jump to navigation

hari terakhir UAS yang dag, dig, dug, serr… Juni 30, 2008

Posted by adi martha in my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

sudah beberapa hari ini saya berkutat dengan UAS, dan kali ini tinggal belokan terakhir sebelum bendera Finish di kibarkan. kecuali besok saya terdaftar dalam peserta Lap tambahan untuk Praktek Jaringan Komputer yang saya tinggalkan karena saya terlambat tiba di kampus.

tidak terasa semuanya berlalu dengan cukup cepat, sudah 4 semester, dan sudah 80an lebih SKS di lewati, beberapa seperti kerikil kecil, dan duri. tidak tampak di permukaan, namun menyakitkan pada akhirnya, karena ternyata memperbaiki nilai yang seperti kerikil dan duri itu benar-benar perlu waktu, dan pengorbanan yang lebih. untungnya, saya cukup puas dengan semua kerikil dan duri, walaupun mulai sekarang saya bertekad, tiada kerikil dan duri, namun sepertinya jika Jarkom tidak bisa di selamatkan maka saya akan mendapatkan Kerikil dan Duri sekali lagi.

semoga saja, besok, ketika bel tanda UAS berhenti, saya bisa mengikuti lap tambahan, sehingga hati saya tidak dag, dig, dug, serr, lagi ketika menghadapi nilai saya. karena jila saya bisa mengikuti lap tambahan tersebut maka saya bisa tenang dan hidup nyaman. karena kerikil dan duri setidaknya menjauh untuk beberapa saat dari hadapan saya.

STNK saya mana? Juni 27, 2008

Posted by adi martha in my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

hari ini adalah hari-hari biasa dimana saya bisa bangun siang, tetapi hari ini saya bangun siang karena saya sibuk menonton Spanyol vs. Rusia yang akhirnya dimenangkan oleh Spanyol 3-0. sebuah kemenangan telak, dan mutlak dari laskar Matador.

saya di bangunkan dari hibernasi oleh suara tante yang menggedor pintu kamar saya. saya terbangun sejenak untuk mendengar sedikit petuah dari tante saya.

“De, tante mau ke Pasar Puri, jaga rumah yak! kamu ga pergi kan?”

dengan serta merta saya terdiam sejenak, lalu teringat kalau hari ini saya akan pergi ke Taman Puring untuk mencari baju bagi adik saya, karena itu saya mengatakan kepada tante saya kalau saya akan pergi hari ini.

“Mau pergi ntar…”

setelah itu tante lalu berkata,

“Ya udah, itu pake motor aja, inget di kunci rumahnya, kunci rumah ada di motor, kunci yang di pintu tante yang bawa, ok”

saya hanya mengangguk dan melanjutkan hibernasi ke level selanjutnya.

namun belum sampai menanjak menuju level selanjutnya, saya mulai kehilangan selera untuk tidur, akhirnya saya memutuskan untuk terbangun dan membuka internet. sekedar mencari info atau browsing-browsing situs ga jelas, download hal-hal ga penting, dll.

setelah itu saya memutuskan untuk mandi, namun saya membawa buku bacaan saya Gajah Mada oleh LKH, karena bagi saya WC adalah Taman Bacaan ke-2 bagi saya, selain Tempat Tidur, hihihihihi.

namun selagi asik membaca rupanya PLN dengan sengaja mengganggu kekhusyukkan saya masuk ke dalam cerita, “Pet!”, tiba-tiba lampu mati.

akhirnya saya keluar dan mencari bantuan darurat seadanya, dan bantuan itu adalah senter yang cukup cukup untuk menerangi dalam jarak 30 cm ke samping dari tempatnya mengeluarkan cahaya. dengan cahaya yang redup ini saya meneruskan mandi saya yang terputus.

setelah saya selesai mandi, saya bergegas berpakaian dan mengeluarkan motor, tidak lupa mengunci rumah, dll. karena hari ini saya akan pergi ke Taman Puring untuk mencari baju buat adik-adik saya yang ada di Pulau yang saya cintai, Rumah yang saya nanti, dan Tempat yang saya ingin sambangi.

belum beberapa ratus meter, saya berniat mengambil ATM di Alfa mart di depan komplek perumahan saya, namun rupanya dompet saya tertinggal, dan membuat saya harus berbalik kembali ke rumah untuk mengambil dompet yang saya tinggalkan di dekat meja komputer.

setelah itu saya kembali berjalan, melihat Bar meter Bensin sudah mulai kosong, saya segera masuk ke Pertamina dan mengisi sepeda motor dengan icon Agnes Monica ini pertamax.

setelah itu saya melanjutkan perjalanan saya ke kampus. setelah sampai di depan kontrakan teman saya, saya mendapati kalau ternyata kontrakannya terkunci, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke warkop Atep, yang terletak di dekat kontrakan teman saya, kebetulan sekali saya belum makan, dan perut ini sudah sedikit keroncongan, jadi sembari menunggu teman saya, saya bisa makan dan mengisi perut.

tidak beberapa lama, teman saya tiba, dan kami mencoba memesan tiket pesawat terbang melalui situs, namun rupanya Airasia yang di telpon selalu memberikan nada sibuk yang membuat teman saya resah, dan memutuskan untuk pergi ke trave saja untuk memesan tiket.

pada saat tiba di travel bencana itu terjadi, teman saya dengan polosnya bertanya STNK motor saya dimana? padahal jelas-jelas ada di kantong tempat kunci itu berada, kalau tidak ada di sana berarti dimana?

seketika saya ingat kalau tadi Mas Boy minjem motor saya buat fotocopy soal-soal latihan ujian Metode Numeric, mungkin saja STNK saya ada di dia, tapi buat apa dia ngeluarin STNK klo cuma foto copy?

setelah itu kami memutuskan kembali ke kontrakan terlebih dahulu untuk mencari STNK saya, siapa tahu tertinggal disana, dan rupanya STNK saya tidak ada di sana! lalu ada dimana  dia?

daripada pusing, akhirnya saya memutuskan tetap ke Taman Puring dan memberi barang-barang yang saya perlukan, termasuk sebuah Gitar yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. dan kali ini saya sudah punya gitar itu, dan gitar itu sedang bertapa di tempat teman saya, karena saya tidak ingin nenek saya mengetahui kalau saya membeli gitar baru, kalau ketahuan bisa-bisa saya di gantung, hihihihihi.

setelah semua selesai, akhirnya saya kembali ke Rumah. sambil menyiapkan diri teman saya berkata, “tenang aja Di, nanti juga bakal balik sendiri kok STNK lo…”, kata dia sambil menepuk pundak saya. saya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata, “Amin…”.

saya menyusuri jalan-jalan yang cukup padat ini, berkelak-kelok dan melewati beberapa galian lubang, entah itu galian FO, ataupun galian PAM. galian-galian ini menyebabkan ruas jalan menjadi sedikit macet, apalagi arus saat itu sedang deras, karena orang-orang baru saja pulang dari kantor.

setelah sampai di rumah, saya di tanyai oleh tante, STNK nya mana?! “argh!”, saya berteriak dan berusaha mencari alasan. namun rupanya Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi masih berpihak kepada saya, STNK di temukan oleh orang, dan di bawa ke rumah dengan selamat, saya menjadi merasa bersalah karena rupanya saya teledor membawa STNK tersebut sehingga tercecer tanpa saya ketahui. argh!

yah, akhirnya setelah melewati fase kritis, dan pikiran yang semrawut, saya akhirnya bisa melewatinya dengan baik dan dengan selamat, walaupun penuh kerikil, tetapi kerikil-kerikil ini memberi pelajaran seperti batu yang besar kepada saya, pelajaran bahwa, “hati-hati ketika anda membawa STNK anda!”

menjadi bumi! Juni 26, 2008

Posted by adi martha in a pint of milk, my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

hari ini ketika saya menghabiskan sedikit waktu di kamar mandi untuk mencuci muka menjelang persiapa menonton piala Eropa Spanyol kontra Rusia, saya mendapatkan beberapa hal yang menjadi inspirasi. mungkin karena saya banyak berkata tentang bintang, saya jadi merasakan “sesuatu” hal yang lain.

banyak orang yang mencoba menjadi bintang, mereka berusaha sekuat tenaga mereka menjadi seseorang yang memiliki terang tanpa henti, membuat orang memincingkan mata ketika memandang mereka, menjadi pusat perhatian karena tubuhnya di lilit cahaya, dan menjadi seseorang yang selalu di elu-elu kan, seperti kita mencoba menggapai bintang.

mungkin terlalu dini menganggap semua orang ingin menjadi seorang bintang, namun saya yakin di dalam setiap diri manusia selalu tersimpan ide liar, dimana dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan, berusaha membalik semua keadaan, dan mengontrol semua hal seseuai dengan keinginan mereka. pada titik itu mereka berusaha menjadi seorang film maker di duniannya sendiri.

di dunia yang kecil dan berupa kabut tipis tebal yang berbentuk fantasi itu, manusia senantiasa berusaha menjadi bintang, karena memang kita selalu memandang ke atas, dan celakanya hanya ada bintang dan bulan di langit sana yang bisa kita pandangi dari sini.

lalu pernah kah ada orang yang berpikir, saya ingin menjadi Bumi!

apakah anda pernah berpikir seperti itu? jika iya, maka anda telah berpikir 1 langkah lebih maju dari saya, sayangnya mungkin anda lupa menuangkan pikiran dan ide anda itu, dan anda hanya menyimpan bahwa ada orang yang berpikir untuk menjadi Bumi di lipatan benak anda. yang sekarang mungkin entah sudah tersesat berada di halaman ke berapa.

oke, kembali ke Bumi! kenapa Bumi?! bukannya masih banyak planet lain, Saturnus dengan cincinnya yang cantik, Mars dengan sikapnya yang ramah, Venus dengan warnanya yang cantik, atau Pluto yang kelam dan gelap? kenapa Bumi?

secara tidak sadar kita sebenarnya terikat pada Bumi, walaupun kita jarang membicarakan Bumi. kita jarang memimpikan untuk menjadi Bumi, atau sekedar merasakan bagaimana rasanya menjadi Bumi. kita tidak menciptakan lagu, “Bumi Kecil…”, yang di senandungkan oleh semua orang, namuna Bintang nun jauh di sana memiliki senandung sejuta umat yang bisa di dendangkan siapa saja di muka Bumi ini. lalu kenapa Bumi tidak mempunyai lagu?

Bumi tidak mempunyai lagu, Bumi tidak mempunyai tempat di angan orang lain, karena Bumi itu tidak terlihat. Bumi itu mengikat kita dengan tali transparan, kita membutuhkan Bumi untuk hidup, dari situ Bumi sudah punya kuasa untuk mengikat hidup kita secara terang-terangan, namun Bumi tidak melakukannya. Bumi terlalu polos dan baik untuk bisa berbuat jahat.

lalu apa hubungan antara impian dan Bumi?!

sebenarnya ini kurang lebih impian saya, saya ingin menjadi seperti Bumi. berguna bagi orang lain, dan orang lain attach dengan kita, tanpa mereka sadari, sebenernya bukan saya yang membutuhkan mereka, tetapi mereka yang memerlukan saya. menyedihkan? egois? menurut saya tidak sama sekali. saya membuat mereka amnesia terhadap bantuan saya, karena saya tidak ingin di anggap super hero, karena saya tidak ingin di anggap kalau saya ini manusia gila hormat. tidak saya tidak gila hormat, saya baru sebatas gila kepada uang dan wanita.

dengan menjadi Bumi saya berharap saya bisa membantu orang banyak, tanpa perlu menyadarkan mereka kalau mereka pernah berhutang budi kepada saya, bahwa mereka pernah berhutaan riil kepada saya. saya tidak ingin orang terikat dengan saya karena mereka punya kewajiban dengan saya.

saya ingin orang terikat dengan saya, karena kami memang saling membutuhkan dan saling mendukung satu sama lain.

sama seperti Manusia dan Bumi. Manusia menjaga Bumi, dan Bumi memberikan Manusia hidup, tanpa pernah komplain kepada Manusia bahwa tidak ada senandung Bumi di permukaan Bumi itu sendiri.

hari ini langit biru sekali… Juni 25, 2008

Posted by adi martha in my body, my mind, my mind, body, and soul, my soul.
add a comment

setelah beberapa hari terlelap dalam hiruk pikuknya huruf dan angka
setelah beberapa hari mencoba untuk mengerti hal-hal yang saya lewatkan selama 1 semester ini
hari ini perjalanan singkat ini sudah hampir selesai
tali garis finish yang di rentangkan di gapura akhir semester sudah terlihat
benderanya mengombak seakan memanggil dan memberikan semangat
bahwa disisa perjalanan yang tersisa, berikan semua yang kita bisa untuk mendapatkan hasil yang gemilang, gemintang bagai bintang

setelah beberapa hari menginap di barak tentara dan melakukan pemanasan setiap jam tanpa kenal lelah
kali ini aku menyusuri hiruk-pikuknya kota Jakarta menuju ke tempat dimana aku berasal
menuju tempat dimana aku bisa menghabiskan hari-hari ku dengan hari penuh istirahat dan damai

ketika aku berjalan, langit begitu cerah
berwarna biru dengan garis-garis lembut putih yang bergerak pelan bernama awan
memberikan sebuah gradasi indah tanpa batas, karena memang langit tanpa batas
matahari yang mulai condong ke barat memburatkan sinyar oranye
memaksa langit biru merubah warnanya, namun biru masih tegar menghiasi langit, dan matahari yang semakin condong semakin memburatkan sinar oranye, memaksa biru yang tegar menutup warnanya menjadi orange yang indah
se indah biru, hanya saja berbeda warna…

tinggal 3 langkah lagi, maka saya tiba di garis finish
tidak sabar rasanya melihat bendera yang berkibar di garis finish
tidak sabar rasanya melihat pulau apa yang menyambut disana
masyarakat mana yang menyapa saya
apa yang saya temukan disana
dan apa yang akan membuat saya belajar tentang kehidupan disana

tidak sabar rasanya
3 langkah ini terasa ringan, sekaligus berat
ringan karena tinggal sedikit lagi
berat karena tentu saja jangan sampai terjungkal

UAS itu seperti pelajaran mengarang?! Juni 24, 2008

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

sudah beberapa kali saya mengalami UAS, dan baru kali ini saya bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di setiap UAS. apalagi kasusnya adalah soal-soal yang berhubungan dengan Komputer dan Informatika yang di penuhi dengan hitungan.

misalnya saja mata kuliah Jarkom yang di penuhi dengan algoritma Djikstra, Bellman-Ford, penghitungan Network Address, dll. dan ketika UAS menjelang maka kita sibuk belajar hitung-hitungan yang akan keluar pada saat ujian. kita sibuk belajar syntax-syntax yang akan keluar, dan berbagai macam hal lainnya.

lalu teorinya kapan? saya rasa jarang sekali di UAS kami belajar teori secara mendalam, summarynya adalah : “toh nanti teori tinggal ngarang!”, lalu “pilihan ganda tinggal nyontek”.

secara sadar ataupun tidak sadar konsep ketakutan terhadap matematis ada di dalam diri para mahasiswa yang berlabelkan SKS Ini, para mahasiswa yang selalu mengejar setoran dengan System Kebut SeJam (bangun pagi belajar, ujian dah! trus 1 semester ini ngapain aja?)

konsep itu akhirnya mengajarkan kita untuk mulai belajar mengarang, karena memang mengarang terlihat mudah. padahal menarik sebuah “kesimpulan” dari “header kalimat” sebenarnya adalah hal sulit. pun ketika saya keluar dari UAS tidak ada yang membicarakan teori, yang mereka bicarakan adalah perhitungan matematis yang mereka lakukan sudah benar tidak, padahal terkadang nilai Teori bisa melebihi nilai hitung-hitungan yang membingungkan itu.

mungkin orang-orang bukannya takut terhadap Matematis, mereka hanya berusaha menghindar dari beban Teori yang apabila di hapalkan dalam waktu 1 jam bisa menyebabkan isi kepala menjadi bubrah, buyar berantakan.

karena itu, jadilah UAS itu seperti pelajaran mengarang bebas.

masih belum tuntas… Juni 20, 2008

Posted by adi martha in education and technology, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

setelah mendapatkan surat dokter dan keterangan lainnya yang di perlukan, maka tadi pagi saya menuju ruang Akademis di kampus saya dan menyerahkan surat-surat yang di butuhkan untuk mengikuti ujian praktek. ketika masuk ruang Akademis saya mendapati seorang petugas bertanya, ketika saya menyerahkan surat keterangan dokter tersebut.

“dari dokter Budi bukan?”, tanyanya sambil menahan senyum.

waduh, saya langsung berpikir, rupanya Binus memblacklist beberapa dokter yang memang di jadikan tempat menagih surat keterangan dokter palsu, untung saja surat dokter saya asli, karena saya memang check-up kemarin dan memang ada sakit (jah? sakit kok seneng?!).

sejenak petugas wanita yang memegang surat saya lalu melihat surat keterangan dokternya dan mengatakan kalau yang memeriksa saya adalah Dr. Emily.

lalu petugas pria itu meminta surat keterangan dokter, dan mengijinkan surat itu untuk di proses, sepertinya memang filtering awal adalah pemisahan surat dari dokter-dokter yang sudah di black list di Binus. dan dokter Budi yang tadi disebutkan pasti salah satunya.

setelah itu saya di berikan sebuah form, dan harus mengisi buku dengan menuliskan keterangan yang dibutuhkan, setelah itu petugas wanita (yang lain lagi, kali ini jauh lebih cantik, hehehe), mengatakan kalau keputusan ada di atas, jadi walaupun kita sudah menyerahkan surat, belum tentu kita bisa mengikuti ujian. mungkin jika ternyata ketika di lakukan cross check surat yang di buat itu adalah surat palsu, atau keterangan palsu. untuk itu semua surat yang masuk akan di tampung dan di pending, untuk di check apakah benar atau tidak surat keterangan tersebut.

saya sih tidak takut jika memang di lakukan cross check, toh, saya memang melakukan check up di sana. bahkan jika perlu saya bawa obatnya sekalian. hehehehe. yang saya takutkan adalah proses login yang sudah terdata, karena kemarin saya sempat login (saya di hentikan ketika saya tengah mengerjakan), jadi saya takut kalau saya sudah di anggap pernah ikut ujian. tetapi semoga saja tidak. amin….

sedangkan tadi ketika ujian SBD (System Basis Data), kisi-kisi yang di berikan benar-benar Top-Cer. walaupun Normalisasi adalah “a thing” yang penuh jebakan, namun saya rasa, saya mengerti jebakan yang di berikan oleh dosen-dosen team yang membuat soal tersebut.

yang saya sesalkan adalah saya tidak belajar DDBMS (Distributed Database Management System), 12 Data Rule’s nya tidak saya baca membuat saya menjadi sedikit kelimpungan dan terpleset, karena saya salah mengartikan Fragmentation Independence, dan Localization Independence. yang bisa saya tebak hanya Replication Independence. ah!

baik jika saya mau menghitung maka saya mencoba memperkirakan nilai saya. soal SBD terdiri dari 3 bagian yaitu : Pilihan Ganda, Essay, dan Kasus.

kita hitung Pilihan Ganda saya menjawab 15 soal secara benar, sehingga dari 20 soal saya mendapatkan nilai sebesar 15/20 = 0,75 x 30 = 22,5.

setelah itu ada soal Essay dimana ada 5 soal dengan bobot masing-masing 6, saya hanya yakin 3 soal (2,3, dan 5), sehingga 18 sudah pasti di tangan, sisanya 2 soal mari kita berhitung soal nomor 1 saya mendapatkan 4 dan soal nomor 4 saya mendapatkan 2. sehingga total untuk Essay adalah 18 + 2 + 4 = 24.

soal yang terakhir adalah kasus, anggap saja asumsi saya tidak sama dengan ibu dosen tercinta sehingga saya kepleset hingga mendapatkan 35 (moga-moga bisa 40! amin). maka total saya akan mendapatkan nilai : 22,5 + 24 + 35 = 81,5 (B).

jadi Nilai UTS saya 91 dan saya minimal mendapatkan 81.5 (semoga saja lebih…amin!!), saya perkirakan TM saya mendapatkan 90 sehingga, total nilainya adalah: 90*0,2 + 91*0,3 + 81.5*0,5 = 86,5.

nah SBD ada praktek, jadi nilai teori hanya berpengaruh sebesar 80% sehingga dari 86.5 maka nilai yang sudah saya pagang adalah : 86,5 * 0,8 = 68,84. nah setelah itu mari coba di tambah dengan nilai praktek.

praktek ada 2 nilai yaitu UTP, UAP. anggap saja total semuanya saya mendapatkan 90. maka 20% dari 90 adalah 18.

sehingga total nilai saya adalah 86,64 (A).

saya melakukan penghitungan tolol ini di dalam kelas tadi, ketika saya mengerjakan SBD. bukannya berpikir tentang Localization atau Fragmentation saya malah membingungkan nilai saya bagaiamana. yang jelas nilai yang harus di selamatkan adalah Jaringan Komputer. kalau bisa nanti UAS saya harus bisa mendapatkan nilai di atas 90! untuk jaga-jaga terhadap nilai praktek yang masih “di awang-awang”…

SBD sudah di lalui dengan cukup baik! hope the others too…berjuang!!

akhirnya dapat juga… Juni 19, 2008

Posted by adi martha in my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

menilik post sebelumnya, akhirnya sore tadi saya pergi ke ibu dokter yang berada di kompleks rumah saya. karena saya baru kali ini pergi kesana (biasanya kalo sakit, paling tiduran, besok juga sembuh!), maka saya sempat bingung saat pertama kali mencoba kesana. untung saja, ada beberapa tukang bangunan yang memberitahu letak tepatnya praktek dokter tersebut.

segera setelah itu saya meluncur ke sana dan masuk ruang tunggu, rupanya ibu dokter ini belum datang. setelah beberapa lama menunggu akhirnya ibu dokter ini tiba dari menjemput anaknya. segera setelah itu dia segera membuka pintu ruang prakteknya.

setelah pasien pertama selesai di periksa, maka saya segera masuk untuk di periksa, atau hanya untuk mendapatkan surat keterangan dokter. oke, daripada lama, akhirnya diagnosa di mulai, dan memang di nyatakan 100% kalau saya itu sakit maag (tapi dokter bilang bukan maag, ibu dokter ini bilang kalau perut saya mengembang [seperti balon mungkin], karena saya tidak menjaga jadwal makan saya). dan surat dokter yang di perlukan pun di dapatkan, dan saya rasa, saya bisa mengikuti ujian praktek besok! semoga saja…

UAP yang meresahkan… Juni 19, 2008

Posted by adi martha in my body, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

setelah kemarin lab SBD (System Basis Data) di lalui dengan menyenangkan, rupanya UAP Jarkom (Jaringan Komputer), harus di lalui dengan sedikit bencana.

bencana di mulai dari keberangkatan yang cukup telat (berangkat dari rumah jam 7:10), untuk jalanan tidak macet sehingga bisa sampai di kampus pukul 7:40, namun rupanya saya kehilangan jejak dimana ruangan tempat saya melakukan ujian praktek, ah, konyol! kenapa tidak kemarin malam saya melihatnya? mungkin karena amnesia akut ini mulai menyebar, apalagi kemarin saya terkena ilmu “sirep” sehingga merasa ngantuk setengah mati, bahkan hingga saya melupakan belajar sejenak untuk UAP besok.

rupanya proses pencarian jejak ruangan saya terhadap karena adanya system BinusMaya yang di perbaharui, sekarang sandinya harus berupa Huruf+Angka. hal itu menyebabkan saya kehilangan beberapa menit waktu saya untuk memasukkan data-data yang di perlukan. masih mending saya melakukannya sekali, saya melakukannya hingga 5 kali, karena data yang saya berikan selalu error. konyol!

setelah mendapat kejelasan ruangan saya, saya bergegas menuju lantai 6, dan masuk ke ruang 6. ketika masuk saya sudah di protes oleh aslab, namun untuk masih di berikan kesempatan untuk mengikuti ujian. waduh, hoki…

akhirnya saya mengikuti ujian dengan santai, dan tidak buru-buru, baru beberapa menit saya mengerjakan (saya sudah mengeset semua host, dan tinggal mengerjakan ACL), tiba-tiba aslab menyatakan saya tidak bisa mengikuti ujian! ah…konyol!

kenapa saya tidak dilarang mengikuti ujian sewaktu saya berada di depan pintu? kenapa harus setelah mengerjakan beberapa soal. akhirnya saya mengalah dan keluar, sambil menyiapkan serangan pemungkas, yaitu : “ijin sakit”.

saya menelpon tante saya untuk menanyakan ijin, dan saya harus membawa “surat keterangan dokter”, “surat diagnosis dokter”, “resep”, “kwitansi”, dan fotokopi “KMK”. wew, banyak banget. oke, kalau begitu nanti sore saya akan mencari dokter untuk di mintai surat keterangan, lagipula tampaknya gampang!

pada perjalanan pulang, sayang mencoba ke berbagai praktek dokter, namun malangnya tidak ada satupun yang memberikan surat ijinnya, katanya takut. huhuhuhu, malangnya nasib saya. saya tahu ada pasal KUHP yang mengatur hal ini, dan memang seharusnya dokter terikat janji setia terhadap sumpahnya, namun melanggar janji sekali-sekali tidak kenapa toh? hehehehe…

akhirnya saya pasrah saja, dan pulang ke rumah, saya ingin bertanya kepada teman saya Catur, siapa tau dia bisa mengusahakan surat dokter untuk saya, tetapi saya takut jika binus jadi curiga, karena surat dokter kami sama.

ya sudahlah, jam 5 nanti mungkin saya akan berusaha mencari dokter yang berada di kompleks lingkungan saya. saya sih sudah mengarang beberapa cerita, dan yang saya harapkan cuma 1…

dokter yang baik dan cantik itu mau mengeluarkan surat dokter!! amin…

people confuse, because they do love confuse! Juni 17, 2008

Posted by adi martha in a pint of milk, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

sudah berulang kali saya mendengar keluh kesah tentang urusan yang satu ini, confuse, bingung, pangling, buta arah, hingga lupa pulang. okay, beberapa point terakhir tidak termasuk di dalamnya.

kenapa manusia bingung? confuse, berkaitan dengan pikiran manusia. manusia menyimpan begitu banyak informasi sehingga beberapa informasi yang masuk di dalamnya akan segera di simpan tanpa disaring terlebih dahulu, dan ketika terjadi jumble of word, dan flow informasi yang konstan dan menerus maka daya tangkap pikir dan nalar manusia akan semakin berkurang. salah satu cara yang paling bagus adalah menggunakan Travel Game, yaitu sebuah game dimana orang menentukan arah mana saja yang dipilih oleh orang lain (atas, bawah, kiri, kanan), di dalam sebuah board. semakin cepat daya tangkapnya semakin bagus biasanya IQ nya.

setlah overflow terhadap informasi, manusia sering juga confuse karena urusan lain. misalnya hal-hal yang menganggu pikirannya. lalu kenapa hal-hal yang tidak memberikan rentetan informasi itu bisa membuat kita bingung?

manusia di ciptakan sebagai makhluk Tuhan, sebagai makhluk yang sosial. manusia kerap memikirkan tentang perasaan orang lain, dan apa yang dirasakan oleh orang lain. walaupun sudah mulai terkikis, namun norma dan perasaan itu sebenarnya masih ada di dalam diri manusia, walupun terpendam. namun tanpa sadar kita sering melakukannya.

hal itu menyebabkan, ketika kita mengalami sebuah masalah, bimbang, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perasaan, manusia dengan segera menciptakan sebuah arus informasi sendiri tentang kenyataan tersebut. misalnya, “kenapa masalah itu bisa terjadi”, “jika saya begini apakah dia tidak akan begitu?”, “apakah ini memang harus dilakukan?”, “kenapa bisa begitu?”, “saya salah apa?”, dll.

pertanyaan yang begitu membludak menyebabkan manusia tidak mampu berpikir secara rasional dan terukur. manusia menghilangkan garis pikirannya ketika mereka terjebak di dalam bingung, dan ketika penggaris itu hilang, maka kita akan semakin bingung di buatnya.

lalu bagaimana cara mengatasinya?

saya sering mendengar joke? “jika pusing pegangan donk…”.

joke itu sebenarnya tidak salah, malah menurut saya tepat sekali. ketika kita bingung maka kita harus berpegangan, berpegangan kepada hati kita, dan berbicara kepada Tuhan tentang masalah kita. hati di ciptakan Tuhan seperti samudra di dalam diri manusia, dalam, dan tidak dapat di gapai dengan mudah. jadi sekeruh apapun pikiran kita, hati kita tidak akan mengeruh. jadi ketika kita sedang bingung, coba tenangkan diri anda, dan minta petunjuk kepada Tuhan.

namun ada lagi kelompok lain, dan saya sering melihat kelompok ini memiliki pengikut sekte terbanyak di dalam bentuk-bentuk organisasi kebingungan. mereka adalah orang-orang yang bingung, karena mereka mencintai kebingungan. mereka adalah orang-orang yang ketika bermasalah, lebih suka berdiam dan berpikir, daripada bertindak. mereka lebih suka termenung dan mencoba mengabaikan realita, merubah garis hidup, dan berbagai macam hal lainnya. bahkan mereka mungkin berpikir, “seandainya saja ada mesin waktu doraemon…”, padahal kita tahu, saat ini doraemon hanya ada di komik.

masalah itu bukan untuk di pikirkan…masalah itu untuk di hancurkan…
masalah itu bukan untuk di tampung…masalah itu untuk di tuangkan…

UAP itu menyenangkan… Juni 15, 2008

Posted by adi martha in education and technology, my mind, my mind, body, and soul.
add a comment

kemarin UAP (Ujian Akhir Praktek) di bunyikan, menandakan kalau UAS sebentar lagi akan tiba. bel UAP seperti sebuah pertanda kalau UAS dan akhir semester semakin dekat, dan liburan semester genap akan segera tiba, namun sayangnya liburan yang lama ini akan saya habiskan untuk tetap bertapa di Jakarta membayar hutang kredit saya di kampus, agar tidak banyak punya hutang dan bisa menyelesaikan pertapaan saya dengan cepat…

hujan yang turun deras kemarin juga memberikan sebuah kesejukan sejenak untuk kota Jakarta yang panas dan padat merayap ini. beberapa hari hujan terus saja turun, dan hal yang paling laku saat ini adalah “obat pilek”. hujan yang turun ini juga pertanda kalau kita mulai meninggal summer menuju rainy season.

dan ketika kemarin adalah hari UAP untuk kelas saya, saya di sibukkan oleh mengumpulkan tugas, dan melupakan jas lab yang harusnya saya bawa agar bisa mengikuti UAP. alhasil saya harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil jas lab yang saya tinggalkan di rumah.

setelah semua urusan selesai saya kembali ke kampus dan tidak belajar sama sekali, hanya sempat pesan Mie Kari dobel + telor, lalu berangkat menuju kampus.

untung saja, Tuhan beside me…jadi ketika saya melihat soal, saya bisa menyelesaikannya tanpa kendala padahal saya datang ke praktek terlambat dari waktu yang ditentukan…fiuhhhh… :)

UAP sekali lagi sudah sukes, sekarang giliran UAP untuk Jaringan komputer, dan di sambut dengan UAS harus sukses semua…amin!!!