jump to navigation

wannabe ini, wannabe itu… Maret 28, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

hidup itu penuh dengan dilema, banyak godaan bahkan kadang penuh dengan permintaan. jikalau kita tidak mampu mengatasi “flow” di dalam diri kita, maka yakinlah demand anda akan jauh lebih banyak daripada supply yang ada di dalam diri anda…akibatnya terjadi bottle neck yang menyebabkan anda tidak memiliki “kualitas” hidup yang baik, karena segala sesuatu terlihat kurang, dan anda tidak pernah puas…

dan kadang orang untuk mewujudkan impiannya yang tidak kunjung di dapat, di raih, ataupun di capainya itu (walaupun belum sepenuhnya berusaha dan berdoa), mereka berubah menjadi seseorang yang “wannabe“. mereka berusaha mencapai apa yang mereka inginkan dengan mengubah apa yang mereka dapatkan, sehingga bisa menjadi apa yang mereka inginkan!

terkadang mereka insist dan memaksa agar “wannabe” yang mereka inginkan menjadi kenyataan, padahal secara tidak langsung kita sebenarnya telah berkhianat terhadap benda tersebut, karena kita sudah merubah kaidah normalnya. ini sama halnya dengan menyuruh kambing untuk menyeret dokar.

dan sikap-sikap itu sering saya sebut dengan…

“wannabe ini, wannabe itu…”

simple story for example tentang hal ini adalah, ketika ada orang yang membeli sebuah Windows Mobile phone namun segera mendownload aplikasi sehingga handphone nya berubah menjadi sebuah iPhone

dari hal itu saya seperti merasa sedang berselingkuh dengan istri saya…

padahal jika saja mereka mau menabung dan bersabar, saya yakin mereka bisa menikmati The Real iPhone, dan bukan iPhone siluman yang berasal dari Windows Mobile…bukan pula iPhone Sipit yang berasal dari negeri panda, ataupun iPhone dari hasil celupan bato ponari…

ingat, “apa yang kita pikirkan dan menjadi tujuan kita, lalu kita secara sepenuh hati menerapkannya dan melaksanakannya, maka kita akan mendapatkannya…”

bukankah The Secret secara implisit berkatas seperti itu. intinya adalah mind set kita… :)

jadi jika kita begitu terpengaruh oleh “wannabe” kita, maka dengan segera kita akan terintimidasi untuk memiliki, atau setidaknya membuat jalan pintas sehingga kita bisa “merasakan” memiliki sebuah iPhone…walaupun secara nyata dia adalah Windows Mobile…namun jika kita berhasil mengatasi “wannabe” kita, maka kita hanya akan tersenyum dan puas dengan Windows Mobile di hadapan anda…

oke…saya dari tadi menyinggung Windows Mobile…namun bukan berarti saya cinta mati dengan Windows Mobile, karena sudah beberapa kali OS ini membuat saya menjadi pusing akibat error yang berkepanjangan, memory leak problem, unfinished unload dari memory (yang sepertinya merupakan masalah lama dari WM, namun entah kenapa tidak beres sampe sekarang), dll…

namun saya mengungkapkan contoh, karena kebetulan aplikasi yang saya tahu untuk merubah sebuah handphone menjadi siluman hanya ada pada Windows Mobile;)

namun salahkah jika saya menginstall aplikasi iPhone Wannabe itu dan menggunakannya??? tidak…tidak sama sekali…namun saya berpikir…apa jadinya jika orang yang mempunyai The Real iPhone melihat iPhone siluman anda…

apakah dia akan..

“tertawa, karena sebegitu ‘wannabe’ nya anda terhadap The Real iPhone”

atau mungkin…

“terkejut, karena anda sebegitu ‘wannabe’ nya terhadap The Real iPhone”

atau mungkin saja…

“biasa-biasa saja, karena dia sudah tahu kalau anda begitu ‘wannabe’ terhadap The Real iPhone”…

intinya…tidak usah berpikiran tentang “apa yang kita inginkan”, dan melakukan pembandingan dengan “apa yang ada di hadapan kita”…lebih baik mulai sekarang anda, saya, dan kita berpikir…

APA yang BISA SAYA KERJAKAN dari APA YANG ADA di hadapan saya SECARA MAKSIMAL, sehingga APA YANG ADA di hadapan saya bisa JAUH LEBIH BAIK dari APA YANG ADA DI ANGAN-ANGAN saya…

tapi bukan berarti kita harus berhenti untuk menjadi “wannabe”…karena yang kita lakukan adalah mengatur si “wannabe” bukan menghentikannya… :) … karena terkadang “WANNABE” itu bagus…

maybe next post, I’ll post things about that… ;)

kita ini salah jurusan, bukan salah tujuan! Maret 26, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
1 comment so far

saya suka sekali berkeliling melihat “informasi” tentang seseorang, entah itu kesukaannya, entah itu hal-hal yang berkaitan dengan dirinya…hobi, makanan yang disukai, pacarnya…dll…terlihat annoying memang, tetapi sebenarnya hal itu saya perlukan untuk “menggali topik”, ketika berbicara dengannya…

ketika saya membaca buku Larry King, tentang berbicara di depan public, maka saya di hadapkan pada satu kesimpulan…

  1. Kenali siapa yang anda ajak bicara

cukup 1?! yap…saya rasa cukup…karena dengan mengenal orang yang di ajak bicara, kita bisa menyeretnya menuju topik yang mendorong antusias dari orang itu untuk berbicara dan mengungkapkan perasaan pribadinya, pendapatnya secara personal, dll…yang secara tidak langsung membuka sisi “hangat” dari orang itu…

saya sering menggunakan metode membaca tulisan ketika melihat murid yang baru saya kenal. saya membagikan Member Registration dan memperhatikan cara tulisan mereka, apakah kotak, segitiga, bulat, huruf-huruf penting, serta membuat lelucon singkat, atau hal-hal yang menarik tentang biodata mereka.

hal-hal yang itu membangkitkan rasa personal, yang mempermudah saya untuk membimbing mereka, dan membuat mereka tidak merasakan bahwa di dalam kelas terjadi sebuah “monolog“, dan mereka disana hanyalah korban salah jurusan!

jika mau di tilik, hampir semua murid saya mengeluh “SALAH JURUSAN“, padahal sebenarnya mereka hanya terpaku pada view yang mereka dapat, dan tidak pernah ada yang berusaha memperbaiki view tersebut. banyak yang mengadu masalah Assisten Lab yang tidak membantu sama sekali, membuat saya curiga apakah Binus benar-benar sudah mengganti peran manusia dengan robot…atau dosen killer yang memberikan tugas tidak terperi, tidak terkira, dan tidak terukur…banyak yang curhat dan menyimpulkan bahka mereka “SALAH JURUSAN!

padahal secara tidak langsung jika di kaitkan dengan transportasi. salah jurusan, berarti, “tidak sampai pada tujuan yang di maksud”, namun bukan berarti “kita tidak mampu mencapai tujuan itu!”. contoh gampangnya, kita mau ke Tanah Abang, tapi kita malah naik 91, trus nyasar make Bus Way sampe Harmony atau Daan Mogot..apakah dengan itu kita tidak bisa ke Tanah Abang?! tentu tidak…karena toh kita bisa menaiki sarana transportasi lain dan menuju tanah abang…intinya, kita tetap bisa mencapai TUJUAN walaupun LEBIH LAMA! setidaknya kita tidak menangis dan menyerah ketika kita tahu bahwa kita sedang tersesat di Daan Mogot dalam perjalanan menuju Tanah Abang?!

jadi, sekarang singsingkan lengan baju anda…cari arah yang bisa digunakan untuk kembali ketujuan, bangkitkan motivasi anda, dan kencangkan sabuk pengaman anda…karena ketika anda mengetahui arah anda…maka niscaya anda akan kembali ke tujuan anda…

selamat menempuh perjalanan!! :)

adakah kapal yang merapat di dermaga itu?! Maret 25, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, love is always in the air.
add a comment

Jika aku berpikir tentang sesuatu, dan yang melintas di benakku adalah “cinta”, maka aku selalu berimajinasi tentang sebuah laut yang biru, tenang dan lembut. Anginnya berhembus sejuk semilir, mengurai rambut yang tersisir rapi, menggesek di antara sela-sela jari, memberikan kesejukan di tengah teriknya mentari. Di sisi nya terdapat sebuah paparan pasir putih yang berkilat seperti kristan ketika sinar matahari memantul di permukaannya, seperti efek fatamorgana, oasis di tengah padang kering. Di bagian tengahnya terdapat beberapa semak, dan pohon rindang yang hijau, beberapa burung kecil hinggap, hilir mudik mencari daun semak-semak, lagaknya ia sedang menjadi arsitek tanpa ijazah, ia sedang membangun istana impiannya.

Di tengah laut terdapat sebuah dermaga kecil, bertiang kayu yang berwarna coklat. Bekas rumput laut yang menempel disekelilingnya menandakan berapa sering ombak bermain dengan tiang kayu tersebut, dan membasahinya.
Camar-camar berterbangan riuh rendah di sekitarnya, memberikan suasana damai, hingga burung-burung camar merasa kalau mereka sudah akrab sekali dengan dermaga tersebut.

Dari jauh aku melihat sebuah layar perak membelah cakrawala biru, seperti membelah sinar mentari. Layarnya yang tegak perlahan mendekat dan menciptakan cetak-cetak bayangan di pasir putih yang mengkilat, kapal itu berlenggak-lenggok di terpa ombak, namun angin yang membantunya untuk berlayar membuatnya terdorong untuk memecah ombak, dan singgah di dermaga tersebut…

Dan, jika aku membayangkan cinta, dan itu adalah kamu…maka aku membayangkan sebuah dermaga kecil yang indah…hanya saja, adakah kapal yang sudah merapat di dermaga kecil nan indah itu?!

NB : jangan pernah mengatakan, “sebentar akan aku tulis” kepada sebuah ide, jika dia datang maka tulislah dengan segera, dan jika cinta datang…jemputlah dia dengan tangan terbuka… :)

why we twitter?! Maret 25, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my gadget, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

hari ini saya menonton Youtube, untuk menghilangkan jenuh…bukannya bersibuk ria coding memperbaiki situs dan project yang di kejar deadline, namun saya memilih duduk sebentar dan menonton youtube untuk menghilangkan penat…

hari ini saya lupa sarapan, dan tidak makan siang di akibatkan mata yang lelah dan mengantuk…dan ketika terbangun saya harus dengan segera mengajar, untuk itu saya membeli segelas es teh manis dari warung padang di sebelah Evo Beta. namun baru beberapa teguk, air nya terasa seperti bumbu ayam di masakan padang…rupanya bumbu pun di gunakan pada teh ramuan rumah makan padang…benar-benar inovatif, sayang sekali saya kurang hal inovatif untuk urusan seperti itu!

akhirnya saya menahan haus yang mengakibatkan laringithis saya kambuh…sudah terasa “seret” di sekitar tenggorokan, dan saya cuma bisa berharap…”semoga pelajaran ini cepat selesai! dan saya bisa pulang dan minum!”

sampai di rumah, maka saya makan…ganti baju lalu…bersantai di depan komputer…hingga saya di kagetkan oleh sebuah video lucu… :)

berjudul Twouble with Twitters.

saya sudah tahu seperti apa situs twitter, namun disana saya di hadapkan pada pernyataan…”how absurd that you want every people want to know about you, and you want to know about what people do’!”

seketika saya bepikir…

“iya, ya … aneh juga … masa iya gw lagi makan gw tulis ke internet, supaya orang tau kalo hari ini gw makan MIE! apa iya setelah gw nulis itu ada yang ngirim BEBEK PEKING ama gw?!”

makan mie nya emang salah…tapi kalo pingin bebek pekingnya bener…dan kalaupun ada yang mau memberi, jangkan sungkan untuk memberikan sedikit kepada saya…

tapi seketika saya mencoba menarik kesimpulan…kenapa kita ingin dan terobsesi dengan “twitter”???

apakah karena sebenarnya kita ini haus akan “perhatian”, dan membutuhkan sarana untuk melepaskan semua keluh dan kesah yang kita dapatkan…entah itu karena anda terpleset di lantai licin, atau mungkin karena anda melihat diri anda di cermin…maka anda merasa anda perlu menulis semua itu…

jadi seberapa besar sih sebenarnya perhatian yang kita perlukan??? banyak sekali…kita perlu perhatian sangat banyak…bahkan mungkin countless…karena dengan perhatian kita merasa bahwa ada yang perduli, dan menghargai diri kita…sehingga secara tidak langsung kita bisa merasa kalau kita itu “berharga”…namun orang yang berharga harusnya “menghargai” orang lain, bukan “diperhatikan” orang lain…setidaknya itu kalau menurut pikiran saya.

tapi kenapa Twitter begitu mewabah?? hingga e-mail saya penuh dengan ajakn twitter?? mungkin karena semua ingin menuangkan perasaannya…walaupun hanya sebatas 140 karakter…dan selama itu tidak menganggu, serta meresahkan…maka menurut saya itu sah-sah saja di mata Tuhan…

namun saya lebih memilih mengungkapkan lebih dari 140 karakter…dengan berlama-lama menulis di Blog…walaupun saya tahu, kalau yang membaca hanya saya dan diri saya sendiri… :)

setidaknya saya tidak begitu ingin di perhatikan, namun saya lebih ingin mengungkapkan perasaan apa yang ada pada saya…urusan orang lain akan membaca atau tidak…tidak masuk dalam hitungan saya…

that’s why I’m still hanging on blogging…

kalau dosen engga jelas? Maret 25, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

apa jadinya jika di dalam kelas di hadapkan pada kenyataan bahwa manusia yang berbicara di depan, tidak begitu menggoda…rasanya seperti ingin meloncat keluar dari kursi dan kabur untuk makan, kebetulan perut ini sudah cukup keroncongan akibat ke-alphaan saya untuk sarapan koi dan roti pagi ini…mungkin karena saya berangkat terlalu pagi…
tapi dengan saya berangkat pagi, bukan berarti saya menikmati pelajaran hari ini…tapi justru karena ada tanggung jawab untuk mengantar adik saya menuju sekolah…ah, ngantuk…tapi begitulah tanggung jawab…
pelajaran moral yang bisa di petik? tanggung jawab itu artinya mengantuk…dan datang pagi bukan berarti menikmati pelajaran…
dan ketika saya di kelas saya dihadapkan pada seorang dosen yang mengajar dengan cara yang unik…terkadang menyerempet sejarah, terkadang politik, terkadang hal-hal yang tidak jelas…dan hal yang paling saya ingat adalah…

oke, anak-anak hari ini kita belajar teknik “kompilasi”, salah satu contoh kompilasi adalah…”KOMPILASI LAGU PETERPAN”…

WTF?…oke setidaknya saya akan coba duduk diam…setidaknya hingga nanti jam 11 datang…pelajaran lain yang bisa di petik…

siapa bilang 200menit itu cepat?

fiuhhh…
di tulis dengan pelan dan santai…ketika dosen berbicara mengenai kerusuhan 1998 di depan kelas…

if you’re feeling sinister?! Maret 24, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

bukan maksud hati mengutip judul lagu Belle and Sebastian, karena saya memang suka dengan band itu…bukan pula maksud hati merefleksikan diri terhadap kalimat itu…karena sungguh…

  1. saya sedang bahagia
  2. saya tidak di ancam
  3. saya hanya melihat orang lain di ancam…

sebenernya ini kisah seorang ‘teman’, nun jauh disana yang berhasil menunaikan cita-citanya untuk bisa ambil scholarship ke India…at least dia memberikan gw asa untuk bisa menuju ke tempat dia besok, karena emang dari awal mau kuliah, gw rasa gw HARUS pergi ke INDIA! IIT sound like heaven on me…and MIT is a place of GOD…maka sebelum bertemu Tuhan, gw rasa gw harus tahu rasanya “surga” kaya begimana?! isn’t that right?!

dan rupanya dari “heaven” yang saya bayangkan, tidak semua demikian…apalagi jika ternyata kita ’salah’ dalam mengambil keputusan, yang berakibat sebuah “point of no return”, sebuah jurang yang dalam dan mungkin kelam…

dan hari ini dia bercerita/berkeluh kesah mungkin/sekedar mengobrol…bahwa “kampus” yang di hinggapinya sebagai sandaran untuk ilmu adalah sebuah kampus yang memiliki status cukup ‘unknown’…saya tidak tahu kenapa…tetapi jelas, menurut saya…’belajar di India, so far better then Indonesia’, baik dari segi degree, ataupun prestise…even it at an unknown university…

namun yang jadi masalah adalah “KOMPETENSI”…jika kita mencari ‘embel-embel’ luar negeri, maka tidak perlu pun kita kuliah kita bisa mencapainya…namun jika kita bicara “KOMPETENSI” maka yang menjadi masalah adalah:

  1. Sumber daya manusia
  2. Universitas sebagai wadah
  3. Materi yang disediakan
  4. Determination

dan yang justru saya takutkan adalah “Universitas” yang tidak memadai untuk menghadapi seorang “real talent” seperti teman saya….sehingga ketika dihadapi pada perasaan wrath, ia mengurangi motivasi dalam dirinya, yang berdampak pada berkurangnya “determination” di dalam dirinya. saya tidak berani bicara pshycologis disini karena itu bukan bidang saya…

namun toh, kalau di tilik secara langsung, maka sebenarnya yang menjadi konsep, atau point dalam manusia ini untuk menjadi sukses adalah…

  1. Networking ability
  2. Determination
  3. Talent

unsur kampus sebenarnya berperan kecil sekali dalam semua ilmu yang di dapat manusia…jadi sebenarnya tidak usah begitu memikirkan seberapa “besar” kampus kita?! seberapa “besar” dosen kita?! atau mungkin, seberapa “terkenal” kampus kita?! namun jujur, dalam diri manusia…’gengsi’ adalah hal yang paling susah di taklukan…apalagi jika menyangkut martabat dan pendidikan…seriously! ibu saya sering berkata…

“Coba gede masuk di Udayana? masuka Informatika nya…mungkin sudah jadi aslab sekarang!”

ketika Ibu saya berkata seperti itu, maka saya merasa di ancam oleh kampus, oleh perkataan ibu saya, oleh pikiran saya…bahwa sebenarnya saya “belum membanggakan” Ibu saya…dan hal itu menghantui saya. hal itu membuat kampus menjadi sebuah sinister dalam diri saya…sebuah ego yang tidak bisa diperdebatkan, dan sebuah pilihan yang menentukan martabat orang tuanya…

dan saya cuma bisa tersenyum, lagipula toh…saya sudah mengajar dan jauh lebih baik dibandingkan aslab…karena saya berdiri pada instanasi professional yang menuntut “pekerjaan” di selesaikan lebih baik. jikalau ada embel-embel aslab maka saya harus merasa “sederajat”, atau hanya “setingkat” lebih tinggi…tetapi jika saya mengajar…maka saya harus berani dan siap mengajar orang yang semesternya jauh lebih tinggi dari saya! isn’t that more fun, than being an lab. assistant?!

selain itu, di Evo saya juga mendapatkan pengalaman dalam terjun ke proyek…kerja mengikuti deadline dan timeline. walaupun masih sendiri, namun hal ini setidaknya membuat saya bisa meraskan “bagaimana caranya berkerja”, “apa yang harus di persiapkan dalam perkejaan”, dll…

lalu apakah semua yang saya dapatkan (experience, determination, and knowledge) berasal dari kampus…NO AT ALL! saya mendapatkanya karena saya memang ingin mendapatkanya, dan saya melaksanakannya untuk mendapatkannya… :)

so don’t worry about any small things…kalo kita stuck ama kampus, dan developing dalam diri kita berhenti maka ga bukan dan ga lain…kita lebih mirip “robot gedek” dibandingkan dengan manusia…because…

“HUMAN KEEP DEVELOPING!”

saya mau bikin HP! Maret 22, 2009

Posted by adi martha in Henpon, a pint of milk, my gadget, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

akhir-akhir ini yang paling sering gw lakukan adalah “ngulik” HP…bahkan gitar gw aja sampe terlantar karena ga pernah di genjreng, ampli gw lumutan soalnya emang kebetulan lantai lembab…tapi intinya, karena kesibukan kuliah + kerja + maenan baru…akhirnya gw harus merelakan tidak mengenjreng gitar dalam waktu yang lama…paling cuma 1 menit, 2 menit, 3 menit…ato sejam lah…ga usah lama-lama…

yang gw perhatikan selama “nguprek” ini HP, hal yang saya saksikan, begitu banyaknya resource yang tersedia untuk mengubah dan memperindah HP ini…semakin di cari, maka semakin dalam…walaupun dalam keadaan titik stagnan, namun terus ada hal-hal baru yang muncul…mungkin kalimat “mati satu tumbuh seribu” tidak tepat untuk kepahlawanan pada jaman ini…tapi lebih kepada “resource HP yang berlimpah!”

ada orang yang rela menyisihkan waktunya untuk membuat ROM sendiri, mengoprek OS resmi dari Windows, sehingga bisa berperforma lebih baik…melakukan pengubahan terhadap aplikasi pada suatu jenis Handphone agar bisa di gunakan Handphone lain…dan begitu juga sebaliknya…sehingga orang yang tidak memiliki Handphone pun bisa merasakan sensasi yang sama dengan orang yang benar-benar memiliki…kita benar-benar di manjakan resource, internet, dan teknologi…

lalu iseng saya berpikir, kalau semua orang memberikan kontribusi, dan resource yang begitu besar…lalu apa yang akan dilakukan vendor???

seperti kita ketahui, banyak sekali vendor-vendor aplikasi memberikan Service Pack yang konon di ciptakan untuk memperbaiki sebuah lubang, namun dalam hal lain, menggali lubang lain…mirip lagu dangdut!

namun di bisnis HP…para vendor hanya perlu diam, dan membiarkan para manusia pemakaianya melakukan perubahan dengan semena-mena, dan mengoprek semua hal…sehingga nantinya hal standard yang disediakan vendor menjadi sebuah barang ajaib…sama halnya merubah sebuah sapu menjadi kendaraan jet…!

dan karena begitu banyak “harry potter”, maka vendor akhirnya benar-benar diam…hingga nanti mungkin akan muncul versi OS yang baru…baru vendor yang mati suri ini akan bergerak lagi…dan setelah bergerak dan mengeluarkan versi yang terbaru, maka dia akan kembali tidur…terlelap…seperti beruang yang hibernasi!

ahhh, begitu enaknya…cukup mencipta, lalu membiarkan yang lain memperbaikinya, mengoptimalisasinya, dan kita cukup menikmatinya…karena toh, tidak ada yang komplai, karena tidak adanya service pack dari si vendor…asiiiikkk sekali…

maka dengan itu saya memutuskan…

“SAYA MAU BIKIN HP!”

bikin os…trus di bagiin…jadi OS nya bisa berkembang terus…dan gw cukup tidur…dengan nama yang terus disebut-sebut…ahh indahnya!

kalau ada orang gila?! Maret 21, 2009

Posted by adi martha in my body, my mind, body, and soul.
add a comment

sumpah, bukan maksud hati saya untuk secara langsung dan provokatif mengejek orang gila…apalagi kalau ternyata anda tersinggung ketika saya berkata gila, itu jelas murni bukan kesalahan saya…anda saja yang terlalu sensitif.

terus dimana saya bertemu orang gila? dimana-mana…

ketika berangkat saya menaiki angkot yang supirnya orang gila…setiap kali bertemu motor maka dia akan berteriak…

goblok, lu bego yak?

dan beberapa sumpah serapah yang sebenarnya tidak pantas. bahkan dia dengan santai memanggil para penumpannya dengan “cung“, dan bagi saya terdengar seperti “kacung” alias babu…entah kuping saya yang sensitif, atau otak saya yang memang memiliki unsur “ke-babu-an“, akibat semua sikap dan perintah yang di tujukan…bahkan otak gw yang sehat walafiat pun akhirnya terkena imbas “ke-babu-an

namun memang Tuhan itu tidak lepas dari penulis takdir, di tikungan batu sari, tempat terpadat di daerah binus, sebuah neraka buatan manusia, dan penggambaran dunia yang tepat sekali…penuh himpitan, desakan, di tengah emosi dan udara panas…kurang lebih seperti itu suasana batusari.

ketika berada di dalamnya maka anda akan merasa seperti berada di gurun nevada, pada populasi kota beijing atau tokyo, yang di kelilingi oleh manusia bar-bar…

si supir itu kehilangan kendali dan mengambil jalur orang lain…dan bukan cuma 1 yang berteriak

“tolol”,
“sok berani lu…”,
“goblok”, “ga punya otak…”,
“aih, adi martha ganteng banget…”

oke…yang terakhir bohong, tetapi gw berharap ada yang bilang kaya gitu…tapi bukan mas-mas…serius!

daripada gw mati terpanggan dan dihimpit manusia barbar, maka ada baiknya gw langsung turun dan menuju Evo untuk mengajar…here we go!

sampai di beta tepat jam 10:35an (tepat tapi pake -an?), disana sudah ada Adhit, salah satu murid gw yang udah nunggu kaya orang bingung, karena merasa terasing ketika menghadapi kalau temen-temennya yang lain belom pada dateng…gw jarang merasakan situasi seperti itu…kenapa?! karena gw sendiri sering dateng telat… :D

lalu gw mempersiapkan kelas, dan sembari menunggu ada 2 orang murid lagi yang dateng…okeee…so we can start the lesson soon…tapi blom beberapa lama si Asa dateng dari balik pintu…

aihh, fotogenik abis ni orang, biasa aja sebenernya…tapi boncel2 lucu ni orang…

gw bilang kaya gitu kok…sumpah!! tapi dalem hati aja…kecuali hati gw punya loudspeaker, bisa jadi dia bakalan denger apa yang gw bilang…

oke…ga pake lama, materi dimulai, dan saya mengajar sampai waktu yang di tentukan, hingga harus sedikit berjalan cepat untuk melakukan absen di Evo Alpha, dan menuju Binus untuk menuntut ilmu…dan sampai Binuslah baru terasa kalau kepala terasa berat, seakan seluruh otak kiri gw pindah kekanan, dan pas gw mirip ke kanan…semua otak kanan dan kiri gw keluar dari kuping…efek lainnya adalah hidung meler, dan rasa ngantuk yang mendera…sial…

gw baru tidur 3.5 jam (tidur jam 3 pagi), bangun jam 7 pagi…sambil ngulet-ngulet ga jelas beberapa menit, akhirnya bisa bangun dengan lancar…abis gitu gw minum kopi…dannnn…disini salah gw!! karena lupa sarapan…kopi itu bereaksi dengan perut dan menciptakan rasa maag yang dahsyaaattt…dan lagi kepala pusing karena kurang tidur, dan penyakit pilek yang sudah 1 minggu tidak hilang…kayanya emang harus di rawat ama seseorang nih gw, biar ni penyakit bisa sembuh…ahahahahaha…

sampe di rumah, gw pingin tidur tapi di ganggu ama 2 orang gila…adik misan gw, anak dari tante-gw-yang-nikah-ama-om-gw-yang-kebetulan-adik-nyokap-gw-yang-paling-bontot-di-keluar-besar-dari-nyokap-gw…sialan…

trus tadi malem…pas gw lagi ngetik post ini…pembantu gw lagi teriak-teriak ga jelas…entah dia kerasukan, atau ngusir burung…soalnya malem-malem gini, dia malah marahin orang…dengan bahasa yang tidak gw mengerti…maka dengan ajian “usir paksa”, gw masang iPod sekeras-kerasnya…dan mengusir dia sehingga dia bisa melanjutkan “menggila” di dalam kamar saja…udah cukup gw denger omelannya di luar…

tapi setelah si mbak pergi ke kamarnya, saya baru sadar…ngetik di Samsung i780 ternyata susah…udah tau keyboardnya kecil…masih aja di pake ngetik blog…emang, dasar gila…

kadang-kadang harus bawel… Maret 19, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

saya ini memiliki turunan DNA dari ayah saya yang suka sekali diam, namun ngedumel di belakang. terkadang terlihat lucu dan aneh, karena toh kalau saja bicara di depan malah akan menyelesaikan masalah, bukan menyembunyikan masalah. namun, sumpah! hal itu terjadi karena ada 1 hal yang tidak ingin di cap kepada saya…

bawel

ibu saya terkenal dengan level-ke-bawel-an nya yang bergaung seantero keluarga besar ibu saya. sikapnya yang terkadang blak-blakan dan tidak pandang bulu mungkin memang tertanam di dalam diri ibu saya, oleh karena itu sungguh cocok sekali Tuhan memberikan dia pekerjaan sebagai seorang pedagang…karena dengan hanya bersikap bawel, dan blak-blakan dia bisa membohongi orang supaya dapat untung yang besar…

namun tentu saja sifat “soviet” yang saya dan ayah saya miliki turun juga ke adik saya yang nomor 2, namun sayang sekali adik saya yang nomor 3 lebih mirip teroris di bandingkan seorang “pejuang soviet“…

dan tidak jarang pula malah berakibat buruk, misalnya saja dalam kasus yang terakhir adalah kasus “pembelian silicone case” untuk ‘istri’ saya yang baru…

jika saja, saya sibuk dan meracau semenjak kemarin mungkin hari ini barang ini sudah teronggok manis di depan meja saya, namun sayang sekali sepertinya karena respons saya yang kurang, dan memang pedagang yang saya datangi tidak memiliki daya respons sama sekali, akhirnya saya menjadi malas, dan lebih memilih diam dan memendam masalah ini, dengan dalih…

ahhh, toh cuma 95 ribu…

padahal kalau di hitung dengan tarif saya mengajar maka itu adalah tarif saya mengajar 3 shift pelajaran di Evo. bukan waktu yang cepat dan butuh tenaga extra…karena memang ternyata mencari duit susah…

ketika hal seperti ini terjadi, maka saya berharap saya bisa bawel. baik, kepada orang lain, ataupun kepada diri sendiri. sehingga saya bisa “memarahi” diri sendiri secara gamblang dan jelas, mengungkapkan ekspresi secara tegas, bahwa sebenarnya 95 ribu berarti cukup banyak untuk saya, begitu banyak untuk saya, atau mungkin sangat-sangat banyak untuk saya. selain itu saya bisa menyelesaikan masalah silicone case yang belum dikirim sampai sekarang…entah karena memang si penjual lupa, atau karena sengaja di lupakan…entah lah…

ahhhh, kadang kala saya merasa kalau saya memang harus di dekat bunda saya, karena hanya di dekat ibu saya, saya bisa menjadi bawel…

pelajaran moralnya?

bawel itu menular rupanya…

‘AAA’… Maret 17, 2009

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

serius, kali ini gw ga pingin ngomongin batu batere, apalagi pingin ngangkat merk batu batere, atau bikin batu batere sendiri…bukan pula pengikut ajaran satanisme, karena mengulang suatu karakter tiga kali, bukankah satanisme identik dengan 666…kalo 69 kayanya ga ada hubungannya ama satanisme, tapi gw tau bisa membangkitkan satanisme dalam diri…

siph, kembali ke AAA…kenapa judulnya AAA…karena huruf paling deket adalah AAA, coba yang paling deket ama jari gw L, ya pasti judulnya LLL…selain itu AAA juga enak di ucapin. mirip ama orang abis kejedot pintu, tabrakan ama pohon, atau jatuh dari jurang, bahkan mungkin mereka memiliki lebih banyak “A” di bandingkan post gw ini!

nah sekarang masuk ke mode serius…”AAA”, itu sebenernya contoh dari dosen Character Building III gw yang kebetulan membahas tentang “Kepercayaan Terhadap Tuhan!”, dan gw suka dengan analogi AAA nya…

“Jika kita tahu ‘A’, lalu kita percaya dengan ‘A’, maka kita harus melakukan ‘A’”

sebenarnya penekanannya bukan hanya pada sisi agama, dan kepercayaan kepada Tuhan sendiri, namun lebih penekanan kepada…

think, belief, action!

jadi bukan hanya sekedar berpikir, bukan hanya sekedar percaya tetapi tidak mengetahui apapun…ataupun hanya bertindak tetapi terpaksa karena tidak percaya!

semua hal-hal di dunia ini sebenarnya di susun oleh 3 unsur AAA itu…saling berkesinambungan, dan saling terkoneksi satu sama lain. seakan tidak bisa di lepaskan, 3 unsur AAA itu menciptakan dan membuat diri kita menjadi lebih baik.

orang yang hanya berpikir, maka dia tidak akan pernah sampai ke tujuannya!

orang yang hanya percaya tanpa mengetahui apapun maka akan tersesat arahnya!

orang yang hanya melakukan karena terpaksa tidak akan pernah sampai ke tujuan, dan akan tersesat arahnya!

dan jujur, terkadang saya sendiri masih bertindak tanpa memiliki 3 unsur AAA di atas…terkadang karena self-esteem yang terlalu tinggi atau mungkin merasa terlalu rendah, sehingga tidak yakin akan tindakan yang di lakukannya.

tidak susah sebenarnya untuk berubah, namun jangan pernah berharap instant, kecuali nantinya unsur AAA ini di jual di supermarket dan bertuliskan, “Seduh 2 menit untuk menikmati!”, maka saya yakin dunia sudah sampai pada titik gila yang paling tinggi…

dan untuk berubah sebenarnya hanya memiliki rumus, “usaha” dan “belajar”…terkadang banyak orang yang berusaha, namun tidak mengambil pencerahan dari “apa yang di rasakan dan di lakukan selama usaha itu“, namun lebih berfokus kepada “apa hasil dari usaha itu“. dengan merubah cara pandang kita, maka secara tidak langsung kita akan yakin dan semakin yakin terhadap diri kita…dan ketika kita sudah “belajar”, dan “mempercayai diri anda”, maka anda cukup melakukan tindakan terakhir yang sangat-sangat susah di laksakan…

yaitu : “KERJAKAN!

jadi selamat belajar, selamat mempercayai diri sendiri, dan selamat berkerja…