah another one side note.
jadi jika kita tarik kesimpulan, love is:
- action
- honest
- person
dan jika kita gabungan…
act honest to a person!
that is LOVE! nothing about being honest about your self into another person…
dan oleh karena itu saya percaya…
“cinta itu bukan dari saya untuk dia, tetapi dari kami untuk kita!”
Morning Tears April 21, 2009
Posted by adi martha in missing somewhere!.add a comment
something called me this morning! entah kenapa, tapi saya merasa kalau pagi ini saya di berikan petuah untuk men-tuned gitar dengan alternated tuned, sebuah tune yang sebenernya tidak biasa saya pakai.
non-standard tune yang saya pilih saat ini adlah : DADGAD, dan yang umum menggunakan tuned ini adalah para finger picking guitar, dan air tapping guitar, seperti Andy McKee. namun jujur, ketika saya mendapatkan ide ini, saya sama sekali tidak membayangkan akan bermain seperti Andy McKee, menciptakan lagu seperti Andy McKee. apalagi menciptakan Drifting.
pada dasarnya DADGAD memberikan sebuah chord ketika kita menstrum nya open string, yaitu D Sus…oleh karena itu, membuat chord di tune ini terlihat gampang-gampang susah. Gampang karena cukup menggerakan sedikit tangan dan merubah Root note, susah karena belum terbiasa…tapi setidaknya ketika mendengar nadanya bergeming, saya sadar…saya harus menggunakan gitar accoustic untuk menciptakan suara yang asik.
maka dengan segera saya menyiapkan Boss AC2 dan mencari setting yang enak untuk di ajak bermain dengan tune ini.
dan setelah mencoba sedikit, dan mencari nada yang pas…maka saya memutuskan untuk merekamnya dengan Cubase SX 3, sekedar untuk mengingatkan saya bahwa saya pernah menciptakan lagu dengan alternated tune.
karena ilham dan jiwanya ketika bangun pagi, maka judulnya harus ada Morning, dan karena ada rasa sedih maka ada baiknya saya menambahkan Tears di belakangnya…maka jadilah lagu dengan judul Morning Tears ini.
masih banyak yang harus di rubah, seperti durasi (I think 5 minutes terlalu lama buat sebuah sappy song…I’ll work on it later on!), dan lyric…walaupun saya sendiri tidak yakin lyricnya akan berbentuk seperti apa…hohohoho…
any way, bagi yang berminat…silahkan download disini
at full speed! April 20, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
minggu ini saya di sibukkan oleh banyak hal…
- LCD laptop yang rusak
hal ini memaksa saya untuk berpikir…kapan saya harus pergi untuk memperbaikinya?! - Project Bimoli
hal ini memaksa saya untuk berpikir…kenapa saya menerima proyek ini?! - Project Web Database dari kelas lain
hal ini juga memaksa saya untuk berpikir…kenapa saya menerima proyek seperti ini?! - Project Kerja Praktek dari kelompok lain
hal ini juga memaksa saya untuk berpikir…untuk apa saya mengerjakan hal yang orang lain harus kerjakan?! - Project Web Database dari kelompok sendiri
hal ini juga memaksa saya untuk berpikir…kemana teman kelompok saya?! oh iya, saya lupa…ini bukan tugas kelompok…ini tugas individual berkedok kelompok! - Project System Multimedia dari kelompok sendiri
ahhh, saya rasa tidak perlu menjelaskan kembali…coba lihat point 5 di atas! - Project Data WareHouse dari kelompok sendiri
oh my God…ulangi kembali point 5 sekali lagi…terima kasih!
…
namun begitulah manusia, dan begitulah saya…karena saya masih manusia, dan masih bernafas, masih berpikir, dan masih mengeluh…karena memang begitulah saya!
namun ketika manusia di hadapkan pada masalah, maka ada 2 hal yang dapat di pilih olehnya, yaitu:
- TABRAK!
- menghindar!
dan ketika saya mengalami musibah LCD retak, saya seperti diberikan jalan untuk menghindar dan menolak beberapa project di atas (kecuali Bimoli), yang tentunya akan meringankan beban saya, namun dalam batin saya…terpikir sebuah hal…
sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah “banyak” proyek-nya, namun “komitmen” dalam pelaksanaannya…dan ketika saya sadar, kalau saya kurang berkomitmen, maka saya mencari, menarik, dan mencoba menyimpulkan, apa yang membuat saya kurang berkomitmen!
…
- menggampangkan masalah!
ini salah satu masalah kronis dalam diri saya, entah untuk hal remeh-temeh, seperti mematikan air, ataupun mengingatkan telepon, saya akan selalu menggampangkan dan menganggap bahwa sesuatu itu sederhana, walaupun tidak sesederhana yang terlihat!
…
dan rupanya penyakit ini juga mengenai proyek saya…karena saya berpikir! “AH, GAMPANG!”, maka saya mencari pembelaan untuk menghindari tanggung jawab saya, dan menghianati komitmen yang harusnya saya tepati! - membuang-buang waktu!
saya ini suka sekali menganggap diri saya sibuk, walaupun sebenarnya saya hanya bercelana kolor sambil makan jeruk, duduk di depan TV menonton AXN…namun saya selalu mengatakan kalau saya sibuk! mungkin saya sedang sibuk memikirkan algoritma yang di gunakan Prof. Eppes pada episode numb3rs hari itu! - menyalahkan banyak pihak!
entah kenapa, ketika kita tidak bisa menepati komitmen, maka yang paling asik adalah menyalahkan hal lain…contoh gampangnya…
saya ingin menyalahkan LCD yang rusak, ketika ingin menghindari komitmen, bahwa proyek web database pesenan orang ini harus dikumpulkan hari rabu besok!
mungkin, saya juga salah “menyalahkan” teman saya yang tidak mau urun rembug, membantu saya, atau sekedar menanyakan…”proyek kita sampai mana, sini gw bantu dah!“, mungkin karena saya salah ingat…kalau ini bukan proyek kelompok…kelompok cuma kedok?! iya kan?!
dan ketika saya menarik inti sari tersebut…saya melaju dengan kecepatan “full speed”, bergerak dengan cepat untuk menyelesaikan apa yang harusnya sudah saya selesaikan sejak lama…
dan hari ini saya sudah mengerjakan 90% dari proyek pesanan orang, bimoli sudah kelas 95%, dan saya cukup mengerjakan proyek KP untuk Agung, dan mengerjakan sisa proyek individu berkedok kelompok yang tersisa..
go at the full speed! wish me luck, so I don’t get any accident!
…
Saturday morning tragedy! April 18, 2009
Posted by adi martha in my body, my gadget, my mind, my mind, body, and soul, notebook.add a comment
gw ga tau kemaren makan apaan, semalem tidur mimpi apaan, tapi yang jelas di hari sabtu ini, ketika gw terbangun gw melihat sebuah headset terletak di bawah laptop gw…tergencet di antara LCD gw…dan menyebabkan…
LCD GW HANCUR!!!
oh my God, langsung panik…dan buru-buru cari informasi harga LCD baru nya dan…OMG, harganya sampe 2.5 juta…
seketika dunia berhenti, dan gw langsung berpikir!
DARIMANA GW BISA DAPET DUIT SEBANYAK ITU!
nyokap gw ga bakalan ada…gw pun ga punya tabungan sebanyak itu…jadi?! mau ga mau, kayanya gw bakalan ngediemin laptop ini dolo…sementara gw pake layar external aja, buat ngopi data yang penting…dan kalo udah ada duit, baru gw benerin ini laptop…
kenapa bisa terjadi seperti ini?!
pertama-tama kemaren malem gw download Numb3rs Season 5 episode 19, dan beberapa Season 4…akibatnya gw harus nunggu 3 jam buat donlo 1 GB lebih…daripada gw bengong, meluncurlah gw ke kamar buat tidur…
laptop gw biarin “kebuka” dikit, biar ga stand-by…
dan gw tidur…
besok nya, ketika gw bangun gw ngeliat kok laptop gw kebukanya ga beres…ada headset di dalemnya, trus siapa yang nutup…dan pas gw liatin ada retakan di LCD gw langsung panik, dan coba idupin…dan bener rupanya…
LCD LAPTOP GW PECAH!
gw panik, mikirin semuanya…
- kerjaan gw…
- tugas gw…
- file-file gw…
dan semua hal yang ga bisa di lakukan kalo ga ada laptop…
oh my God!!! sekarang gw cuma bisa pasrah dan nelpon nyokap…kayanya sih bakalan gw tahan terus sampe UAS, baru gw benerin…
jadi rest in peace untuk sejenak laptop…I’ll revive you sooner or later!
…
considerly a higher place! April 14, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, character building, my mind, my mind, body, and soul, paper work.add a comment
hari ini saya melakukan presentasi Agama untuk mata kuliah Character Building, setelah berjuang semalam, dan berusaha menciptakan presentasi yang mempesona, saya di hadapkan pada puluhan pasang mata yang ingin menyaksikan…
“bagaimana sih tata cara dan ibadat dari Hindu sendiri?!“
saya tidak ingin membicarakan tentang mata kuliah Character Building, ataupun membahas agama lain, yang justru saya dapat dari presentasi saya kali ini adalah:
“Gunakan tempat tinggi selama presentasi!”
saya tidak bohong untuk hal ini, dan sudah di buktikan. entah karena malu, tidak siap atau lain sebagainya, namun teman-teman saya yang lain malah sibuk berkutat di lantai ketika melakukan presentasi. hal ini menyulitkan bagi mereka untuk mengontrol orang-orang di bagian belakang, karena yang terlihat hanya beberapa kepala pada bangku bagian depan saja.
padahal di dalam kelas terdapat sebuah panggung kecil yang bisa di gunakan untuk beraksi dan memberikan presentasi, namun saya lihat tidak satupun kelompok yang menggunakan sarana kecil itu. tidak satu kelompok pun yang mau mencoba naik dan berbicara dari atas podium, atau panggung kecil di kelas kami. namun, rupanya hal ini berpengaruh besar terhadap presentasi yang di hasilkan.
ketika saya menapaki dan mengucapkan salam, saya merasa kalau respons yang di berikan audience kurang, dan fokus mereka tidak pada apa yang saya utarakan, sehingga saya harus segera mengambil langkah untuk mengalihkan koordinasi pikiran dan fokus mereka agar mereka bisa mendengar apa yang saya ucapkan, dan apa yang ingin saya utarakan.
sedikit “joke” yang membangkitkan suasana, adalah hal yang cukup baik untuk memulai presentasi. suasana riuh, ketika presentasi di mulai dapat di gunakan untuk menakar beberapa banyak penonton yang fokus kepada saya. dengan itu saya bisa memfokuskan suara saya dan pandangan saya kepada teman-teman saya yang kurang begitu fokus kepada apa yang saya bicarakan.
oleh karena itu, dengan menempati panggung yang cukup tinggi saya dengan jelas dapat melihat ekspresi masing-masing orang, dan menciptakan suasana yang bisa nyaman…memperdengarkan suara saya dengan tegas, sehingga tidak terlihat “sekedar” berbicara, dan membuat semua orang sadar…
“bahwa saya sedang berbicara tentang hal yang menarik di depan!”
dan ketika itu saya sadar…pilihan saya untuk naik dan presentasi dari atas panggung adalah “hal” yang paling kuat membantu saya untuk melakukan presentasi ini…
mungkin saya di bantu oleh intonasi, nada, ataupun gerak tubuh…namun jelas yang saya temukan membantu saya kali ini adalah panggung kecil yang berwarna coklat dan dekil. selain itu tentu penjelasan yang saya utarakan menggunakan point-point sederhana yang menjadikan orang awam pun mengerti apa yang saya ucapkan…
hal yang terakhir ini saya justru dapatkan dari pengalaman mengajar saya, karena kebanyakan orang mengajar menginginkan muridnya memiliki impresi seperti berikut:
“aihh, keren banget yang ngajar, pinter banget!”
oleh karena itu, mereka umumnya menggunakan istilah rumit, bahasa planet, ataupun hal-hal yang terlihat “keren” padahal sebenarnya tidak membantu murid untuk memahami keadaan mereka…murid malah semakin tersesat, dan bingung tentang suatu pokok bahasan, sementara si pengajar dalam mimpinya sendiri…mimpi ketika dia di sebut sebagai salah seorang “pengajar” keren!
contoh mudahnya…
“baiklah kawan-kawan kita akan belajar variable, dimana variable adalah sebuah alokasi memory yang digunakan oleh aplikasi kita untuk menaruh suatu data. data tersebut bisa berupa bilangan integer, float, ataupun bisa kumpulan huruf. namun pada intinya, memory tersebut tidak menyimpan data itu pada keadaan sebenarnya, baik itu angka, huruf, dll. semuanya disimpan dalam bentuk binary…hanya bilangan 1-0-1-0, dst.”
saya sendiri jika menghadapi orang seperti itu akan angkat tangan, dan berkata…
“kak, ini MP3 player…tolong kakak rekam yang tadi…nanti saya denger pelan-pelan di rumah!”
kalau saya, pada intinya senang menggunakan plesetan dan hal-hal yang bersifat general dalam menjelaskan sesuatu…contohnya masih sama…saya akan menjelaskan variable, dengan gaya saya!
“oke…kita ini kan mahasiswa. nah, biasanya mahasiswa bakalan bawa kotak pensil donk?! nah…yang ga bawa, ketauan blom jadi mahasiswa!
nah…kotak pensil itu gunanya apa sih?! (buat nyimpen pensil!)
oke…kalo gitu kotak pensil saya pake buat nyimpen KFC boleh ga? (yey, ga boleh lah kak…)
nah, berhubung bicara KFC saya jadi laper nih…ada yang punya dompet isinya KFC?! (hahaha…dompet isinya duit kak?)
ya udah duitnya buat beli KFC!”
setelah tawa sedikit mereda, maka saya kan melanjutkan…
“masing-masing kotak tadi punya fungsi tersendiri, ada yang buat simpen pensil, ada yang buat simpen makanan, ada yang buat simpen duit…dan blom ada yang buat simpen istri, atau pacar simpenan…
nah…begitu juga di program! program juga punya kotak pensil! namanya “variable”…jadi kalo variable kotak pensil…jadi, apa guna variable?!”
secara otomatis mereka ngerti kalau guna variable itu nyimpen! setelah itu saya cukup jelaskan.
“sama seperti kotak pencil, variable juga punya isinya sendiri-sendiri…ada yang berisi angka, dan ada yang berisi huruf!”
setelah itu saya cukup menjelaskan tentang (kotak angka) integer, float, (kotak huruf) char, dll…dengan cara yang sederhana! simple right?! saya tidak ingin melihat pembelajaran sebagai beban…saya ingin ketika orang melihat ilmu baru, mereka menjadi “excited” dan tergerak, serta termotivasi untuk mau maju dan berusaha untuk belajar!
jujur, saya sendiri tidak merasa kalau ilmu mengajar saya baik, tata cara saya berbicara kadang kurang jelas, ucapan saya kadang tersendat di tengah, dan terkadang susah menguak contoh-contoh unik yang bisa di jadikan suatu hal yang menghidupkan suasana! salah satu contoh unik yang saya sukai adalah pelajaran System Basis Data, ketika kita memulai membuat sebuah Tabel…
“okeee…kalian sekarang adalah seorang pembuat database yang hebat, bahkan presiden sampe minta ketemu untuk minta di bikinkan data sensus. bayangkan, seorang presiden sms anda…
‘cui, ntar bikinin gw database sensus yak…’
bahkan dengan bahasa gaul?! bayangkan betapa kerennya anda…dan betapa gaulnya presiden anda!”
umumnya, murid akan tertawa sejenak mencoba membayangkan presiden gaul, ataupun gembira membayangkan dapat proyek dari presiden. dan ketika suasana menghangat maka kita coba tarik logika dan kemampuan dari murid…
“oke…untuk mencatat orang, apa yang harus kita catat?!”
maka mereka akan bercuap-cuap dan mengucapkan…
“nama, alamat…nomor telepon…”
lalu saya akan menambahkan “status”…lalu umumnya mereka akan bertanya?
“status-nya apa kak?!”
lalu dengan santai saya akan jawab…
“saya?! it’s complicated…”
itu jika cewe, jika cowok maka saya akan bilang “married“, maka kembali tawa sedikit riuh akan terdengar…lalu saya akan menghapus status tersebut, dan melanjutkan pelajaran…
kurang lebih saya menggunakan metode seperti itu ketika mencoba menjelaskan sesuatu kepada orang lain, dan ketika saya berpresentasi tadi…methode itu benar keluar, dan saya mendapatkan methode baru…
“considerly a higher place! ketika kita berbicara atau menjelaskan sesuatu kepada orang lain!”
karena ini sudah saya buktikan secara nyata…
selain itu latih kemampuan verbal, dan pengetahuan anda tentang apa yang akan anda bicarakan…anda tidak perlu bingung membaca materi dan mempersiapkan semuanya sebelum pelajaran di mulai. karena jauh lebih bagus orang yang “mengerti” apa yang harus di sampaikan namun tanpa persiapan, daripada orang yang “belum” mengerti namun penuh persiapan…karena saya cenderung type pertama…
…
selain itu…gunakan ilmu yang paling “ampun” ketika kita menjelaskan sesuatu…
“NGELES!”
selamat berpresentasi ria!
…
find a Guy that can leave everything for you! April 13, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
kemarin Mario Teguh dengan santainya berucap seperti itu, dan dengan bingungnya batin saya berucap….
mengapa kita harus rela mengorbankan semua untuk seorang wanita?
apakah wanita itu tidak perlu mengorbankan semua hal untuk diri saya?
jadi apakah saya mencintai wanita, menghargai wanita, atau di bodohi wanita?!
dan akhirnya, saya menarik kesimpulan sederhana, sama sederhananya seperti menari sumbu dari X1, Y1, ke X2, Y2…bahkan anak kecil pun bisa…
saya berkesimpulan…
“TIDAK ADA YANG HARUS DI TINGGALKAN!”
meninggalkan adalah hal yang berat, sama hal nya seperti kita berbicara kepada diri kita untuk meninggalkan Playstation kita barang sejenak, dan mengingat diri kita untuk belajar…susah bukan?! atau misalnya meninggalkan komputer sejenak, untuk bisa makan, mandi, dan beristirahat…bagi saya yang terakhir itu susah minta ampun!
jadi daripada saya memaksa diri saya untuk “meninggal”-kan hal tersebut, maka saya lebih memilih untuk melanjutkan apa yang saya kerjakan sebelumnya, dan melupakan apa yang ingin saya kerjakan!
jadi saya cuma ingat main komputer, dan melupakan, makan, mandi, dan tidur…sama seperti pagi ini ketika post ini saya ketik…saya sudah lupa “mandi” dan “tidur”…
namun ada 1 hal yang di lupakan…bahwa selain “melupakan” yang harus kita lakukan adalah melakukan pengaturan!
Management!
itu jawabannya…
kemarin ketika mengadakan dialog dengan pikiran, logika, dan nurani saya…saya ingin sekali sebenarnya berbicara mengenai management, walaupun tetap pada pendirian bahwa saya hanya memandang dari kapabilitas orang awam yang tidak mengerti tentang hukum ekonomi, dan manajerial yang baik…karena secara teori saya buta, secara praktik saya nol!
namun, yang saya ingin bicarakan adalah “bukan” manajemen dalam bentuk teoritis di post ini…namun lebih kepada manajemen yang kita lakukan pada diri sendiri, sehingga orang lain bisa merasa nyaman pada diri kita. toh hubungan sebenarnya di mulai dari rasa nyaman kan?!
jadi saya merubah sedikit kalimat Mario Teguh dan menciptakan theory saya sendiri dalam menemukan pria/wanita yang potensial di dalam diri kita…
“find a Girl that you can accept, and she can accept you the way you are!”
intinya adalah menemukan orang yang bisa menerima kita apa adanya, dan kita bisa menerima orang itu apa adanya. orang yang bisa kita bagi segala keluh kesah kita…orang yang bisa kita bagi pengalaman hidupnya…orang yang bisa kita ajak berbicara ketika sendiri…orang yang bisa memberi arah, ketika kita tersesat pada sebuah arah!
dan tentu saja bukan hanya “dia” kepada “saya”…karena relationship jauh dari hal itu…bukan hanya sekedar “dia kepada saya”, tapi lebih kepada…
“kita untuk kita!”
usaha memahami kebiasaan, kelemahan, kelebihan satu sama lain adalah jalan yang bagus untuk memulai sebuah hubungan yang lebih serius, atau melanjutkan ke jenjang selanjutnya. dan ketika kita bisa memenuhi keinginan kita untuk memahami kebiasaan kita, maka secara otomatis anda tidak perlu meninggalkan semua hal untuk pria/wanita yang anda cintai!
karena toh…
“I don’t wanna leave everything…because I don’t wanna leave you!”
…
knowing?! April 12, 2009
Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
saya menonton film ini kemarin, namun jelas saya tidak akan membahas apakah film ini membosankan, worth to watch, ataupun memberikan excitement kepada saya…namun yang jelas saya mendapat sebuah gambaran ketika menonton film ini kemarin!
manusia menyukai hal yang bisa mereka prediksi!
pada dasarnya ketika disodorkan pada kumpulan angka yang tidak jelas, dan tidak di mengerti maksud dan tujuannya, maka kita di hadapkan pada sebuah titik untuk menemukan sebuah pattern yang mencirikan kumpulan angka tersebut! pattern recognition akan memberikan kita sebuah hasil dan membuat kita bisa memprediksi,
- apa guna nomor tersebut
- apa nomor yang akan muncul selanjutnya
oleh karena itu, banyak yang tidak menyukai nomor acak, dan berusaha mencari nilai ratio, ataupun mencari pattern dari sebuah kumpulan angka, sehingga mereka bisa menyederhanakannya dan menebak “Nomor apa yang keluar selanjutnya!”
manusia suka sekali berprediksi, begitupun saya…dan yang paling diharapkan adalah “seluruh prediksi mereka benar!”, sama seperti menebak sequence dari angka selanjutnya, maka kurang lebih begitulah yang diinginkan manusia. dan hal ini kurang lebih yang membuat bilangan seperti Prime, Fibonacci sequence menjadi terkenal…dan ketika mereka menemukan sequence itu, maka mereka berusaha menggali lebih dalam…
misalnya Fibonacci dengan penerapan golden angle, dapat menentukan banyaknya florets pada bunga matahari, mereka berusaha mengkaji urutan nomor, dan memperluasnya untuk di terapkan kepada alam…
dan ketika saya menonton Knowing kemarin, saya sadar…
- Manusia itu sebenarnya ter-prediksi
- Sequence dan pattern itu berdampingan
- Matematika itu adalah kalimat Tuhan…

