jump to navigation

Monty Hall Paradox! Februari 6, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

saya ingin menulis beberapa “filsafat”, entah seperti “what if mindset”, atau sekedar pertanyaan tentang hidup. namun mood saya hanya sampai otak dan tidak bisa di salurkan ke tangan, mungkin nanti, yang jelas sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas “what if mindset” yang sebenarnya banyak di derita dan saya alami belakangan ini. namun tenang saja pelakunya bukan saya, namun teman-teman skripsi saya, karena mereka memunculkan banyak “what if” ketika mereka sibuk dan takut akan sidang, padahal sidang sendiri belum berlangsung.

jadi saya bahas salah satu problem yang paling saya suka. sebuah paradox yang benar-benar unik dan sederhana dari seorang pembawa acara di Amerika, Monty Hall!

Monty Hall paradox muncul akibat kuisnya yang memiliki judul “Let’s make a deal”, saya agak lupa tapi dulu Farhan pernah membawakan acara yang mirip, yang ada tirai dan tulisan “ZONK” ketika ternyata anda salah memilih tirai.

asal munculnya Monty Hall paradox adalah karena hal ini,

assume anda ikut sebuah kuis, dan ada 3 buah pintu. pintu A, B, dan C. di balik pintu tersebut terdapat 2 buah kambing, dan 1 buah mobil mewah. anda lalu memilih pintu A, dan ternyata sang pembawa acara membuka Pintu C dan memperlihatkan ada kambing di balik pintu C, lalu sang pembawa acara bertanya, “Apakah anda akan pindah ke pintu B?”. pertanyaannya, apakah dengan berpindah pilihan membuat kemungkinan saya untuk menang semakin besar?

pertanyaan ini di ungkapkan oleh Craig F. Whitetaker, jangan tanya saya siapa dia, karena saya jujur belum berkenalan dengan beliau. namun pertanyaannya yang sederhana ini ternyata membuat saya menjadi tertarik dengan hal yang bernama, “Monty Hall Paradox”.

secara tidak langsung Peter R. Mueser dan Donald Granberg menjelaskan dalam University of Missouri Working Paper (The Monty Hall Dilemma Revisited: Understanding the Interaction of Problem Definition and Decision Making), bahwa sebenarnya tidak jelas apakah pembawa acara selalu membuka pintu, dan menawarkan untuk mengganti pintu, atau selalu membuka pintu lain ketika pemain memilih pintu yang benar.

namun mari assume bahwa si pembawa acara selalu membuka pintu tersebut? it sounds more easy right? setidaknya sesuai dengan limit dan kapasitas otak saya.

okay! so let’s roll on the solution. pertama-tama mari kita lihat keadaan probabilitas ketika game pertama kali dimulai. ada 3 pintu berisi 2 buah kambing dan 1 buah mobil. berarti peluang anda mendapatkan mobil adalah 1/3. jadi anda memilih pintu yang manapun anda memiliki peluang sebesar 1/3 untuk bisa pulang membawa mobil, yang berarti 2/3 lagi adalah kemungkinan mobil ada di pintu yang lain.

sounds not good right? apalagi sebuah pertaruhan dengan odd 1/3.

lalu si pembawa acara dengan bermaksud “baik” membuka pintu dan memperlihatkan bahwa ada kambing di balik pintu tersebut, lalu dia bertanya, apakah anda akan pindah? jika disimulasikan secara visual, maka kurang lebih akan terlihat seperti berikut ini:

1.
Monty-CurlyPicksCar.svg
Pembawa acara

memperlihatkan

salah satu pintu

berisi kambing

Pfeil.png

Pfeil.png

Monty-DoubleSwitchfromCar.svg
Pemain memilih mobil
(probability 1/3)
Mengganti pintu membuat kalah.
2.
Monty-CurlyPicksGoatA.svg Pembawa acara

mau tidak mau

harus membuka

kambing B
Pfeil.png

Monty-SwitchfromGoatA.svg
Pemain memilih kambing A
(probability 1/3)
Hal ini membuat
berpindah pilihan adalah hal
yang baik.
3.
Monty-CurlyPicksGoatB.svg Pembawa acara
mau tidak mau
harus membuka
pintu dengan
Kambing A

Pfeil.png
Monty-SwitchfromGoatB.svg
Pemain memilih kambing B
(probability 1/3)
Hal ini membuat mengganti pilihan
adalah hal yang benar.
Bagian manapun yang pemain pilih pada awalnya, setiap kali pembawa acara membuka pintu yang berisi kambing
maka secara tidak langung jika berganti pilihan, probability untuk menang selalu menjadi 2/3

agak sedikit bingung? memang seperti itu Paradox. ingin yang lebih gampang mari kita ilustrasikan seperti berikut ini:

Probability - 1

Probability - 1

bisa dilihat ketika kita memilih pintu 1, maka kita memiliki kemungkinan 1/3, dan 2 pintu yang lain memiliki total kemungkinan sebesar 2/3. lalu si host membuka pintu yang bukan kita pilih, assume dia membuka pintu 3.

Probability - 2

Probability - 2

jadi ketika pintu 3 di buka, maka secara otomatis pintu itu memiliki kemungkinan sebesar 0 (nol), yang mengakibatkan probabilitynya yang sebesar 2/3 pindah ke pintu nomor 2. oleh karena itu rather than stay on the first door, anda bisa memperbesar peluang kemenangan anda dengan mengganti pintu yang anda pilih.

pada awalnya banyak yang mempertanyakan, bukankah ketika 1 pintu di buka, maka probabilitynya menjadi 1/2, bukan tetap 1/3 dan 2/3. bahkan dalam 228 subject study tentang masalah ini, hanya 13% yang mengatakan akan memindahkan pilihannya, karena mereka berpendapat, ketika 1 pintu di buka mereka memiliki peluang 1/2, yang berarti pindah tidak pindah hasilnya akan sama saja.

lalu kenapa tidak 1/2? peluang 1/3 dan 2/3 akan tetap ada jika pembawa acara mengetahui secara pasti apa yang ada di balik pintu tersebut. namun jika ternyata si pembawa acara hanya membuka pintu secara acak (yang berarti si pembawa acara tidak mengetahui ada apa di balik pintu), maka secara tidak langsung peluangnya menjadi 1/2. dan secara tidak langsung mengikuti klausul di atas, maka seharusnya peluangnya tetap pada state 1/3 dan 2/3 tidak berubah menjadi 1/2, 1/2.

makin bingung? mungkin bisa kita bahas secara “Bayesian analysis?”…namun daripada saya menambah kebingungan anda, mari kita akhiri dengan moral of the post.

moral of the post? kalau saja semua orang tahu trik ini, mungkin semua orang yang mengikuti kuis ini akan mendapatkan mobil….setidaknya 2/3 bagian…dan satu lagi? kenapa ini membingungkan? karena ini paradox! :)

happy saturday… :D

it’s not about being right! Februari 6, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

coba tanya berapa orang ketika mereka membuat sebuah keputusan. mereka pasti akan selalu bertanya ke dalam diri mereka, “Am I doing right?”. sebenarnya tidak usah jauh-jauh karena saya pun seperti itu, saya selalu bertanya, apakah saya melakukan hal yang “benar”, ketika saya membuat keputusan.

namun satu hal yang menggelitik saya adalah. “benar” ini menurut siapa?

jika saya berkata, atau anda berkata, “benar” menurut saya? maka begitu naive nya saya hingga saya mengukur “dunia” dari apa yang saya lihat benar. bahwa saya berusaha memperlihatkan kepada dunia bahwa, if I’m right we’re doing fine. bukankah benar adalah pendapat subjektif yang tidak bisa di paksakan? lalu benar menurut siapa?

apakah menurut orang lain? lalu saya kembali bertanya. seberapa besar sebenarnya pengaruh orang lain sehingga dia bisa mempengaruhi hidup saya, bahwa ketika dia benar, saya pun pasti akan ikut benar. bukankah hidup kita adalah milik kita sendiri? lalu kenapa anda mau kebenaran anda di atur orang lain?

lalu benar menurut siapa?

pertanyaan itu masih berdengung sekarang. bahkan sebenarnya menggaung dan terus berdentang untuk sekedar bertanya. “ini benar menurut siapa?”.

jika pertanyaan yang di atas tidak bisa di jawab, lalu bagaimana jika kita mengubah pertanyaan yang selalu kita tanyakan? bagaimana jika kita bertanya,

“apakah itu yang terbaik?” setiap kali kita membuat keputusan? entah dari sekedar keputusan kecil seperti sekedar memutuskan pacar, ataupun keputusan besar seperti bercerai atau bahkan pindah Agama?

namun ternyata pertanyaan itu pun ternyata mengundang paradox, karena sebenarnya terbaik pun adalah sebuah skema subjektif, yang hanya dimiliki satu individu dan tidak dapat di paksakan ke individu yang lain.

lalu pertanyaan apa yang efektif ketika kita melakukan sesuatu?

rather than asking a question! kenapa kita tidak membuat sebuah pernyataan. bukankah pernyataan pada dasarnya adalah sebuah sikap untuk meyakinkan diri, dan ketika kita memutuskan sesuatu bukan pertanyaan yang ingin kita dapatkan namun pernyataan bahwa, “YA SAYA BENAR!”.

rather than asking, “Am I doing right?!”, ada baiknya anda berkata, “Yes! I’m doing right and will be fine!”. rather than, “Am I doing good?!”, ada baiknya anda berkatam “Yes! I’m doing good and will be fine!”. karena pada dasarnya ketika anda membutuhkan PERNYATAAN akan gundahnya hati anda? untuk apa anda BERTANYA?

so encourage your self, karena hanya anda yang bisa mengerti diri anda.
trust your selft, karena hanya anda yang bisa mempercayai diri anda.

karena ketika anda bisa mengerti dan mempercayai setiap keputusan yang anda buat, you’ll be fine…what ever the problem! :)

Note : thanks Tia, karena selalu bertanya dan tidak yakin kepada diri sendiri. so, I got some inspiration to write something. oh iya for fun, ketika anda bertanya “apakah saya melakukan hal ini dengan benar?” open this link : http://amidoingthisright.com/

happy saturday… ;)

unpopular things about popular people! Februari 5, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

ada beberapa hal yang membuat orang terlihat popular, atau setidaknya “ingin tampak popular”. salah satunya adalah “talk active”. saya tidak ada masalah dengan orang talk active, karena pada dasarnya saya sendiri talk active, hanya saja saya terkadang preserve energi saya untuk berbicara ketika saya tidak dalam mood yang baik. sedangkan orang yang berusaha untuk populer, selalu berbicara what ever the situation.

lalu muncul pertanyaan? kenapa mereka selalu berbicara? dan kenapa mereka tidak memahami situasi?

in terms of “tidak memahami situasi”, saya termasuk orang yang kurang paham dengan situasi, setidaknya situasi orang lain, karena terkadang saya begitu enggan memperdulikan perasaan orang lain, dan terfokus kepada. “apa yang saya rasa”, sehingga saya kurang lebih tidak begitu menghargai what happen around me, bahkan saya tidak tahu gempa di Haiti kalau saja Sponge bob tidak memberitahukannya di Nickelodeon.

salah satu contoh kurangnya saya memahami situasi adalah, ketika ada orang presentasi di depan, maka saya bisa menjadi seorang “badut” yang membuat seseorang yang berdiri di depan panggung looks like a joke. salah satu yang sering saya gunakan sebagai joke adalah cara orang berbicara.

“next!”

kepada “operator slide”, karena secara tidak langsung gaya orang untuk membawakan presentasi mencirikhas kan dirinya, seperti apa pembawaannya dalam memberikan penjelasan, dan ber-bull-shit ria agar di percayai di depan khalayak banyak. dan oleh karena hal ber-bull-shit-ria inilah, saya dikenal sebagai orang yang jago presentasi. setidaknya saya tahu, kalau saya tidak bisa jadi Presiden, saya masih bisa jadi door-to-door salesman.

one tips from me ketika presentasi, berdiri di atas panggung! karena saya melihat banyak orang yang begitu takut berdiri di atas panggung…padahal somehow, it feel more relaxed ketika kita tahu semua orang fokus kepada kita, dan memperhatikan apa yang kita bicarakan. (okay, kita bahas tips dan trick berbull-shit-ria ini lain kali).

namun berbeda dengan orang popular. ketika saya berdiri di depan, saya tidak peduli dengan tanggapan orang lain. secara tidak langsung ini membuat saya menjadi nyaman. namun orang populer sangat peduli dengan tanggapan orang lain, semakin banyak orang yang menanggapi semakin senang mereka. urusan tanggap-tanggap-an ini terkadang terlihat begitu fenomenal dan jayus.

sering saya melihat orang yang “berusaha populer” memainkan beberapa joke sederhana, dan berusaha untuk store their mood on the locker room, bahkan mungkin mereka lupa menaruh mood nya dimana. ada baik ada buruknya.

baiknya, anda akan terlihat seperti seseorang yang tiap hari menjalani “sunday bright morning!”, dan seperti tidak memiliki masalah sama sekali.

jeleknya, anda akan berakhir sebagai robot.

I’ve heard so many people thinks that hide our emotion with social help us to improve our relationship. padahal secara tidak langsung tujuan utama kita bersosialisasi adalah untuk memberitahukan bahwa, untuk bisa menjalani hidup ini kita perlu berkerja sama dan saling melengkapi satu sama lain.

dan hal tersebut tidak dapat saya lihat pada orang yang terlihat populer, karena, they were to “un-mood”! percaya atau tidak it happens.

so, moral number 2. biarkan mood anda keluar, yang harus anda lakukan bukan “menghilangkan mood anda”, namun lebih kepada mengontrol mood anda. saya lebih suka orang yang berkata.

“serius, ini susah banget. tapi pasti ada cara untuk nyelesaiin semua masalah ini!”

di bandingkan orang yang berkata.

“santai aja, pasti bisa gw selesaiin kok!”

masalahnya saya tipikal nomor 2. walaupun saya bukan orang populer. namun ada perbedaan orang skeptisme dan agnostik seperti saya yang tidak populer, dengan orang populer. saya mengatakan hal itu karena saya memang bisa mengerjakannya secara santai dan mendapat good result. dan kalau saya memang tidak mengerjakannya, maka jangan harap saya berkata nomor 2…nomor 1 pun tidak akan saya ucapkan. silently I’ll run away from it.

sedangkan orang populer berkata seperti itu dengan tujuan menaikan kredibilitas, that they can do anything. oleh karena itu mereka populer. kurang lebih seperti itu.

saya masih ingin bercerita tentang scope dan pergaulan populer dan perbedaannya, kenapa mereka seperti itu, dll. namun ada hal yang membatasi saya untuk melakukan itu.

“saya ngantuk…”

so, might be I’ll write it later on, namun moral of the story? nothing…saya cuma melihat adanya hubungan antara orang yang ingin populer dan lingkungan, serta sikap dan tindak tanduk mereka agar mereka menjadi populer. dan hal ini saya simpulkan setelah melihat foto teman saya yang dulu menjadi idol ketika SMA. jadi menurut saya yang tidak populer ini, definisi populer adalah sebuah keseragaman antara:

  1. where are you socialize
  2. what are you doing

dan umumnya 2 hal itu selalu bisa dijadikan lelucon atau humor oleh saya. dan orang-orang tidak populer lainnya. entah karena iri, atau karena sekedar tergelitik ketika menyadari…

bahwa sebenarnya mereka jauh lebih butuh perhatian dibandingkan kami! karena bukankah anda menjadi populer karena anda ingin diperhatikan oleh orang lain?!

what should you do, when you reach a peak time?! Februari 5, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

jangan tanya saya berapa proyek yang sudah saya kerjakan, dan jangan tanya saya baru berapa yang sudah bayar. frankly saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, toh tabungan saya masih lumayan banyak. namun ada beberapa hal yang membuat saya sedikit terdesak untuk memastikan bahwa beberapa dari proyek tersebut akan cair.

walaupun secara tidak langsung hal itu tidak begitu berpengaruh, karena toh proyek yang lain tetap saya kerjakan. namun ada beberapa hal yang membuat saya berpikir.

“what if?”

ada banyak what if, dan what if yang berkelanjutan seperti gelombang sinus yang memang tidak pernah berakhir, begitu juga pertanyaan yang muncul ketika saya sekedar bertanya.

“when did you paid me?”

belum memiliki jawaban saat ini. mungkin ada beberapa hal yang bisa dijadikan alasan.

  1. saya bukan orang yang tegas dalam urusan uang

oke cuma 1 sepertinya, karena saya kesusahan mencari alasan ke-2 apalagi yang k-100 kenapa saya bisa tidak begitu tegas dengan uang. saya pernah mengerjakan proyek sampai 80% dan karena masalah sepele antara designer yang tidak menemui standard kriteria dari perusahaan. proyek jadi terbengkalai dan saya jadi kebingungan, karena what did I do ternyata tidak berguna sama sekali. setidaknya jika dihitung dalam bentuk nominal uang. namun jika saya berbicara masalah

“ilmu!”

maka saya tidak ingin membandingkan ilmu saya dengan uang. karena apa yang ada di kepala saya, bahkan bisa bernilai jauh lebih besar dari besar nominal yang di tawarkan oleh semua orang kepada saya. bahkan saya pernah bilang.

“don’t judge my code based on the nominal!”

karena pada dasarnya code ini jauh lebih berharga dari sebuah ferari!

seems naive? yap, that’s me. karena saya lebih menghargai aspek inteligen di dalam diri saya dibandingkan dengan apa yang bisa dihitung di luar sana. isi otak saya adalah plural yang tidak dapat dihitung. bukan hanya berakhiran ’s’, namun isi otak saya adalah kenapa saya bisa bertahan hidup di dunia ini. isi otak saya yang membuat saya bisa bertahan dan terus berkembang as a human.

lalu apakah hal yang bisa membuat saya hidup dan berkembang bisa di hitung dengan nominal? for me?! NO!

namun ada kalanya pengaruh-pengaruh nominal mempengaruhi kinerja saya, bukan otak saya. karena secara tidak langsung saya merasakan “peak time” yang begitu padat, namun tidak ada satupun hal yang saya lihat hasil atau bentuknya. setidaknya sampai saat ini, saya baru melihat 1/5 dari total semua yang kerjakan, malah mungkin kurang dari 1/5 jika kita menghitung dari jumlah total nominal yang saya hasilkan.

dan secara tidak langsung hal itu membuat saya menjadi 1/5 semangat menyelesaikan sisa proyek saya. karena toh sampai saat ini saya baru melihat hasil 1/5 dari seluruh hasil total yang saya dapat.

okay, so nominal is mean something right?

like I said before, saya tidak melihat nominal sebagai bentuk “akhir”, namun secara tidak langsung saya ingin bertanya…

“siapa yang bisa hidup tanpa memperhitungkan nominal saat ini?”

simalakama…karena ketika saya tidak ingin berpikir masalah nominal, namun nominal ini memaksa saya untuk memikirkannya, nominal ini mempengaruhi semangat saya dan diri saya, nominal ini menjadi dorongan dan motivasi saya dalam menyelesaikan semuanya.

so, what should I do when I reach my peak time?! saya duduk diam, membaca buku…and let’s the project roll on it’s own, karena saya tahu, ketika waktu menipis maka mau tidak mau saya harus menyelesaikan semuanya…

demi sebuah nominal…

are you smart enough? Sultan’s Dowry Problem Februari 4, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

entah kenapa saya harusnya membaca Cracking The TOEFL iBT untuk persiapan ujian bahasa inggris besok, namun saya lebih tertarik membaca beberapa puzzle yang sampai sekarang tidak terjangkau oleh otak saya yang memiliki limit rata-rata ini.

salah satu kasus yang menarik yang saya ingat adalah: Sultan’s Dowry Problem.

pada dasarnya pertanyaan dari quiz ini berdasarkan kepada Matematika, namun sebenarnya ketika kita bicara Math maka secara tidak langsung kita berbicara “science”, karena Math is the science it self. namun secara tidak langsung pemecahan Sultan’s Dowry Problem, terkadang dapat diselesaikan dengan logika, jawaban asal, atau bahkan sebuah jawaban elegan yang penuh dengan persamaan matetika, you choose!

lalu bagaimana sebenarnya Sultan’s Dowry Problems?

seorang (bukan seekor) Sultan akan memberikan anda seorang anaknya (dari 100 orang anak, n  = 100) untuk anda nikahi. urutan dari anaknya di atur secara acak oleh Sultan Dowry, tidak ada spesifikasi khusus mengenai jenis acakan, sehingga kita tidak bisa determine mana anak yang paling cantik, dan mana yang tidak.

dalam 1 waktu akan di tampilkan 1 orang anak, anda bisa saja menolak anak tersebut, yang berarti anak itu tidak akan dapat dipilih kembali. namun jika anda memilih 1 orang anak, maka anda harus berhenti memilih, dan menikahi anak itu, tanpa perlu melihat anak lainnya.

pertanyaannya? bagaimana mendapatkan anak Sultan Dowry yang paling cantik?!

jika anda mencari jawaban yang tidak elegan seperti saya? maka saya akan menjawab:

“nikahi anak nomor 1, karena kita tidak perlu melihat 99 anak yang lain. maka secara otomatis anak yang kita lihat itu adalah yang paling cantik!”

dan secara tidak langsung jawaban itu “SAH” untuk pertanyaan Sultan’s Dowry Problem. bukankah sudah saya katakan tadi bahwa setidak-elegan apapun jawaban anda, anda sah dan bisa menjawab pertanyaan dari Sultan tersebut. namun jika saya adalah ahli matematika dengan gelas B.Sc, atau malah M.Sc, apalagi P.Hd, maka saya akan sedikit malu kepada title saya, karena pada dasarnya saya harus mengacu kepada jawaban yang “elegan”, which is tidak begitu saya sukai.

namun mari kita coba pecah masalah Sultan’s Dowry dari pandangan ahli matematika yang ada di muka bumi ini.

Strategy yang paling elegan adalah, “menunggu hingga x number untuk dapat menentukan ’standarisasi’ cantik dari anak-anak Sultan”.

sehingga anda harus menunggu sebanyak x sehingga probabilitas yang anda dapatkan lebih baik dan selalu meningkat setiap kali anda harus memilih apakah anda menerima atau menolak anak sultan tersebut. namun secara tidak langsung solusi itu tidak akan elegan, karena pada akhirnya anda bisa saja menikah, ataupun menolak seluruh anak sultan.

jika dilihat secara rumus maka kurang lebih nilai x yang mendekati adalah sebagai berikut:

Numbered Equation

Equation 1

solusi itu di tawarkan oleh seorang Matematikan dari Princetown University bernama Havil J. secara tidak langsung sebenarnya Havil menawarkan solusi berdasarkan formula Euler (yang konon katanya merupakan rumus tercantik yang pernah ada, okay stop berbicara Euler karena jelas saya akan melenceng jauh dari topik jika berbicara mengenai Euler).

namun pada dasarnya rumus yang digunakan memiliki similarity dengan Probability. contoh sederhana dari probability adalah penggunaan kartu. misal anda memiliki sebuah deck kartu berisi 52 kartu (n = 52), lalu anda di haruskan mengambil sebuah kartu. berapa besar kemungkinan anda bisa mendapatkan kartu Hati atau J,Q,K, atau kedua-duanya (Hati dan J,Q,atau K).

n(hati) = 13
n(J,Q,K) = 12
n(both) = 3

jadi,

Probability of a Card

Probability of a Card

kemungkinan yang bisa anda dapatkan adalah 11/26 atau sekitar 0.42307692307692307692307692307692. kasus probability yang saya suka juga adalah Monty Hall Problem (Monty Hall Paradox, namun mari kita bahas lain kali juga).

okay berarti dengan menggunakan persamaan di atas, yang kita masukan pada rumus Probability maka kita bisa mendapatkan persamaan probability seperti berikut ini:

Probability Equation

Probability Equation

dimana H adalah sebuah Harmonic Numbers. doh, penjelasannya akan melebar kembali karena secara tidak langsung anda dan saya pasti tidak begitu mengerti apa itu Harmonic Numbers, namun secara mudahnya Harmonic Numbers adalah jumlah nomor reciprocal dari sebuah bilangan natural. lalu apa itu reciprocal? sederhananya seperti ini:

jika anda memiliki bilangan x maka reciprocal nya adalah 1/x atau x −1, sederhana bukan? reciprocal juga sering disebut dengan multiplicative inverse, jika ternyata anda tidak pernah mendengar istilah reciprocal, apalagi multiplicative inverse.

jadi harmonic number dari N adalah:

Harmonic Number-N

Harmonic Number-N

atau jika di sederhanakan menjadi:

Simplified Form of Harmonic Numbers

Simplified Form

which is memenuhi klausa dari Equation pertama tadi.

dan setelah dihitung solusi yang dihasilkan adalah 0, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 5, 5, 5 …, di dapat dari n=1,2,… daughter. namun hal yang menarik adalah, continued fraction yang di dapat dari 1/e ternyata memiliki hubungan yang sama dengan P(x,n) dimana x adalah jumlah anak sultan yang harus dilihat, dan n jumlah anaknya.

secara continous nilai 1/e mendapatkan hasil seperti berikut: 0, 1/2, 1/3, 3/8, 4/11, 7/19, 32/87, 39/106, 71/193, 465/1264, …

dan dari perhitungan tersebut, jika N = 100, maka kurang lebih anak yang harus kita lihat adalah 37 anak sultan.

jadi solusi yang menurut matematikawan elegan, anda cukup lihat 37 anak untuk mendapatkan standarisasi kualitas setelah itu anda cukup memilih kualitas yang diatas standard setelah 37 anak tadi lewat!

terlihat membingungkan? susah? tenang saja saya akan jawab semuanya di moral of the post! memang mencari istri itu membingungkan…. :)

ax −1

what could possibly affect your health? Februari 3, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

first notation is, “I should watch House regularly!”

walaupun terlihat begitu “mistik”, dan bisa membuat kita menjadi “too carefully” about anythings. namun secara tidak langsung House adalah salah satu hal yang bisa membawa saya untuk mengerti sedikit tentang apa yang disebut dengan

“kesehatan!’

I don’t know which season did I watch, tapi satu hal yang pasti, pada episode ini House menangani kasus lumpuh sebagian dari seorang pasien. ada banya kemungkinan yang bisa di jadikan alasan.

dugaan pertama adalah tumbuhnya sel kanker pada otak, yang menyebabkan fungsi batang otak tidak mampu menyalurkan informasi ke pada rest of our body. selain itu ada kemungkinan keracunan, misalnya seperti keracunan Cadmiun yang umum ditemukan pada baterai lithium di Handphone anda, jadi jangan sekali-sekali anda memiliki hobi ngemil baterai handphone. ada baiknya anda mulai menguranginya dengan mencoba ngemil baterai ABC.

selain itu penyakit-penyakit seperti Malaria, bisa juga menyebabkan partial paralysis. dan umumnya banyak dokter yang salah menganalisa cause dari penyakit ini karena begitu banyaknya mistik dan hal-hal yang beredar mengenai penyakit ini.

dan pada episode ini, sumber penyakit ditemukan pada.

“luka akibat goresan kertas yang sudah di kencingi oleh tikus”

hal itu membuat saya berpikir. “apa jadinya kalau NAGA yang kencing di kertas itu?”, dan tentu saja selain pikiran kurang ajar yang tidak S-1 sekali, saya jadi worry about my health. saya sendiri jarang berolahraga, hanya duduk diam di depan komputer, dan saya bisa merasakan degradasi dari kesehatan saya. saya bisa merasakan bagaimana curva kesehatan saya menurun dari SMP, SMA, hingga menyelesaikan S-1.

jika kurvanya disamakan dengan keuntungan, maka bisa dipastikan kesehatan saya adalah sebuah perusahaan bobrok yang terancam bangkrut!

dan satu hal yang selalu saya lakukan adalah…

“saya selalu berkata…I’ll jog every morning!”

namun seperti yang di katakan oleh salah seorang ahli.

“hal yang paling susah ketika ‘akan memulai’ olahraga adalah keluar dari pintu rumah anda!”

padahal secara tidak langsung goresan kertas bisa membuat kita menjadi partial paralysis. namun tetap saja hal itu tidak mengubah saya, walaupun pada dasarnya saya ingin berubah.

moral of the post? sediakan toilet khusus tikus di sekitar tempat kerja anda. sehingga mereka tidak buang pipis sembarangan. dan jangan lupa kuras wc nya setiap 1 minggu sekali. oh, iya…jangan lupa sabun tangan, biasanya mereka suka rasa aple! :D

ide-ide lama itu sungguh menggoda! Februari 3, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

apa jadinya kalau misalnya anda memiliki sebuah ide yang begitu cemerlang, dahulu kala, ketika anda masih muda. dan ketika anda capable untuk membuat ide itu menjadi nyata, anda baru sadar kalau sudah terlalu banyak orang yang memikirkan ide tersebut dan melakukan implementasi terhadap ide anda?!

that happens to me today!

saya dulu pernah berpikir tentang e-government (bukan governance), dimana terkadang kita begitu sulit untuk mengirim surat, meminta persetujuan, dll. oleh karena itu terpikirkan oleh saya untuk membuat sebuah aplikasi yang kurang lebih memiki tujuan.

“easy to share a document!”

misalnya, seorang sekretaris di perusahaan membuat sebuah surat, dan harus di tanda tangani oleh pak Boss saat itu juga. si sekretaris bisa saja mencetak, lalu pergi ke kantor pak Boss, mendapat revisi, cetak ulang, revisi lagi, dst.

how to make simple that things?!

saya berpikir, sebuah aplikasi dimana seorang sekretaris tinggal mengupload document (dalam bentuk PDF), dan di meja kerja Bupati ada notifikasi pada komputernya.

“you have 1 letter to check out!”

dan ketika ada revisi, maka si Boss pun dengan segera memberikan note, dan mengirim balik kepada sekretaris document dan revisinya. sekretaris pun akan menerima notification yang mengharuskan dirinya untuk mengubah surat tersebut. lalu ketika dia mengubah surat tersebut, maka revisi akan kembali dikiri ke Boss.

begitu seterusnya hingga tidak ada lagi revisi!

ada beberapa hal yang bisa di hemat, waktu, karena si sikretaris tidak usah bolak-balik meja, walaupun terkadang melihat sekretarsi adalah “pemandangan” tersendiri untuk sang Boss, tapi secara tidak langsung kita bicara “efisiensi” pekerjaan, bukan sekretaris yang terlihat seperti pemandangan bukan?!

selain itu kertas akan di hemat, karena seluruh proses dilakukan secara digital. dan ketika jaman semakin canggih maka seluruh proses ini pada dasarnya akan menjadi digital secara keseluruhan. shareable documents seperti ini adalah salah satu langkah menuju era dimana komunikasi dan teknologi adalah hal yang mutlak. mungkin esok, bayi pun sudah memiliki Facebook sebelum memiliki KTP.

okay, kembali ke aplikasi. setelah revisi selesai, maka boss tinggal mencetak surat, lalu surat di cetak dan di tanda tangani langsung oleh Boss, setelah itu si sekretaris akan menerima notification bahwa surat sudah di print, dan si sekretaris tinggal datang ke kantor Boss untuk mengambil surat.

simple isn’t it? pembuatan surat bisa di sederhanakan, mungkin bisa dilanjutkan oleh proposal, dan hal-hal lainnya. walaupun hal ini membuat sekretaris jarang bolak-balik ke kantor Boss, toh pada akhirnya Boss tetap dapat melihat pemandangan… :D

dan malangnya, ide yang simple seperti di atas ini, saya buat ketika saya masih SMA. ketika saya masih baru tahu bahwa keyboard itu dimulai dengan QWERTY. dan ketika saya ingin membuatnya dalam bentuk “real”, maka saya terbentur masalah.

“sudah banyak orang yang mengaplikasikan, dan mengimplementasikan aplikasi seperti ini!”

namun 1 hal yang pasti. saya tidak menyerah, dan saya akan segera membuat aplikasi model seperti ini! dalam list aplikasi yang harus saya buat ada banyak sekali aplikasi yang menunggu.

EasyInvoice, EasyCMS, EasyLearning, EasyDocs

4 software itu akan menjadi salah satu titik nadir pencapaian dalam kehidupan saya. titik nadir yang mengatakan bahwa saya boleh LANJUT ke LEVEL selanjutnya, karena toh perjalanan hidup itu tidak berakhir pada vantage point pandangan kita, tidak berakhir ketika semua sudah tercapai, karena perjalanan hidup baru saja dimulai ketika anda menyadari…

“saya harus memiliki TARGET baru dalam hidup saya!”

dan itu hanya bis aterjadi ketika seluruh target anda sudah habis…jadi mari habiskan target kita masing-masing, and step up to the next level! :D

how woman attract a men?! Februari 1, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

sudah lama saya tidak naik bis, namun hari ini saya kembali naik bis untuk ke ESDM demi menyerahkan hasil analysis dari skripsi kami, sekalian mengucapkan ucapan terima kasih, dan tentu saja tanpa parsel. karena kami takut di kira menyogok para pegawai ESDM, bukankah sekarang sudah dilarang mengirimkan parsel ke pegawai negeri?

okay, lalu apa hubungannya dengan judul di atas?! hubungannya adalah ketika saya berdiri, saya mengamati, apa yang sebenarnya seorang pria cari dari seorang wanita. kenapa terkadang seorang pria bisa “staring” begitu lama pada seorang wanita?

namun 1 hal yang saya sadari, apa yang saya temukan hanya berlaku bagi wanita yang memiliki wajah rata-rata, karena jika anda seorang wanita cantik, maka anda tidak perlu menyesuaikan semuanya dengan hal-hal dibawah ini untuk mendapatkan perhatian wanita. seperti yang sering saya bilang ke teman saya.

“bedanya saya dengan dia, kalau saya melihat wanita…kalau dia dilihat wanita!”

begitu juga wanita cantik, tanpa perlu opening, dan tetek-bengek lainnya mereka akan menjadi center of attention, dan akan mudah mendapatkan perhatian. even you wouldn’t give it.

oke bagi wanita yang memiliki paras cantik, ada baiknya berhenti disini dan keluar dari tulisan gila tanpa fundamental dan teori yang baik ini. karena pada dasarnya what I tell below is for fun only, don’t take it to hard…apalagi kalo kesel ama saya terus “teriak-teriak di twitter”.

hal yang membuat pria tertarik melihat seorang wanita bukan karena “paras”-nya saja. karena saya sering menemui kalau saya lebih sering staring kepada orang lain yang memiliki value yang menurut otak saya lebih kecil. lalu kenapa saya bisa staring wanita itu lebih lama? nah pertanyaan itu rupanya terjawab tadi di bis.

“distibrusi tempat duduk!”

jadi ketika saya berdiri, saya memiliki kapasitas pandangan yang terbatas pada sebuah bus, saya tidak bisa melihat kesamping karena ada orang yang menghalangi wajah saya dengan ketiaknya, saya tidak bisa melihat kebelakang karena leher saya menolak untuk berputar 180 derajat. saya tidak bisa melihat ke kanan karena di bagian kanan terdapat jendela yang sudah usang, dan memantulkan setiap gambar jalanan menjadi sebuah portrait sephia.

secara tidak langsung limit-limit pandangan saya mengubah “center of view” dari mata saya. secara fisik mata saya masih berada di tengah-tengah dari kepala saya, namun secara projective mata saya tidak memandang ke titik/fokus yang biasa saya pandang. center of view saya bergeser karena limit-limit yang membatasi diri saya.

lalu apa hubungannya pergeserah center of view dengan wanita yang bisa menarik hari pria?

seperti kaya pepatah, tak kenal maka tak sayang. begitu juga wanita. semakin sering anda melihatnya, semakin dalam anda mengenalnya, maka akan semakin sayang (seharusnya) kepada mereka. lalu apa hubungannya pantun ini dengan center of view, atau judul di atas? tidak ada…jadi mari kita lanjutkan pembahasan yang tertunda tadi.

dengan limit yang ada maka kita terpaksa melihat kepada beberapa fokus yang masih bisa di terima oleh mata kita. dan setiap fokus yang terjadi maka kita kan memperhatikan object lebih dalam dan lebih mendetail. dan ketika kita menemukan sebuah object yang cukup menarik dan berada dekat dengan center of view kita, maka secara tidak langsung kita akan lebih sering staring ke benda tersebut.

dan dalam hal ini, kalau pria umumnya akan staring ke wanita…

jadi intinya adalah, “jika anda ingin menarik perhatian pria, namun anda memiliki wajah yang pas-pasan. tentukan posisi duduk anda yang bisa menjangkau fokus dari seorang pria dalam kawasan center of view dari pria tersebut”, jika ingin lebih fokus lagi, pakaiakan pria itu kacamata kuda, dan anda cukup berdiri di hadapannya.

jadi ketika wajah tidak begitu memungkinkan, maka posisi duduk mungkin secara tidak langsung dapat membantu anda untuk dapat menarik perhatian pria.

posisi duduk ini maksudnya adalah “letak” dimana anda duduk, bukan “bagaimana” cara anda duduk, karena walaupun berbeda, namun 2-2-nya bisa menarik perhatian pria. bedanya yang satu melihat ke atas, yang satu bagian tengah ke bawah.

selain itu yang paling penting, anda tidak perlu operasi plastik untuk belajar mengetahui, “tempat duduk terbaik untuk menarik perhatian pria”.

namun sayangnya, trik ini hanya berlaku jika pria berada dalam tempat yang memiliki limit pandangan yang banyak, sehingga membuat pergerakan fokus menjadi kecil dan sedikit. selain itu, ini lebih baik digunakan oleh orang yang berwajah pas-pasan.

moral of the story? ternyata anda memiliki wajah pas-pasan. buktinya anda dengan setia membaca tips menarik perhatian pria bagi wanita yang berwajah pas-pasan. tapi, jelas ‘hal ini’ bukan saya yang bilang…siapa suruh baca tulisan ini sampai selesai?!

iPad hype!! Januari 30, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

saya pernah bilang ke Cok kalau saya ingin membeli iPod Touch, which is saat ini sudah hilang dari daftar keinginan saya, memang terkadang agak susah membayangkan apa yang sebenarnya kita inginkan, karena kita suka sekali menambah daftar keinginan kita ketika melihat sesuatu yang wah! termasuk iPod Touch yang menurut saya salah satu multimedia gadget terbaik yang ada di dunia saat ini.

dan kemarin ketika saya kesana, salah satu saran dari Cok adalah.

“beli iPad aja…”

saya sudah beberapa hari ini mendengar kata iPad, namun jangan tanya saya bentuknya hingga pagi ini. karena saya tidak pernah mengerti apa itu iPad, dkk. tentu saja dalam pikiran, saya berpikir. iPad is a tablet mac, jadi saya beprikir iMac yang dirubah menjadi sebuah tablet pc oleh apple.

but unfortunately no…

ketika saya melihat banyaknya orang yang hype karena iPad, memasukan iPad dalam wishlists mereka, maka saya pun penasaran kenapa iPad bisa menjadi sebuah hype belakangan ini.

okay, let’s roll back dengan beberapa product dari Apple which is menurut saya benar-benar fenomenal. kenapa mereka semua fenomenal kalo 1 hal.

  1. specific market!

coba lihat generasi iPod, they built as multimedia purpose, dimana mereka digunakan untuk memutar MP3. jadi apa lebihnya iPod dengan MP3 player lain, such as Samsung, Sony, etc.

User interface! adalah hal yang paling menonjol dari iPod, dimana user diberikan experience yang menarik ketika menjelajahi functionality dari sebuah iPod. metode yang baru dimana tidak ada jog dial, tidak ada tombol panah, dan metode touch yang unik, membuat iPod menjadi sebuah icon bagi MP3 player.

Apple created it and they win it!

lalu muncul iPod Touch yang merupakan decoy effect (Asynchronous Dominance Effect) dari sebuah iPhone. memiliki sebuah keunikan yaitu.

  1. The first that using full touch functionality!

dan hal itu diserve dengan UI yang baik, bahkan banyak MP3 touch, bahkan hingga ke model handphone menggunakan UI berbentuk iPhone atau iPod Touch. penggunaan accelerator, dan sensitive touch, serta rich of “simple” application membuat iPod Touch menjadi sebuah hype, dimana semua orang memasukannya sebagai wishlists.

oh iya, mentioning the “simple application”. maka menurut saya ini salah satu kelebihan iPod touch yang terbesar. ada banyak handled game yang jauh lebih baik daripada iPod Touch, let say PSP, atau Nintendo DS. yang tentu saja memang ditujukan untuk “gaming” experience, sedangkan iPod lebih ke “multimedia” experience. lalu kenapa iPod bisa berubah menjadi sebuah “gaming interface”?!

jawabannya karena game yang disediakan di iPod touch sangat-sangat simple!

ketika kita stress, atau penat ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. salah satunya relax, misalnya dengan memainkan game. dan ketika kita memainkan game PSP, maka anda tidak akan mengurangi relax anda, karena:

“you need to think hard to win of it!”

sedangkan di iPod touch, untuk memainkan game-game yang ada, anda tidak akan berpikir “berat”, dan lebih banyak ke unsur “fun”…why? because they are simple! and because of that, once again Apple win it!

lalu sekarang muncul iPad. apa yang di tawarkan iPad?! hanya sebuah iPhone dengan layar yang lebih besar, dan seharga laptop?! oke mari kita coba cari lagi kelebihan iPad daripada iPod Touch…

ummm..iPad mempunyai layar OLED dan lebih besar. oke…kita coba cari lagi…

layar iPad lebih besar daripada iPod touch!

okay…saya tidak melihat keunggulan iPad daripada iPod touch.

  1. multitasking?! no…both of iPod touch and iPad tidak memiliki kemampuan multitasking yang patut di banggakan. jika anda ingin melakukan banyak pekerjaan sekaligus, rather than buy iPad buy a laptop.
  2. iPad more fun than iPod?? dengan fisik yang lebih besar, maka anda harus membawa ransel everywhere you go, dan ketika sebuah Ipod touch fits with your pocket, maka ada sebuah pertanyaan. untuk apa repot-repot demi sebuah fun yang mirip?!
  3. iPad can read a book with fun way??. buy a book, and you can lend the book once you finish it. secara tidak langsung dengan meminjamkan buku anda, anda ikut membantu kecerdasan bangsa.

dan semakin banyak alasan yang keluar, why iPad?? maka semakin banyak alasan yang keluar dari saya.

mungkin saya adalah kaum agnostik yang tidak mengerti kenapa iPad terlihat begitu hebat. saya skeptis terhadap iPad, dan saya kembali bertanya-tanya.

whats on earth sampe apple membuat produk ini?!

moral of the story, jika tidak punya uang seperti saya tidak usah mengurusi wishlists orang lain.

gossip itu seperti Doppler effect! Januari 28, 2010

Posted by adi martha in a pint of milk.
add a comment

apa hubungan antara “gosip” dengan ilmu fisika. oke, bagi yang belum tahu, Doppler effect adalah sebuah hukum dalam ilmu fisika, bukan sejenis makanan, apalagi siluman.

ide ini terpikir setelah saya mengambil air minum, dan mencoba memikirkan masalah distribusi suara pada saat konser, agar nantinya suara yang terdengar adalah suara yang sama persis, seperti apa yang pemain dengar. tidak terjadi saturasi atau perubahan pada suara.

oleh karena itu saya sadar, pekerjaan sound engineer itu benar-benar berat…

sebenarnya ada beberapa post lucu yang ingin saya post, namun saya lebih memilih mempost si-Doppler-effect terlebih dahulu, lagipula…tidak banyak orang kurang kerjaan yang membaca post saya. lol.

pertama-tama bagi yang tidak mengerti Doppler effect saya ingin menjelaskan sedikit mengenai Doppler effect, as you need to know untuk melanjutkan membaca post tidak berguna seperti ini.

Doppler effect ditemukan oleh seorang penemu narsis bernama Christian Doppler, kenapa narsis? karena jelas-jelas dia menamai hasil penelitiannya dengan namanya sendiri. tentu saja kalau bukan narsis apalagi namanya? kekurangan nama? kenapa tidak memakai nama yang lain, misalnya:

“Adi Martha effect!”

ada 2 kemungkinan:

  1. saya belum kenalan dengan Christian Doppler saat itu.
  2. saya belum lahir

oleh karena itu saya rasa ilmuwan narsis ini terpaksa memberi nama hasil penelitiannya dengan nama Doppler Effect. okay back to topic!  penelitian ini ditemukan pada tahun 1842, yap tepat sekali. bahkan pada saat penelitian ini di temukan Perang Diponegoro baru saja usai sepertinya.

Doppler effect pada dasarnya adalah sebuah shifting terhadap frequency pada udara.

dasar penemuannya adalah, ketika Christian Doppler mendengar suara marching band pada sebuah kereta yang bergerak. jangan tanya saya apa tujuan marching band itu bermain pada kereta yang sedang bergerak, karena sumpah, saya tidak tahu!

contoh mudahnya begini. jika ada helikopter, atau pesawat yang menimbulkan suara deru di udara mendekat, maka anda bisa mendengar suaranya dari sayup-sayup menjadi terlihat lebih jelas, dan pada akhirnya ketika terbang menjauh, anda kembali mendengarnya sayup-sayup, hingga hilang.

namun Doppler effect bukan menjelaskan masalah “volume” suara yang bergerak mendekat lalu menjauh. namun lebih kepada “frekuensi” suara yang bergerak mendekat lalu menjauh.

seperti yang kita ketahui, suara adalah frekuensi, dalam frekuensi ada amplitude, waktu, dll. saya rasa kita simplekan menjadi “frekuensi” seorang diri. toh, anda tidak tertarik terhadap Fisika bukan?!

frekuensi akan merambah di udara dalam kecepatan suara dan mendarat di telinga seseorang, untuk diterjemahkan menjadi suara. frekuensi yang diterima tentu saja dipengaruhi oleh beberapa variable yang umum, dan yang paling penting, yaitu:

kerapatan udara!

nah Doppler effect menjelaskan, bahwa suara yang mendekat lalu menjauh (seperti suara pesawat tadi atau suara marching band dalam kereta), selain memiliki perubahan Volume, dia juga memiliki perubahan frekuensi, dan jika digambarkan kurang lebih seperti berikut ini:

Doppler Effect

Doppler Effect

bisa dilihat, bahwa ketika kita berada dekat dengan sumber suara, frekuensi yang diterima memiliki tingkat kerapatan yang tinggi, namun semakin jauh kita dengan sumber suara, maka kita akan menerima suara dengan kerapatan yang besar.

bahasa mudahnya? ohhh, no…I know that you don’t like physics.

suara yang menjauh tidak hanya berubah Volumenya, namun NADA DASARNYA!

moral pertama? jika anda tidak bisa in tune pada saat menyanyi, cobalah sambil berlari-lari atau berada di dalam kereta…dan salahkan Doppler effect sebagai penyebab anda tidak in-tune!

Doppler effect berperan besar dalam hal Radar, dan secara tidak langsung sebenarnya Doppler effect memungkinkan untuk pembuatan GPS, dan hal-hal yang berhubungan dengan sinyal lainnya. isn’t that amazing?!

lalu apa hubungannya dengan Gossip?!

sebagai orang yang bukan memiliki dasar di Fisika, maka saya lebih tertarik ketika mencoba menggabungkan Doppler effect dengan hal yang berada di luar jangkauan Fisika, bahkan mungkin tidak dibahas di Fisika, karena sampai sekarang saya belum menemukan buku Fisika yang salah satu bab nya bertuliskan.

“Percepatan Gossip!”

Gossip adalah berita ambigu yang terkadang memiliki makna ganda, atau bersifat rahasia yang sudah terlanjut tersebar ke publik. media penyebaran dan cara penyebaran gossip yang unik menyebabkan gossip dapat dengan mudah melakukan kapilarisasi pada telinga pendengarnya.

cara penyebaran Gossip sama dengan distribusi frekuensi Doppler effect, semakin jauh anda dengan sumber, maka semakin melebar frekuensinya. karena semakin jauh Gossip beredar, maka semakin sedikit yang bisa anda percayai! sama halnya dengan Doppler effect, semakin jauh, maka anda akan semakin sadar bahwa nada dasarnya bergeser, lalu apakah anda akan percaya pada penyanyi-penyanyi fals?! saya tidak!

namun ada 1 perbedaan dari Doppler effect dan Gossip, walaupun sama-sama memiliki penyebaran yang melebar, dan merubah sumber suara aslinya. yaitu…

bergosip lebih enak daripada membicarakan doppler effect!

moral of the post?! jangan percaya gossip, sama hal nya jangan percaya kepada penyanyi yang memiliki nada fals. selain itu? kalau bergosip coba sambil berlari atau naik motor…siapa tahu bisa membantu anda mengatasi masalah doppler effect pada gossip…

salam super! :D