membangun teori… Oktober 22, 2008
Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.add a comment
sudah lama sekali rasanya tidak merasakan hawa sejuk dari word press, entah sudah berapa lama blog ini tidak di tulis, bahkan tidak di kunjungi oleh pemiliknya sendiri. sungguh keterlaluan, hingga hari ini tanpa ada hujan dan angin, si pemilik ingin sekali berkunjung ke rumahnya yang lama, mungkin karena rumah lamanya menawarkan pesona yang tidak terlupakan, atau karena isi kepalanya sudah mulai penuh, dan harus segera di simpan dalam sebuah bentuk media penyimpanan modern, sehingga bisa bertahan lebih lama, mengingat gejala short-memory merupakan penyakit umum yang dimiliki si pemilik rumah.
akhir-akhir ini saya banyak sekali membayangkan sesuatu. di mulai dari sisi pribadi yang merangsek masuk ke dalam hati, tentang cinta atau hanya sekedar obsesi, hingga berbagai macam konsep yang berputar-putar seperti planet, dengan otak sebagai pusat orbit nya.
mungkin sebenarnya hal yang di pikirkan kurang penting, salah satu hal yang di pikirkan adalah: “Kenapa Pascal membuat bilangannya dalam bentuk SEGITIGA, kenapa tidak KOTAK?”.
apakah karena Pascal menyukai segitiga yang konon katanya merupakan lambang dari “kejantanan”, atau mungkin karena Pascal memang iseng menggunakan Segitiga sebagai dasarnya?
atau jika kita tarik dari kesimpulan dan bilangan yang berderet di dalamnya, maka bisa saja saya berkesimpulan:
Segitiga Pascal seperti hidup, dimulai dengan angka 1 dan selalu di akhiri dengan angka 1. hidup juga begitu, jika kau menilai hidup ini bernilai, maka halangan apapun yang terjadi maka hasil akhirnya adalah hidup ini akan benar-benar bernilai untuk diri anda sendiri, apapun hasilnya.
atau mungkin, seperti Segitiga Pascal, setiap bilangan merupakan hasil dari bilangan terdahulunya. Hidup juga seperti itu, kejadian yang menimpa kita, baik itu keberuntungan atau sebuah kesialan, bukan hasil dari hari ini, namun sebuah hasil penjumlahan dari rentetan kejadian yang terjadi masa lampau.
ketika saya membayangkan hal itu, maka saya membangun sebuah teori milik saya sendiri tentang Segitiga Pascal, di mata saya kini segitiga Pascal tidak hanya mengajarkan sebuah konsep dalam hitungan, sama halnya seperti Fibonacci, namun juga segitiga Pascal adalah sebuah konsep hidup yang secara tidak langsung di teorikan oleh saya, dan tentu saja pasti ada yang percaya setidak nya saya sendiri.
jadi secara tidak langsung pandangan kita pada suatu hal sebenernya terpaku pada “teori” atau “deskripsi” yang kita bangun terhadap object tersebut. jika kita membangunnya secara konstruktif, maka secara tidak langsung pengaruh konstruktif itu akan berimbas ke kita.
sudah siap membangun teori sendiri?
